Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

“Menghitung”: Bukan Sekadar Lagu, Tapi Tamparan Batin

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Musik – Kita sering menghitung dosa. Namun kita jarang menghitung nikmat. Mungkin di situlah cara kita melihat hidup mulai terasa berat.

Sebuah Percakapan Sederhana yang Berubah Jadi Lagu

Sebuah percakapan santai di siang hari melahirkan karya spiritual yang dalam.
Lagu “Menghitung” menjadi hasil kolaborasi antara Pusakata dan Haddad Alwi.

Menariknya, ide lagu ini tidak muncul dari diskusi musik.
Mereka lebih dulu berbicara tentang makna hidup dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Dalam percakapan itu, Haddad Alwi menyampaikan pemikiran sederhana yang terasa dalam.

“Mas Is, Allah itu menciptakan manusia untuk dibahagiain lho. Kita ini manusia diciptakan Allah SWT untuk dibahagiakan.”

Kalimat itu menjadi titik awal refleksi.
Bukan teori panjang, melainkan pemahaman yang terasa dekat dengan kehidupan.

Ini Belum Selesai

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Dari Rasa Bersalah Menuju Rasa Dicintai

Banyak orang melihat Tuhan dari sudut rasa bersalah.
Kita fokus pada dosa dan terus memohon ampun.
Namun kita jarang merasakan cinta-Nya secara utuh.

Dalam perenungannya, Haddad Alwi melihat sisi lain yang lebih dalam.

“Kasih sayang-Nya Allah, pertolongan-Nya Allah, cinta-Nya Allah dan kelembutan Allah lebih besar daripada dosa-dosa kita.”

Pemikiran ini mengubah sudut pandang.
Fokus tidak lagi pada rasa takut, tetapi pada rasa percaya.

Dari sinilah arah lagu mulai terbentuk.

“Menghitung” Bukan Soal Angka, Tapi Soal Kesadaran

Judul “Menghitung” lahir dari perenungan sederhana.
Maknanya bukan tentang angka, tetapi tentang kesadaran hidup.

Lagu ini mengajak pendengar menghitung kembali nikmat yang sering terlupakan.
Mulai dari hal kecil hingga hal besar dalam kehidupan.

Kita diajak melihat ulang apa yang dimiliki.
Bukan hanya mengingat apa yang hilang.

Karena sering kali, nikmat terbesar justru terasa biasa.

Lagu Ini Resmi Dirilis 10 April 2026

Lagu “Menghitung” resmi dirilis pada 10 April 2026.
Kini lagu tersebut tersedia di berbagai platform musik digital.

Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan berbeda.
Satu dari sisi musik reflektif modern.
Satu lagi dari tradisi spiritual yang kuat.

Pertemuan itu melahirkan karya yang terasa sederhana, tetapi dalam.

Refleksi yang Dekat dengan Kehidupan

Lagu ini bukan sekadar karya religi.
Lagu ini menjadi ajakan untuk melihat hidup dengan cara berbeda.

Kita sering menghitung kesalahan.
Namun kita lupa menghitung hal baik yang sudah kita miliki.

Padahal, rasa syukur sering menjadi kunci ketenangan hidup.

Kadang hidup terasa berat bukan karena kekurangan. Tetapi karena kita terlalu fokus pada yang hilang. @eko

Tags: musik indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Guruh Soekarnoputra: Anak Bung Karno yang Memilih Panggung Seni

Guruh Soekarnoputra: Anak Bung Karno yang Memilih Panggung Seni

by teguh
September 26, 2026

Guruh Soekarnoputra wafat pada Sabtu, 26/09/2026, pukul 04.16 WIB. Putra bungsu Soekarno itu meninggal pada usia 73 tahun di MRCCC...

Guruh Soekarnoputra Wafat, Panggung Seni Berduka

Guruh Soekarnoputra Wafat, Panggung Seni Berduka

by teguh
September 26, 2026

Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang hidup di dua panggung sekaligus seni dan politik. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada...

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

by teguh
Juni 21, 2026

Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi lokasi konser Kantata Takwa. Lebih dari seratus ribu orang memenuhi...

Next Post
Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id