Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

by jeje
April 11, 2026
in Tabooo Book Club
A A
Home Culture Tabooo Book Club
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Pulang seharusnya terasa hangat. Namun, semakin dewasa, pulang justru terasa seperti ujian.

Kita berangkat dengan mimpi besar. Lalu, kita mengumpulkan target demi target. Tetapi ketika semuanya runtuh, satu hal terasa paling berat: pulang dan menatap ibu.

Di titik itu, rasa gagal berubah menjadi rasa bersalah. Dan dari situlah buku Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu karya Khoirul Trian mulai terasa dekat. 

Sinopsis Singkat: Pulang dengan Sisa Diri

Buku ini tidak bercerita tentang kemenangan. Sebaliknya, buku ini justru menyorot kegagalan yang jujur.

Seorang anak pulang tanpa pencapaian. Ia tidak membawa hadiah. Ia hanya membawa sisa dirinya yang masih utuh.

Ini Belum Selesai

Kaum Tani Mengganyang Setan-Setan Desa: D.N. Aidit Membongkar Kekuasaan di Balik Kemiskinan

Aksi Massa: Saat Tan Malaka Membongkar Cara Perubahan Dibangun

Sementara itu, rumah tetap sama. Ibu tetap menunggu. Namun, di dalam kepala anak itu, semuanya terasa berbeda.

Karena itu, pulang tidak lagi sederhana. Pulang berubah menjadi momen penuh tekanan.

Analisis Tabooo: Ekspektasi yang Kita Warisi

Awalnya, kita diajarkan untuk membahagiakan orang tua. Nilai itu terdengar mulia. Namun, seiring waktu, makna itu berubah.

Kita mulai mengaitkan cinta dengan pencapaian. Kita mengukur diri dari keberhasilan.

Akibatnya, kegagalan terasa seperti pengkhianatan.

Buku ini menunjukkan satu hal penting: tekanan terbesar sering tidak datang dari orang tua. Sebaliknya, tekanan itu tumbuh dari diri kita sendiri.

Kita tidak sekadar takut gagal. Kita takut tidak cukup layak di mata ibu.

Konflik: Cinta yang Terasa Berat

Di satu sisi, ibu dalam buku ini tidak pernah menuntut. Ia tetap menerima.

Namun di sisi lain, anaknya tetap merasa bersalah.

Di sinilah ironi muncul.

Cinta yang seharusnya menenangkan justru terasa menekan. Bukan karena ibu salah, tetapi karena kita memaknainya sebagai kewajiban untuk berhasil.

Lalu muncul pertanyaan sederhana:
apakah kita benar-benar hidup untuk diri sendiri?

Insight yang Menggigit

Salah satu kalimat paling kuat dalam buku ini berbunyi:

“Rumahku masih bernama Ibu.”

Kalimat ini terasa hangat. Namun, jika kita renungkan, kalimat ini juga menyimpan luka.

Karena jika rumah adalah ibu, kenapa kita justru takut pulang?

Di titik ini, buku ini tidak memberi jawaban. Sebaliknya, buku ini memaksa kita berpikir.

Kenapa Buku Ini Penting Buat Kamu

Jika kamu pernah merasa gagal, buku ini akan terasa personal.

Jika kamu pernah menunda pulang karena belum berhasil, buku ini akan terasa relevan.

Dan jika kamu pernah merasa menjadi beban bagi orang tua, buku ini akan terasa jujur.

Buku ini tidak menawarkan solusi instan. Namun, buku ini menawarkan satu hal yang lebih penting: penerimaan.

Penilaian: Layak Dibaca atau Tidak?

Kategori Tabooo: Tabooo Banget

Buku ini tidak mencoba menghibur. Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi diri sendiri.

Karena itu, buku ini cocok untuk pembaca yang siap berefleksi.

Namun, buku ini mungkin terasa berat bagi mereka yang mencari bacaan ringan.

Closing: Pulang yang Perlu Diberani

Pada akhirnya, buku ini tidak berbicara tentang ibu. Buku ini berbicara tentang kita.

Tentang bagaimana kita menilai diri sendiri. Tentang bagaimana kita memaknai cinta.

Dan pada akhirnya, satu pertanyaan tersisa:

Kalau pulang saja terasa menakutkan,
apa yang sebenarnya sedang kita kejar?

Informasi Buku

  • Judul: Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu
  • Penulis: Khoirul Trian
  • Penerbit: Jakarta, Gradien Mediatama (2025)
  • Jumlah Halaman: 200 hlm
  • Bahasa: Indonesia
  • ISBN: 9786022084020
  • Klasifikasi: 155.25 (Self Improvement) @jeje

Tags: BukuGen ZKesehatan MentalRefleksi HidupTabooo Book Club

Kamu Melewatkan Ini

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

by teguh
September 15, 2026

Soal asmara seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), RR (19), menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah...

Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

by teguh
September 11, 2026

Kasus RR, mahasiswa FK-UB (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya), membuka pertanyaan yang lebih besar seberapa jauh perguruan tinggi mampu mengenali tekanan...

Mahasiswa FK-UB Diduga Coba Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif

Mahasiswa FK-UB Diduga Coba Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif

by teguh
September 11, 2026

Seorang mahasiswa FK-UB (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya) Malang berinisial RR (19) diduga mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai enam...

Next Post
Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id