Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

TABOOO Book Club: Dari Bedah Buku Menuju Ruang Dialog

by dimas
Juli 10, 2026
in Culture, Tabooo Book Club
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter
TABOOO Book Club menghadirkan bedah buku Banteng Terakhir Kasultanan Yogyakarta, menghubungkan literasi, sejarah, dan dialog budaya di Madiun.

Tabooo.id – Di tengah derasnya arus konten digital yang bergerak serba cepat, puluhan anak muda justru memilih berkumpul untuk membaca, berdiskusi, dan menguji gagasan. Mereka memenuhi Balai Kelurahan Winongo, Kota Madiun, pada Selasa (7/7/2026) malam dalam gelaran TABOOO Book Club. Melalui forum ini, Tabooo Network Indonesia mempertemukan literasi, sejarah, dan budaya dalam satu ruang dialog sebagai bagian dari rangkaian TABOOO Cultural Production.

Panitia menghadirkan Akhlis Syamsal Qomar, penulis buku Banteng Terakhir Kasultanan Yogyakarta, sebagai narasumber utama. Selain itu, panitia juga mengundang Septian, sejarawan sekaligus Ketua Historia Van Madiun (HVM), untuk memperkaya pembahasan melalui perspektif sejarah dan budaya lokal.

Nasionalisme Menjadi Pesan Utama

Dalam pemaparannya, Akhlis menegaskan bahwa salah satu nilai terbesar yang diwariskan Raden Ronggo adalah semangat nasionalisme. Menurutnya, Raden Ronggo mampu membangun persatuan dengan merangkul masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Salah satu nilai yang bisa diambil dari Raden Ronggo adalah nasionalismenya. Beliau mampu mengajak berbagai kelompok masyarakat, khususnya etnis Tionghoa. Padahal, dalam beberapa babak sejarah Indonesia hubungan dengan etnis Tionghoa pernah mengalami persoalan, termasuk tragedi 1998. Kita sebetulnya belum benar-benar belajar dari sejarah. Raden Ronggo justru menunjukkan bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan, dan kita perlu belajar dari hal itu,” ujar Akhlis.

Karena itu, Akhlis mengajak peserta membaca sejarah sebagai sumber pembelajaran, bukan sekadar catatan masa lalu. Ia menilai nilai persatuan yang diwariskan tokoh-tokoh sejarah tetap relevan untuk menjawab tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

Anak Muda Memenuhi Ruang Literasi

Sejak acara dimulai, peserta langsung memenuhi ruang diskusi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta menanggapi berbagai pandangan yang muncul sepanjang forum.

Ini Belum Selesai

Sate Kere: Saat Kemiskinan Menjadi Warisan Rasa

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

Selanjutnya, diskusi mempertemukan berbagai komunitas dalam satu ruang. Hadir di antaranya Madiun Book Party, Historia Van Madiun (HVM), mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah.

Akibatnya, suasana diskusi berkembang semakin dinamis. Setiap peserta membawa pengalaman, sudut pandang, dan cara membaca sejarah yang berbeda. Perbedaan itulah yang membuat dialog berlangsung hidup hingga penghujung acara.

Literasi Harus Menjadi Gerakan Bersama

Ketua Madiun Book Party, Dede, mengapresiasi penyelenggaraan TABOOO Book Club. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuka ruang baru bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk memperluas wawasan melalui diskusi yang sehat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tabooo Network Indonesia yang telah menghadirkan kegiatan yang sangat menarik dan edukatif melalui TABOOO Book Club. Bedah buku seperti ini menjadi ruang yang penting untuk mempertemukan pembaca, penulis, dan komunitas agar budaya literasi terus tumbuh di Madiun,” katanya.

Selain mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan, Dede berharap acara serupa dapat terus berlangsung. Dengan begitu, semakin banyak anak muda memperoleh ruang untuk membaca, berdiskusi, dan membangun jejaring literasi.

From Reality to Narrative

Filosofi From Reality to Narrative menjadi benang merah seluruh rangkaian TABOOO Cultural Production. Melalui pendekatan tersebut, Tabooo mengajak masyarakat memahami bagaimana realitas berkembang menjadi pengetahuan yang dapat diwariskan.

Mula-mula, seseorang mengamati kehidupan di sekitarnya. Kemudian, ia melakukan penelitian dan mengumpulkan berbagai fakta. Selanjutnya, ia menyusun narasi berdasarkan hasil riset tersebut. Pada akhirnya, proses itu melahirkan buku yang dapat dibaca, didiskusikan, dan terus melahirkan gagasan baru.

Oleh sebab itu, Tabooo tidak memandang literasi sebagai aktivitas membaca semata. Sebaliknya, Tabooo mendorong masyarakat berdialog, mengkritisi gagasan, dan membangun pengetahuan bersama melalui ruang-ruang kolaboratif.

Antusiasme peserta terus meningkat hingga penghujung acara. Sebagai penutup, panitia membagikan doorprize berupa buku dari Toko Buku NBS Madiun dan Gramedia. Dengan cara itu, panitia ingin memperkuat semangat membaca sekaligus memperluas akses literasi di kalangan peserta.

Literasi Menemukan Rumahnya

TABOOO Book Club membuktikan bahwa budaya membaca dan berdiskusi masih tumbuh di tengah generasi muda. Ketika penulis, pembaca, sejarawan, dan komunitas berkumpul dalam satu forum, buku tidak lagi berhenti sebagai bahan bacaan.

Sebaliknya, buku berubah menjadi ruang dialog yang menghubungkan sejarah, budaya, dan pengalaman hidup. Dari ruang seperti inilah pengetahuan berkembang, kolaborasi lahir, dan kesadaran sosial terus bertumbuh.

Pada akhirnya, setiap perubahan besar selalu berawal dari keberanian membaca, berdiskusi, lalu mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata. Semangat itulah yang terus dihidupkan Tabooo melalui From Reality to Narrative, yaitu menjadikan realitas sebagai sumber cerita dan menjadikan narasi sebagai jembatan menuju pengetahuan yang hidup di tengah masyarakat. @dimas

Tags: Akhlis Syamsal QomarBanteng Terakhir Kasultanan YogyakartaFrom Reality To NarrativeLiterasiTabooo Book ClubTabooo Cultural Production

Kamu Melewatkan Ini

Kaum Tani Mengganyang Setan-Setan Desa: D.N. Aidit Membongkar Kekuasaan di Balik Kemiskinan

Kaum Tani Mengganyang Setan-Setan Desa: D.N. Aidit Membongkar Kekuasaan di Balik Kemiskinan

by Tabooo
Juli 17, 2026

D.N. Aidit tidak melihat kemiskinan petani sebagai nasib. Melalui riset di Jawa Barat, ia membongkar hubungan tanah, utang, pasar, dan...

Aksi Massa: Saat Tan Malaka Membongkar Cara Perubahan Dibangun

Aksi Massa: Saat Tan Malaka Membongkar Cara Perubahan Dibangun

by Tabooo
Juli 13, 2026

Tan Malaka menolak perubahan yang bergantung pada keberanian segelintir orang. Melalui Aksi Massa, ia menunjukkan bahwa kekuatan rakyat membutuhkan kesadaran,...

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

by teguh
Juli 13, 2026

Di sudut sebuah kedai ramen di Kota Mojokerto, aroma kuah hangat bercampur dengan wangi kertas buku yang mulai menguning. Seorang...

Next Post
74 Kg Emas di Sentul, Brankas Rahasia di Cipete: Dugaan Korupsi BUMN Makin Berbau Besar

74 Kg Emas di Sentul, Brankas Rahasia di Cipete: Dugaan Korupsi BUMN Makin Berbau Besar

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id