Sabtu, Mei 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sheila on 7 Rilis “Sederhana”: Saat Anak Muda Sulit Bedakan Butuh dan Ingin

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah zaman ketika semua orang berlomba terlihat sukses, Sheila on 7 justru datang membawa pesan sebaliknya. Lewat lagu terbaru berjudul Sederhana, mereka menyinggung kebiasaan generasi sekarang yang makin sulit membedakan kebutuhan dan keinginan.

Tabooo.id: Musik – Sheila on 7 merilis lagu “Sederhana” pada Rabu, 6 Mei 2026. Namun, lagu ini bukan sekadar comeback nostalgia. Band asal Yogyakarta itu membawa keresahan sosial yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Gitaris Sheila on 7, Eross Candra, mengatakan lagu “Sederhana” lahir dari fenomena anak muda yang mulai sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Menurutnya, banyak orang hidup dalam bias gaya hidup modern yang membuat semua terasa wajib dimiliki.

“Banyak orang sekarang, anak muda sekarang itu dia bias antara apa yang diinginkan dan apa yang dibutuhkan,” kata Eross di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Mei 2026.

Bukan Cuma Masalah Anak Muda

Masalah itu ternyata tidak hanya menghantui generasi muda. Vokalis Duta Modjo menilai banyak orang dewasa juga masih kesulitan memahami mana kebutuhan dan mana sekadar keinginan.

“Kayaknya orang tua yang seumur saya ataupun di atas saya pun juga ada yang masih kesulitan menerjemahkan mana yang benar-benar keinginan, mana yang kebutuhan,” ujar Duta.

Ini Belum Selesai

Rujak Mangga dan Identitas yang Terlalu Dekat untuk Disadari

Musso: Si Merah di Simpang Republik

Karena itu, lagu “Sederhana” terasa relevan di tengah budaya konsumtif dan tekanan media sosial. Banyak orang ingin terlihat cukup, padahal mereka sebenarnya lelah mengejar standar hidup yang terus berubah.

Produksi Lokal, Rasa yang Berbeda

Sheila on 7 memilih pendekatan berbeda dalam proses produksi lagu ini. Jika sebelumnya mereka memakai jasa mixing dan mastering dari Jepang untuk lagu “Memori Baik”, kali ini mereka menggarap semuanya di Yogyakarta.

Duta mengatakan keputusan itu muncul agar “Sederhana” memiliki rasa yang berbeda dan tidak terdengar terlalu mirip dengan karya sebelumnya.

Mereka akhirnya mempercayakan proses mixing dan mastering kepada Vicki Unggul Bramantyo di Yogyakarta. Langkah itu sekaligus menunjukkan kedekatan Sheila on 7 dengan kota asal mereka sendiri.

Kado 30 Tahun yang Terasa Personal

Perilisan “Sederhana” terasa semakin emosional karena bertepatan dengan ulang tahun ke-30 Sheila on 7. Band yang lahir pada 6 Mei 1996 itu terus menunjukkan relevansinya di tengah perubahan zaman.

Mereka tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membaca keresahan sosial yang banyak orang rasakan hari ini.

Karena di era ketika semua orang sibuk mengejar lebih, hidup sederhana justru terasa semakin mahal.@eko

Tags: lagu barumusik indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

by eko
Mei 22, 2026

AI bisa bikin lagu, tapi tak punya hati. Kalimat itu menjadi kegelisahan utama Yovie Widianto saat berbicara dalam sesi Music...

Lagu “Sumbang” dan Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Politik

Lagu “Sumbang” dan Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Politik

by eko
Mei 14, 2026

Lagu “Sumbang” karya Iwan Fals bukan sekadar nostalgia musik lawas era 1980-an. Di balik liriknya, Iwan Fals menumpahkan kemarahan terhadap...

Bukan Soal Bagus, Tapi Berani: Erros Djarot Sebut Musiknya Kurang Ndugal

Bukan Soal Bagus, Tapi Berani: Erros Djarot Sebut Musiknya Kurang Ndugal

by eko
Mei 8, 2026

Sabtu malam di Balai Sarbini dipenuhi nostalgia. Konser Badai Pasti Berlalu Live in Concert menghidupkan kembali karya-karya legendaris Erros Djarot....

Next Post
Bus Tua, Jalan Rusak, dan Ledakan Maut: Ini Benar Sekadar Kecelakaan?

Bus Tua, Lubang Jalan, dan Ledakan Maut: Kebetulan atau Kelalaian?

Madilog Series

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026
Kenapa Orang Takut Perubahan? Ini Penyebabnya – Madilog Series #2.3

Kenapa Orang Takut Perubahan? Ini Penyebabnya – Madilog Series #2.3

Mei 19, 2026

Marx Series

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026

Capital Volume I: Cara Kapital Hidup dari Kerja Orang Lain – Marx Series #1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id