Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film “Senin Harga Naik”, Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Kapan terakhir kali kamu menelpon ibu? Bukan kirim uang. Bukan transfer. Tapi benar-benar menanyakan kabar.

Pertanyaan sederhana itu terasa seperti tamparan kecil setelah menonton film “Senin Harga Naik.” Film drama keluarga ini menggelar screening spesial di XXI Solo Square, Surakarta, Jumat (13/3/2026) sore. Studio 4 pun dipenuhi penonton yang penasaran dengan cerita keluarga yang katanya “relatable banget”.

Para pemainnya Meriam Bellina, Nayla Denny Purnama, dan Andri Mashadi datang langsung menyapa penonton setelah pemutaran film. Suasananya santai, bahkan sempat diselingi kuis dan obrolan ringan. Tapi isi filmnya sendiri tidak sesantai itu. Ceritanya menyentil.

Film “Senin Harga Naik”, Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang
Meriam Bellina, Andri Mashadi, dan Nayla Denny Purnama berada di Studio 4 XXI Solo Square, Surakarta, usai pemutaran film Senin Harga Naik, Jumat (13/3/2026) sore.

Drama Keluarga yang Terasa Terlalu Nyata

Film produksi Starvision dan Legacy Pictures ini disutradarai Dinna Jasanti dengan naskah dari Rino Sarjono. Genre-nya drama keluarga dengan bumbu comedy-drama. Artinya, penonton masih bisa tertawa di beberapa adegan sebelum akhirnya diam di adegan berikutnya.

Cerita berpusat pada Mutia (Nadya Arina), perempuan muda yang bekerja di perusahaan properti besar. Ambisi kariernya membuat hubungan dengan ibunya, Retno (Meriam Bellina), retak. Perbedaan pandangan tentang hidup membuat Mutia memilih pergi dari rumah.

Ini Belum Selesai

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa sukses tanpa campur tangan keluarga.

Tiga tahun berlalu. Karier Mutia justru sedang berada di puncak. Tapi hidup punya cara unik untuk mempertemukan seseorang dengan masa lalunya.

Proyek yang ia tangani ternyata berkaitan dengan rencana penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik ibunya sendiri.

Ironis? Sangat.

Situasi itu memaksa Mutia kembali pulang. Ia harus menghadapi ibunya yang keras kepala sekaligus menghadapi luka lama yang belum benar-benar sembuh.

Konflik yang Tidak Besar, Tapi Sangat Dekat

Yang menarik dari “Senin Harga Naik” adalah konflik yang terasa kecil tapi sebenarnya besar. Tidak ada drama berlebihan. Tidak ada plot twist yang bombastis.

Yang ada justru percakapan-percakapan sederhana yang terasa familiar.

Pertengkaran ibu dan anak. Kesalahpahaman lama. Ego yang sama-sama keras. Dan satu hal yang sering terjadi di banyak keluarga: komunikasi yang perlahan hilang.

Film ini menunjukkan bagaimana jarak emosional bisa terbentuk bukan karena kebencian, tetapi karena kesibukan. Anak sibuk mengejar mimpi. Orang tua sibuk menunggu.

Di era modern, banyak anak merasa sudah berbakti karena bisa membantu finansial keluarga. Tapi film ini mengingatkan satu hal yang sering terlupakan: orang tua tidak selalu butuh uang.

Mereka butuh kehadiran.

Dan kadang, perhatian kecil seperti menanyakan kabar bisa terasa lebih berharga daripada apa pun.

Hiburan yang Diam-Diam Menyentil

Di balik kemasan drama keluarga, film ini sebenarnya membawa kritik sosial kecil. Banyak anak muda hari ini hidup dengan ritme cepat kerja, target, ambisi, karier.

Rumah menjadi tempat yang semakin jauh.

Film ini seolah mengingatkan bahwa hubungan keluarga tidak rusak karena satu kejadian besar. Ia rusak pelan-pelan melalui percakapan yang tidak pernah terjadi.

Itulah sebabnya kisah Mutia terasa dekat bagi banyak penonton. Bukan karena ceritanya spektakuler, tetapi karena ceritanya sangat mungkin terjadi di rumah kita sendiri.

Pulang Bukan Selalu Soal Tempat

Menjelang akhir film, satu pesan terasa jelas rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat di mana seseorang masih ingin mendengar kabar kita.

Di tengah dunia yang semakin sibuk, “Senin Harga Naik” hadir seperti pengingat kecil. Kadang orang tua tidak menunggu hadiah besar.

Mereka hanya menunggu kabar.

Dan mungkin setelah menonton film ini, ada satu hal sederhana yang tiba-tiba terasa penting mengirim pesan singkat atau menelpon ibu malam ini. @dimas

Tags: AnakCeritadramaFilmibuKeluargaKisahNasionalRumahsenin harga naik

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Dari Spa Majapahit ke Deodoran: Sejarah Mengusir Bau Badan

Dari Spa Majapahit ke Deodoran: Sejarah Mengusir Bau Badan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id