Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Screening Film “Senin Harga Naik” di Solo: Kisah Keluarga yang Dekat dengan Realita

by dimas
Maret 13, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Film drama keluarga “Senin Harga Naik” menggelar screening spesial di XXI Solo Square, Kota Surakarta, Jumat (13/3/2026) sore. Para pemeran utama film ini, Meriam Bellina, Nayla Denny Purnama, dan Andri Mashadi, hadir langsung menyapa penonton yang memadati studio.

Sejak pukul 15.00 WIB, puluhan penonton sudah memenuhi Studio 4 XXI Solo Square. Mereka datang untuk menyaksikan kisah keluarga yang mengangkat konflik sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan banyak orang: hubungan orang tua dan anak yang tak selalu berjalan mulus.

Lampu studio meredup, layar mulai menampilkan cerita tentang perbedaan pandangan dalam keluarga. Di tengah alur yang emosional, beberapa penonton tampak terdiam, sebagian lainnya tersenyum ketika film menghadirkan momen-momen ringan yang terasa akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah film berakhir, suasana studio berubah menjadi lebih hangat. Penonton menyambut kehadiran para pemain dengan tepuk tangan. Acara kemudian berlanjut dengan sesi tanya jawab dan kuis interaktif yang membuat diskusi terasa santai namun penuh makna.

Pesan Keluarga dari Para Pemeran

Dalam sesi diskusi tersebut, Meriam Bellina yang memerankan tokoh Retno menegaskan bahwa film ini membawa pesan yang sederhana namun penting: komunikasi dalam keluarga tidak boleh terputus.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Ia menyampaikan banyak orang tua sebenarnya tidak hanya mengharapkan keberhasilan finansial dari anak-anak mereka.

“Setelah menonton film ini kita bisa belajar bahwa komunikasi itu penting dalam keluarga. Orang tua tidak hanya butuh uang dari anak-anaknya, tetapi lebih dari itu mereka butuh kebersamaan dengan anak-anaknya,” ujar Meriam Bellina di hadapan penonton.

Menurutnya, hubungan keluarga sering kali retak bukan karena konflik besar, tetapi karena komunikasi yang perlahan menghilang.

Hal serupa juga disampaikan Nayla Denny Purnama yang memerankan karakter Tasya. Ia melihat film ini sebagai pengingat bagi generasi muda yang sering kali tenggelam dalam kesibukan hidup.

Nayla menilai banyak anak yang fokus mengejar karier atau mimpi pribadi hingga lupa bahwa orang tua mereka juga terus menua.

“Film ini mengajak anak-anak untuk lebih peduli. Kadang kita terlalu sibuk dengan hidup kita sampai lupa kalau orang tua juga menua dan ingin merasa dibutuhkan,” ujar Nayla.

Ia menambahkan bahwa perhatian kecil sering kali memiliki arti besar bagi orang tua.

“Kadang cukup dengan WhatsApp bertanya ‘Ibu sudah makan atau belum’, itu sudah sangat berarti,” tambahnya.

Kisah Mutia dan Konflik yang Terpendam

Film “Senin Harga Naik” diproduksi oleh Starvision dan Legacy Pictures serta disutradarai oleh Dinna Jasanti dengan naskah yang ditulis oleh Rino Sarjono. Film ini memadukan drama keluarga dengan sentuhan comedy-drama yang membuat ceritanya terasa ringan sekaligus emosional.

Cerita film berpusat pada tokoh Mutia, seorang perempuan yang memiliki hubungan rumit dengan ibunya. Perbedaan pandangan tentang masa depan membuat Mutia memilih meninggalkan rumah untuk membuktikan bahwa ia mampu hidup mandiri.

Tahun-tahun berlalu. Mutia meniti karier dan mencoba menjauh dari masa lalu yang terasa berat. Namun takdir justru membawanya kembali ke titik yang sama.

Pekerjaannya menugaskannya menangani proyek pembangunan yang berkaitan dengan sebuah toko roti. Tanpa ia duga, toko roti itu ternyata milik ibunya sendiri.

Pertemuan tersebut memaksa Mutia kembali pulang dan menghadapi konflik keluarga yang selama ini ia hindari. Bersama saudara-saudaranya, ia mencoba memperbaiki hubungan dengan sang ibu dan memahami kembali arti kebersamaan.

Di titik inilah cerita film menemukan kekuatannya: bukan pada konflik besar, melainkan pada percakapan-percakapan kecil yang sering kali terlupakan dalam keluarga.

Kisah yang Dekat dengan Banyak Orang

Film ini menyentuh isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia jarak emosional antara orang tua dan anak yang muncul karena kesibukan, ego, dan perbedaan pandangan hidup.

Bagi banyak penonton, kisah Mutia mungkin terasa terlalu nyata. Banyak keluarga mengalami hal yang sama hubungan yang renggang bukan karena kebencian, melainkan karena percakapan yang tak pernah selesai.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, film ini seolah mengingatkan satu hal sederhana keluarga sering kali tidak membutuhkan sesuatu yang besar.

Kadang yang mereka tunggu hanya satu pesan singkat di ponsel atau satu percakapan yang akhirnya berani dimulai. @dimas

Tags: 2026BioskopCeritadramaFilmKeluargaNasionalsenin harga naikSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

by Naysa
Mei 12, 2026

Salridan-gil memperlihatkan bagaimana rasa takut bisa berubah menjadi budaya uji nyali baru di Korea. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, anak...

Next Post
Film “Senin Harga Naik”, Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

Film "Senin Harga Naik", Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id