Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Screening Film “Senin Harga Naik” di Solo: Kisah Keluarga yang Dekat dengan Realita

by dimas
Maret 13, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Film drama keluarga “Senin Harga Naik” menggelar screening spesial di XXI Solo Square, Kota Surakarta, Jumat (13/3/2026) sore. Para pemeran utama film ini, Meriam Bellina, Nayla Denny Purnama, dan Andri Mashadi, hadir langsung menyapa penonton yang memadati studio.

Sejak pukul 15.00 WIB, puluhan penonton sudah memenuhi Studio 4 XXI Solo Square. Mereka datang untuk menyaksikan kisah keluarga yang mengangkat konflik sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan banyak orang: hubungan orang tua dan anak yang tak selalu berjalan mulus.

Lampu studio meredup, layar mulai menampilkan cerita tentang perbedaan pandangan dalam keluarga. Di tengah alur yang emosional, beberapa penonton tampak terdiam, sebagian lainnya tersenyum ketika film menghadirkan momen-momen ringan yang terasa akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah film berakhir, suasana studio berubah menjadi lebih hangat. Penonton menyambut kehadiran para pemain dengan tepuk tangan. Acara kemudian berlanjut dengan sesi tanya jawab dan kuis interaktif yang membuat diskusi terasa santai namun penuh makna.

Pesan Keluarga dari Para Pemeran

Dalam sesi diskusi tersebut, Meriam Bellina yang memerankan tokoh Retno menegaskan bahwa film ini membawa pesan yang sederhana namun penting: komunikasi dalam keluarga tidak boleh terputus.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Ia menyampaikan banyak orang tua sebenarnya tidak hanya mengharapkan keberhasilan finansial dari anak-anak mereka.

“Setelah menonton film ini kita bisa belajar bahwa komunikasi itu penting dalam keluarga. Orang tua tidak hanya butuh uang dari anak-anaknya, tetapi lebih dari itu mereka butuh kebersamaan dengan anak-anaknya,” ujar Meriam Bellina di hadapan penonton.

Menurutnya, hubungan keluarga sering kali retak bukan karena konflik besar, tetapi karena komunikasi yang perlahan menghilang.

Hal serupa juga disampaikan Nayla Denny Purnama yang memerankan karakter Tasya. Ia melihat film ini sebagai pengingat bagi generasi muda yang sering kali tenggelam dalam kesibukan hidup.

Nayla menilai banyak anak yang fokus mengejar karier atau mimpi pribadi hingga lupa bahwa orang tua mereka juga terus menua.

“Film ini mengajak anak-anak untuk lebih peduli. Kadang kita terlalu sibuk dengan hidup kita sampai lupa kalau orang tua juga menua dan ingin merasa dibutuhkan,” ujar Nayla.

Ia menambahkan bahwa perhatian kecil sering kali memiliki arti besar bagi orang tua.

“Kadang cukup dengan WhatsApp bertanya ‘Ibu sudah makan atau belum’, itu sudah sangat berarti,” tambahnya.

Kisah Mutia dan Konflik yang Terpendam

Film “Senin Harga Naik” diproduksi oleh Starvision dan Legacy Pictures serta disutradarai oleh Dinna Jasanti dengan naskah yang ditulis oleh Rino Sarjono. Film ini memadukan drama keluarga dengan sentuhan comedy-drama yang membuat ceritanya terasa ringan sekaligus emosional.

Cerita film berpusat pada tokoh Mutia, seorang perempuan yang memiliki hubungan rumit dengan ibunya. Perbedaan pandangan tentang masa depan membuat Mutia memilih meninggalkan rumah untuk membuktikan bahwa ia mampu hidup mandiri.

Tahun-tahun berlalu. Mutia meniti karier dan mencoba menjauh dari masa lalu yang terasa berat. Namun takdir justru membawanya kembali ke titik yang sama.

Pekerjaannya menugaskannya menangani proyek pembangunan yang berkaitan dengan sebuah toko roti. Tanpa ia duga, toko roti itu ternyata milik ibunya sendiri.

Pertemuan tersebut memaksa Mutia kembali pulang dan menghadapi konflik keluarga yang selama ini ia hindari. Bersama saudara-saudaranya, ia mencoba memperbaiki hubungan dengan sang ibu dan memahami kembali arti kebersamaan.

Di titik inilah cerita film menemukan kekuatannya: bukan pada konflik besar, melainkan pada percakapan-percakapan kecil yang sering kali terlupakan dalam keluarga.

Kisah yang Dekat dengan Banyak Orang

Film ini menyentuh isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia jarak emosional antara orang tua dan anak yang muncul karena kesibukan, ego, dan perbedaan pandangan hidup.

Bagi banyak penonton, kisah Mutia mungkin terasa terlalu nyata. Banyak keluarga mengalami hal yang sama hubungan yang renggang bukan karena kebencian, melainkan karena percakapan yang tak pernah selesai.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, film ini seolah mengingatkan satu hal sederhana keluarga sering kali tidak membutuhkan sesuatu yang besar.

Kadang yang mereka tunggu hanya satu pesan singkat di ponsel atau satu percakapan yang akhirnya berani dimulai. @dimas

Tags: 2026BioskopCeritadramaFilmKeluargaNasionalsenin harga naikSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Sudah Dibasahi, Api TPA Putri Cempo Muncul Lagi

Sudah Dibasahi, Api TPA Putri Cempo Muncul Lagi

by teguh
September 24, 2026

Api kembali muncul di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Kamis 24/09/2026. Padahal, petugas sebelumnya sudah melakukan pembasahan dan...

KY Gelar Diskusi Publik di Solo Bahas Penguatan Kewenangan

KY Gelar Diskusi Publik di Solo Bahas Penguatan Kewenangan

by eko
September 24, 2026

KY gelar diskusi publik di Solo untuk membahas penguatan kewenangan, kelembagaan, dan pengawasan hakim dalam sistem kekuasaan kehakiman. Tabooo.id: Surakarta...

Surakarta Dipelajari FAO-ICLEI, Sampah Makanan Naik Kelas Jadi Isu Kota

Surakarta Dipelajari FAO-ICLEI, Sampah Makanan Naik Kelas Jadi Isu Kota

by teguh
September 22, 2026

Sisa dan sampah makanan biasanya berakhir di tempat sampah. Namun, bagi FAO dan ICLEI, persoalannya tidak berhenti pada aktivitas membuang....

Next Post
Film “Senin Harga Naik”, Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

Film "Senin Harga Naik", Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id