Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film “Senin Harga Naik”, Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Kapan terakhir kali kamu menelpon ibu? Bukan kirim uang. Bukan transfer. Tapi benar-benar menanyakan kabar.

Pertanyaan sederhana itu terasa seperti tamparan kecil setelah menonton film “Senin Harga Naik.” Film drama keluarga ini menggelar screening spesial di XXI Solo Square, Surakarta, Jumat (13/3/2026) sore. Studio 4 pun dipenuhi penonton yang penasaran dengan cerita keluarga yang katanya “relatable banget”.

Para pemainnya Meriam Bellina, Nayla Denny Purnama, dan Andri Mashadi datang langsung menyapa penonton setelah pemutaran film. Suasananya santai, bahkan sempat diselingi kuis dan obrolan ringan. Tapi isi filmnya sendiri tidak sesantai itu. Ceritanya menyentil.

Film “Senin Harga Naik”, Tentang Rumah yang Selalu Menunggu Kita Pulang
Meriam Bellina, Andri Mashadi, dan Nayla Denny Purnama berada di Studio 4 XXI Solo Square, Surakarta, usai pemutaran film Senin Harga Naik, Jumat (13/3/2026) sore.

Drama Keluarga yang Terasa Terlalu Nyata

Film produksi Starvision dan Legacy Pictures ini disutradarai Dinna Jasanti dengan naskah dari Rino Sarjono. Genre-nya drama keluarga dengan bumbu comedy-drama. Artinya, penonton masih bisa tertawa di beberapa adegan sebelum akhirnya diam di adegan berikutnya.

Cerita berpusat pada Mutia (Nadya Arina), perempuan muda yang bekerja di perusahaan properti besar. Ambisi kariernya membuat hubungan dengan ibunya, Retno (Meriam Bellina), retak. Perbedaan pandangan tentang hidup membuat Mutia memilih pergi dari rumah.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa sukses tanpa campur tangan keluarga.

Tiga tahun berlalu. Karier Mutia justru sedang berada di puncak. Tapi hidup punya cara unik untuk mempertemukan seseorang dengan masa lalunya.

Proyek yang ia tangani ternyata berkaitan dengan rencana penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik ibunya sendiri.

Ironis? Sangat.

Situasi itu memaksa Mutia kembali pulang. Ia harus menghadapi ibunya yang keras kepala sekaligus menghadapi luka lama yang belum benar-benar sembuh.

Konflik yang Tidak Besar, Tapi Sangat Dekat

Yang menarik dari “Senin Harga Naik” adalah konflik yang terasa kecil tapi sebenarnya besar. Tidak ada drama berlebihan. Tidak ada plot twist yang bombastis.

Yang ada justru percakapan-percakapan sederhana yang terasa familiar.

Pertengkaran ibu dan anak. Kesalahpahaman lama. Ego yang sama-sama keras. Dan satu hal yang sering terjadi di banyak keluarga: komunikasi yang perlahan hilang.

Film ini menunjukkan bagaimana jarak emosional bisa terbentuk bukan karena kebencian, tetapi karena kesibukan. Anak sibuk mengejar mimpi. Orang tua sibuk menunggu.

Di era modern, banyak anak merasa sudah berbakti karena bisa membantu finansial keluarga. Tapi film ini mengingatkan satu hal yang sering terlupakan: orang tua tidak selalu butuh uang.

Mereka butuh kehadiran.

Dan kadang, perhatian kecil seperti menanyakan kabar bisa terasa lebih berharga daripada apa pun.

Hiburan yang Diam-Diam Menyentil

Di balik kemasan drama keluarga, film ini sebenarnya membawa kritik sosial kecil. Banyak anak muda hari ini hidup dengan ritme cepat kerja, target, ambisi, karier.

Rumah menjadi tempat yang semakin jauh.

Film ini seolah mengingatkan bahwa hubungan keluarga tidak rusak karena satu kejadian besar. Ia rusak pelan-pelan melalui percakapan yang tidak pernah terjadi.

Itulah sebabnya kisah Mutia terasa dekat bagi banyak penonton. Bukan karena ceritanya spektakuler, tetapi karena ceritanya sangat mungkin terjadi di rumah kita sendiri.

Pulang Bukan Selalu Soal Tempat

Menjelang akhir film, satu pesan terasa jelas rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat di mana seseorang masih ingin mendengar kabar kita.

Di tengah dunia yang semakin sibuk, “Senin Harga Naik” hadir seperti pengingat kecil. Kadang orang tua tidak menunggu hadiah besar.

Mereka hanya menunggu kabar.

Dan mungkin setelah menonton film ini, ada satu hal sederhana yang tiba-tiba terasa penting mengirim pesan singkat atau menelpon ibu malam ini. @dimas

Tags: AnakCeritadramaFilmibuKeluargaKisahNasionalRumahsenin harga naik

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

by Naysa
Mei 12, 2026

Salridan-gil memperlihatkan bagaimana rasa takut bisa berubah menjadi budaya uji nyali baru di Korea. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, anak...

Next Post
Dari Spa Majapahit ke Deodoran: Sejarah Mengusir Bau Badan

Dari Spa Majapahit ke Deodoran: Sejarah Mengusir Bau Badan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id