Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dilan ITB 1997: Antara Nostalgia dan Realita yang Nyelekit

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Kalau Dilan sudah dewasa, dia masih sempat nulis puisi di tembok nggak? Atau dia malah sibuk mikirin cicilan? Sejak teaser Dilan ITB 1997 muncul, pertanyaan ini langsung terasa relevan. Alhasil, publik pun langsung terbagi dua: penasaran atau sedikit was-was.

Dulu, Dilan 1990 dan Dilan 1991 sukses besar dan menyedot jutaan penonton. Kini, Dilan ITB 1997 melanjutkan cerita dengan nuansa yang lebih dewasa. Bahkan, film ini membawa penonton langsung ke realita yang terasa lebih dekat dengan kehidupan sekarang.

Wajah Baru, Rasa Lama?

Kali ini, Iqbaal Ramadhan tidak kembali sebagai Dilan. Sebagai gantinya, Ariel Noah mengambil alih peran Dilan dewasa. Sementara itu, Raline Shah tampil sebagai Milea.

Perubahan ini jelas memancing rasa penasaran. Di satu sisi, publik ingin melihat versi baru. Namun di sisi lain, banyak orang masih terikat dengan versi lama. Jadi, pertanyaannya sederhana: apakah chemistry mereka tetap terasa “Dilan banget”?

Selain itu, Pidi Baiq tetap menulis cerita. Lalu, Fajar Bustomi mengarahkan film ini bersama sang penulis. Karena itu, banyak yang berharap nuansa puitis khas Dilan tetap bertahan, meski ceritanya bergerak ke fase yang lebih matang.

Ini Belum Selesai

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

Cinta yang Ikut Tumbuh atau Retak?

Sekarang, fokus ceritanya berubah. Bukan lagi soal “jadian atau nggak,” melainkan “bisa bertahan atau nggak.”

Dulu, Dilan hadir sebagai simbol cinta santai, nyeleneh, dan tanpa beban. Namun kini, ia menghadapi dunia kampus yang penuh tanggung jawab. Akibatnya, rayuan saja tidak lagi cukup.

Di sisi lain, perubahan ini terasa relevan secara sosial. Banyak orang menikmati cinta ringan saat remaja. Namun, ketika dewasa, mereka menghadapi realita hubungan yang jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, komunikasi jujur, komitmen jelas, dan kompromi jadi hal yang tidak bisa ditawar.

Dilan mungkin masih bisa merayu. Akan tetapi, Milea kemungkinan besar menginginkan sesuatu yang lebih konkret.

Nostalgia vs Realita

Pergantian aktor terasa seperti simbol perubahan itu sendiri. Artinya, film ini tidak sekadar menjual nostalgia. Sebaliknya, film ini mencoba membawa penonton ke fase baru.

Namun demikian, fase baru jarang terasa nyaman.

Di satu sisi, penggemar lama menginginkan rasa yang sama. Di sisi lain, penonton baru mencari cerita yang relevan. Karena itu, film ini menghadapi tantangan besar: menyatukan dua ekspektasi yang berbeda.

Jadi, Kita Siap Lihat Dilan Berubah?

Pada akhirnya, di situlah letak daya tariknya.

Dilan ITB 1997 bukan sekadar lanjutan cerita. Sebaliknya, film ini mengajak penonton untuk melihat satu hal sederhana: apakah cinta lama masih bisa bertahan saat realita ikut berbicara?

Atau justru, kita yang belum siap melihatnya berubah?

Karena saat Dilan berubah, kita pun ikut berkaca. @eko

Tags: ITB

Kamu Melewatkan Ini

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

by teguh
Mei 8, 2026

Kamu pasti pernah berharap kuota internet tidak hangus. Tanpa masa aktif. Bisa dipakai kapan saja. Kedengarannya ideal. Tapi operator seluler...

Kampus Hebat, Etika Terlewat: Kenapa Ini Bisa Lolos?

Kampus Hebat, Etika Terlewat: Kenapa Ini Bisa Lolos?

by dimas
April 17, 2026

Tabooo.id: Deep - Satu lagu lama tiba-tiba memicu kegelisahan baru.Awalnya terlihat biasa, namun maknanya justru menampar kesadaran publik.Lebih jauh, kasus...

Lagu “Erika” Viral: Candaan Lama atau Cara Lama Melecehkan?

Lagu “Erika” Viral: Candaan Lama atau Cara Lama Melecehkan?

by dimas
April 16, 2026

Tabooo.id: Nasional - Satu lagu memicu gelombang reaksi.Awalnya hiburan, lalu berubah jadi kegaduhan nasional.Jadi, kenapa ruang akademik masih bisa kecolongan...

Next Post
iPhone Diserang Malware Global, Tapi Banyak Pengguna Masih Santai

iPhone Diserang Malware Global, Tapi Banyak Pengguna Masih Santai

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id