Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lagu “Erika” Viral: Candaan Lama atau Cara Lama Melecehkan?

by dimas
April 16, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Satu lagu memicu gelombang reaksi.
Awalnya hiburan, lalu berubah jadi kegaduhan nasional.
Jadi, kenapa ruang akademik masih bisa kecolongan hal seperti ini?

Bukan Sekadar Viral, Ini Titik Awal Kegaduhan

Institut Teknologi Bandung (ITB) langsung merespons cepat setelah konten Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT-ITB) viral. Video itu menampilkan lagu “Erika” yang memicu kritik karena memuat unsur kekerasan seksual verbal.

Akibatnya, publik bereaksi keras. Banyak pihak menilai lirik tersebut tidak lagi sejalan dengan norma sosial saat ini.

Karena itu, ITB mengambil sikap tegas.

“ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus,” ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief.

Ini Belum Selesai

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

Dari Panggung Hiburan ke Permintaan Maaf Terbuka

Setelah polemik membesar, HMT-ITB segera menyampaikan permintaan maaf. Mereka mengakui konten tersebut tidak mencerminkan nilai akademik.

Selain itu, mereka langsung menarik seluruh video dan audio dari berbagai platform. Langkah ini menunjukkan tanggung jawab sekaligus evaluasi internal.

Namun demikian, mereka juga mengungkap fakta penting. Lagu tersebut berasal dari era lama. Meski begitu, mereka mengakui kelalaian karena tetap menampilkannya tanpa mempertimbangkan perubahan nilai sosial.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tulis HMT-ITB.

Kampus Bergerak: Etika Kini Tak Bisa Ditawar

Selanjutnya, ITB tidak berhenti pada klarifikasi. Kampus langsung memperkuat sistem pembinaan mahasiswa.

Pertama, ITB mendorong literasi media sosial. Kedua, kampus mempertegas etika komunikasi digital. Selain itu, pembinaan karakter juga diperluas.

Melalui Direktorat Persiapan Bersama, mahasiswa belajar menyampaikan pendapat secara kritis sekaligus santun. Dengan demikian, kampus ingin membentuk budaya digital yang lebih sehat.

“ITB ingin menghadirkan ekosistem pendidikan yang unggul dan sehat secara sosial,” tegas Nurlaela.

Saat Sistem Diuji: Satgas Jadi Garda Terdepan

Di sisi lain, ITB juga mengandalkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Tim ini berperan aktif dalam perlindungan sivitas akademika.

Satgas menyediakan kanal konsultasi. Selain itu, mereka menerima laporan dan mendampingi korban.

Lebih jauh, ITB juga mewajibkan materi pencegahan kekerasan seksual bagi mahasiswa baru. Dengan langkah ini, kampus ingin membangun kesadaran sejak awal.

Satu Video, Satu Hari, Ledakan Reaksi Publik

Semua bermula pada 13 April 2026. Saat itu, video Orkes Semi Dangdut HMT-ITB menyebar cepat di media sosial.

Awalnya terlihat biasa. Namun kemudian, publik menyoroti lirik lagu “Erika” yang dianggap melecehkan perempuan.

Akibatnya, reaksi muncul secara masif. Dalam waktu singkat, tekanan publik meningkat dan mendorong kampus untuk bertindak.

Ini Bukan Lagu Lama. Ini Cara Lama yang Belum Selesai

Masalahnya bukan sekadar lagu lama.
Sebaliknya, ini soal cara lama yang belum ditinggalkan.

Artinya, sebagian ruang akademik masih gagal membaca perubahan nilai sosial. Bahkan, di era digital, kesalahan kecil bisa langsung membesar.

Yang lebih penting, ini jadi pengingat: konteks selalu berubah, tapi sensitivitas sering tertinggal.

Yang Terasa Sepele, Bisa Jadi Luka Kolektif

Sekilas terlihat ringan. Namun dampaknya tidak sederhana.

Apa yang dianggap candaan di satu ruang, bisa melukai banyak orang di ruang lain. Terlebih lagi, media sosial mempercepat penyebaran dampak itu.

Karena itu, semua orang perlu lebih sadar. Di era digital, satu konten bisa berdampak luas dalam hitungan detik.

Kampus Sudah Bergerak, Tapi Apakah Kita Ikut Berubah

Kini, kampus sudah bergerak. Sistem mulai diperbaiki. Edukasi juga diperkuat.

Namun demikian, perubahan tidak berhenti di institusi. Semua pihak harus ikut berbenah.

Sebab pada akhirnya, masalah ini bukan hanya tentang satu lagu. Ini tentang cara kita memahami batas, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas apa yang kita tampilkan. @dimas

Tags: etika mahasiswaITBLiterasi Digitalsatgas ppk

Kamu Melewatkan Ini

AI Makin Pintar, Mengapa Manusia Justru Berhenti Berpikir?

AI Makin Pintar, Mengapa Manusia Justru Berhenti Berpikir?

by dimas
Juli 21, 2026

AI mempermudah pekerjaan manusia, tetapi ketergantungan yang berlebihan dapat mengikis kebiasaan berpikir kritis. Benarkah kecerdasan buatan membuat manusia semakin cerdas,...

Isuzu Belum Temukan Masalah di B50, Tapi Ujian Mesin Diesel Belum Selesai

Isuzu Belum Temukan Masalah di B50, Tapi Ujian Mesin Diesel Belum Selesai

by teguh
Juli 14, 2026

Pemerintah mulai menjalankan program mandatori biodiesel B50 sejak 01/07/2026. Kebijakan ini langsung mendorong produsen kendaraan diesel mempercepat pengujian produknya. PT...

Marketplace Menahan Saldo, Dapur di Rumah Ikut Berhenti Ngebul

Marketplace Menahan Saldo, Dapur di Rumah Ikut Berhenti Ngebul

by teguh
Juli 13, 2026

Setiap hari, jutaan pelaku UMKM membuka dashboard marketplace dengan harapan yang sederhana. Mereka ingin melihat hasil penjualan masuk, menarik saldo,...

Next Post
MBG Berujung UGD: 18 Siswa di Madiun Tumbang Usai Makan Gratis

MBG Berujung UGD: 18 Siswa di Madiun Tumbang Usai Makan Gratis

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id