Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lagu “Erika” Viral: Candaan Lama atau Cara Lama Melecehkan?

by dimas
April 16, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Satu lagu memicu gelombang reaksi.
Awalnya hiburan, lalu berubah jadi kegaduhan nasional.
Jadi, kenapa ruang akademik masih bisa kecolongan hal seperti ini?

Bukan Sekadar Viral, Ini Titik Awal Kegaduhan

Institut Teknologi Bandung (ITB) langsung merespons cepat setelah konten Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT-ITB) viral. Video itu menampilkan lagu “Erika” yang memicu kritik karena memuat unsur kekerasan seksual verbal.

Akibatnya, publik bereaksi keras. Banyak pihak menilai lirik tersebut tidak lagi sejalan dengan norma sosial saat ini.

Karena itu, ITB mengambil sikap tegas.

“ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus,” ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief.

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Dari Panggung Hiburan ke Permintaan Maaf Terbuka

Setelah polemik membesar, HMT-ITB segera menyampaikan permintaan maaf. Mereka mengakui konten tersebut tidak mencerminkan nilai akademik.

Selain itu, mereka langsung menarik seluruh video dan audio dari berbagai platform. Langkah ini menunjukkan tanggung jawab sekaligus evaluasi internal.

Namun demikian, mereka juga mengungkap fakta penting. Lagu tersebut berasal dari era lama. Meski begitu, mereka mengakui kelalaian karena tetap menampilkannya tanpa mempertimbangkan perubahan nilai sosial.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tulis HMT-ITB.

Kampus Bergerak: Etika Kini Tak Bisa Ditawar

Selanjutnya, ITB tidak berhenti pada klarifikasi. Kampus langsung memperkuat sistem pembinaan mahasiswa.

Pertama, ITB mendorong literasi media sosial. Kedua, kampus mempertegas etika komunikasi digital. Selain itu, pembinaan karakter juga diperluas.

Melalui Direktorat Persiapan Bersama, mahasiswa belajar menyampaikan pendapat secara kritis sekaligus santun. Dengan demikian, kampus ingin membentuk budaya digital yang lebih sehat.

“ITB ingin menghadirkan ekosistem pendidikan yang unggul dan sehat secara sosial,” tegas Nurlaela.

Saat Sistem Diuji: Satgas Jadi Garda Terdepan

Di sisi lain, ITB juga mengandalkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Tim ini berperan aktif dalam perlindungan sivitas akademika.

Satgas menyediakan kanal konsultasi. Selain itu, mereka menerima laporan dan mendampingi korban.

Lebih jauh, ITB juga mewajibkan materi pencegahan kekerasan seksual bagi mahasiswa baru. Dengan langkah ini, kampus ingin membangun kesadaran sejak awal.

Satu Video, Satu Hari, Ledakan Reaksi Publik

Semua bermula pada 13 April 2026. Saat itu, video Orkes Semi Dangdut HMT-ITB menyebar cepat di media sosial.

Awalnya terlihat biasa. Namun kemudian, publik menyoroti lirik lagu “Erika” yang dianggap melecehkan perempuan.

Akibatnya, reaksi muncul secara masif. Dalam waktu singkat, tekanan publik meningkat dan mendorong kampus untuk bertindak.

Ini Bukan Lagu Lama. Ini Cara Lama yang Belum Selesai

Masalahnya bukan sekadar lagu lama.
Sebaliknya, ini soal cara lama yang belum ditinggalkan.

Artinya, sebagian ruang akademik masih gagal membaca perubahan nilai sosial. Bahkan, di era digital, kesalahan kecil bisa langsung membesar.

Yang lebih penting, ini jadi pengingat: konteks selalu berubah, tapi sensitivitas sering tertinggal.

Yang Terasa Sepele, Bisa Jadi Luka Kolektif

Sekilas terlihat ringan. Namun dampaknya tidak sederhana.

Apa yang dianggap candaan di satu ruang, bisa melukai banyak orang di ruang lain. Terlebih lagi, media sosial mempercepat penyebaran dampak itu.

Karena itu, semua orang perlu lebih sadar. Di era digital, satu konten bisa berdampak luas dalam hitungan detik.

Kampus Sudah Bergerak, Tapi Apakah Kita Ikut Berubah

Kini, kampus sudah bergerak. Sistem mulai diperbaiki. Edukasi juga diperkuat.

Namun demikian, perubahan tidak berhenti di institusi. Semua pihak harus ikut berbenah.

Sebab pada akhirnya, masalah ini bukan hanya tentang satu lagu. Ini tentang cara kita memahami batas, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas apa yang kita tampilkan. @dimas

Tags: etika mahasiswaITBLiterasi Digitalsatgas ppk

Kamu Melewatkan Ini

Nasionalisme atau Estetika? Saat Simbol Negara Makin Viral

Nasionalisme atau Estetika? Saat Simbol Negara Makin Viral

by Waras
Juni 4, 2026

Garuda ada di timeline. Merah putih ada di foto profil. Kutipan nasionalisme memenuhi beranda setiap hari besar nasional. Tapi ketika...

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

by teguh
Juni 1, 2026

Jakarta memiliki banyak bangunan yang menjulang tinggi. Sebagian menjadi simbol kekuasaan. Lainnya tumbuh sebagai pusat ekonomi dan aktivitas masyarakat. Namun...

Budaya Scroll: Cepat Melihat, Sulit Memahami?

Budaya Scroll: Cepat Melihat, Sulit Memahami?

by dimas
Mei 28, 2026

Budaya scroll tanpa henti di TikTok, Reels, dan Shorts mulai mengubah cara anak Indonesia belajar, fokus, dan berinteraksi sosial. Tabooo.id...

Next Post
MBG Berujung UGD: 18 Siswa di Madiun Tumbang Usai Makan Gratis

MBG Berujung UGD: 18 Siswa di Madiun Tumbang Usai Makan Gratis

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id