Studi Can Coloring Mandalas Reduce Anxiety? (2005) oleh Curry dan Kasser pada 84 mahasiswa menemukan pola terstruktur membantu meredakan kecemasan sesaat.
Tabooo.id: Nancy A. Curry dan Tim Kasser melibatkan 84 mahasiswa untuk meneliti pengaruh aktivitas seni terhadap kecemasan. Studi berjudul Can Coloring Mandalas Reduce Anxiety? yang terbit dalam jurnal Art Therapy pada 2005 itu membandingkan aktivitas mewarnai mandala, pola kotak atau plaid (motif kotak-kotak), dan mewarnai bebas pada kertas kosong. Hasilnya menunjukkan bahwa mewarnai pola geometris terstruktur berpotensi membantu menurunkan kecemasan sesaat.
Sebelum mulai mewarnai, peneliti meminta peserta menjalani aktivitas singkat untuk meningkatkan kecemasan. Setelah itu, mereka membagi peserta secara acak ke dalam tiga kelompok.
Kelompok pertama mendapat pola mandala. Kelompok kedua mendapat pola geometris berbentuk plaid. Sementara itu, kelompok ketiga mendapat kertas kosong untuk aktivitas mewarnai tanpa struktur.
Peserta kemudian menjalani aktivitas tersebut selama 20 menit. Peneliti membandingkan tingkat kecemasan sebelum dan setelah kegiatan untuk melihat perubahan yang terjadi.
Mandala Bukan Satu-satunya yang Menunjukkan Efek
Hasil eksperimen menunjukkan kecemasan menurun pada kelompok yang mewarnai mandala dan pola plaid. Besarnya penurunan pada kedua kelompok tersebut kurang lebih sama.
Sebaliknya, kelompok yang melakukan aktivitas tanpa pola terstruktur mengalami penurunan kecemasan yang lebih kecil.
Temuan ini penting karena hasil penelitian tidak menunjukkan bahwa mandala merupakan satu-satunya bentuk yang berkaitan dengan penurunan kecemasan.
Pola plaid yang terstruktur juga menghasilkan efek serupa.
Karena itu, Curry dan Kasser menduga struktur pola mungkin menjadi salah satu unsur penting dalam aktivitas tersebut. Menurut dugaan mereka, pola geometris yang cukup kompleks dapat membantu seseorang memasuki kondisi yang menyerupai meditasi.
Yang Diukur adalah Kecemasan Sesaat
Peneliti juga membatasi eksperimen ini pada perubahan kecemasan sesaat. Mereka terlebih dahulu meningkatkan kecemasan peserta dalam kondisi eksperimen, kemudian mengukur perubahannya setelah aktivitas mewarnai.
Dengan kata lain, temuan tersebut membahas state anxiety atau kecemasan yang muncul pada kondisi dan waktu tertentu. Penelitian ini tidak membuktikan bahwa mewarnai dapat menyembuhkan gangguan kecemasan klinis.
Studi lanjutan juga menghasilkan temuan yang tidak sepenuhnya seragam. Sebuah studi replikasi pada 2012, misalnya, menemukan bahwa mewarnai mandala menurunkan kecemasan lebih besar dibandingkan pola plaid maupun kertas kosong.
Namun, eksperimen Curry dan Kasser memberi petunjuk sederhana yaitu ketika seseorang sedang mengalami kecemasan sesaat, aktivitas visual yang terstruktur mungkin membantu mengalihkan perhatian sekaligus menenangkan pikiran.
Bukan sekadar soal warna. Struktur dari aktivitas yang dilakukan tampaknya juga layak diperhitungkan. @waras








