Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PGS Solo Tutup: Kepailitan Akhiri Dua Dekade Perdagangan

by Waras
Agustus 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Pusat Grosir Solo (PGS) resmi tutup permanen setelah lebih dari dua dekade menjadi salah satu pusat perdagangan di Kota Solo. Bukan sekadar kalah oleh pasar yang sepi atau e-commerce, tapi…

Tabooo.id: Pusat Grosir Solo (PGS) resmi menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya secara permanen pada awal Agustus 2026. Penutupan ini mengakhiri perjalanan pusat perdagangan tekstil yang telah beroperasi di kawasan Gladag, Solo, sejak 2005.

Namun, berakhirnya aktivitas PGS bukan sekadar cerita tentang pusat perbelanjaan yang kehilangan pembeli.

Materi yang dihimpun menempatkan proses kepailitan PT Putera Griya Sentosa, pemilik sekaligus pengelola gedung, sebagai faktor utama yang membawa PGS menuju penutupan permanen.

Kepailitan Mengubah Pengelolaan PGS

PGS berdiri di Jalan Mayor Sunaryo No. 1, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta. Selama lebih dari dua dekade, gedung lima lantai itu menjadi salah satu pusat perdagangan tekstil, batik, dan busana muslim di Solo.

Pada masa aktifnya, PGS pernah menampung sekitar 700 kios dari kapasitas sekitar 900 tenant.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Situasi berubah ketika PT Putera Griya Sentosa dinyatakan pailit.

Setelah proses kepailitan berjalan, kewenangan atas aset PGS beralih dari manajemen lama kepada tim kurator yang ditunjuk pengadilan niaga.

Kurator kemudian mengelola aset tersebut sebagai bagian dari boedel pailit untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur.

Perubahan pengelolaan itu ikut mengubah skema biaya bagi tenant.

Materi sumber mencatat tarif sewa jangka panjang sebelumnya sekitar Rp150 juta untuk 20 tahun. Dalam skema pengelolaan kurator, tarif disebut mencapai Rp600 juta untuk 10 tahun.

Sementara itu, opsi sewa jangka pendek tercatat sekitar Rp40 juta untuk enam bulan.

Kondisi tersebut semakin menekan kemampuan pedagang untuk bertahan.

Dari sekitar 700 kios yang pernah terisi, jumlah tenant aktif kemudian menyusut hingga sekitar 60 tenant menjelang fase akhir operasional.

Bukan Cuma karena Pasar Sepi

Penutupan PGS mudah dibaca sebagai cerita lama tentang pusat perdagangan konvensional yang kalah melawan e-commerce.

Apalagi, tekanan terhadap perdagangan offline memang sudah muncul sejak pandemi COVID-19. Persaingan dengan perdagangan digital juga ikut mengubah perilaku konsumen.

Namun, materi sumber menunjukkan persoalan PGS tidak berhenti pada perubahan pola belanja.

Faktor penentu penutupan justru berada pada persoalan hukum dan finansial perusahaan pengelola. Kepailitan PT Putera Griya Sentosa kemudian membawa aset PGS ke bawah pengelolaan kurator.

Sebelum kepailitan, hubungan antara pengelola dan pedagang juga sempat memanas.

Pada 2022, pedagang menolak kenaikan service charge dari Rp57.500 menjadi Rp80.000 per meter persegi per bulan.

Pedagang juga mempersoalkan kondisi fasilitas, mulai dari atap bocor hingga sistem pendingin ruangan. Mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kota Surakarta tidak menghasilkan kesepakatan.

Manajemen sebenarnya sempat menyiapkan transformasi PGS menjadi kawasan one-stop shopping. Rencana itu mencakup renovasi, sentra kuliner, pusat oleh-oleh, hingga sistem Customer Relationship Management (CRM) untuk tenant.

Namun, rencana tersebut berhenti ketika proses kepailitan mengubah penguasaan dan pengelolaan aset.

Tenant Pergi, Aktivitas Perdagangan Berhenti

Menjelang penutupan, perubahan paling nyata terlihat dari kios-kios yang mulai kosong.

Pedagang membongkar etalase, menurunkan manekin, lalu mengemas barang dagangan untuk dipindahkan. Aktivitas yang selama bertahun-tahun memenuhi gedung itu perlahan berhenti.

Sebagian pedagang kemudian memindahkan usahanya ke Beteng Trade Center (BTC) yang berada dekat PGS.

Pedagang lain memilih Pasar Klewer. Sementara itu, sebagian lainnya meninggalkan ruang fisik dan beralih ke penjualan digital.

Artinya, perdagangan tidak sepenuhnya hilang.

Aktivitasnya berpindah.

Pedagang Pergi, Pekerja Ikut Terdampak

Dampak penutupan PGS tidak berhenti pada pemilik kios.

Pramuniaga, petugas keamanan, tenaga kebersihan, jasa ekspedisi, transportasi, hingga usaha kecil di sekitar kawasan ikut menghadapi perubahan aktivitas ekonomi.

Pedagang yang pindah ke lokasi baru juga harus menekan biaya operasional. Materi sumber mencatat sebagian pedagang mengurangi jumlah pekerja setelah pindah.

Salah satu ilustrasinya, jumlah pramuniaga yang sebelumnya tujuh orang dipangkas menjadi tiga orang.

Hilangnya aktivitas PGS juga berpotensi mengubah denyut ekonomi kawasan Gladag. Selama bertahun-tahun, perputaran pembeli tidak hanya menghidupi kios di dalam gedung.

Arus itu juga menggerakkan parkir, transportasi, ekspedisi, kuliner, dan usaha kecil di sekitarnya.

Gedung PGS Kini Menunggu Babak Berikutnya

Setelah operasional berhenti, bangunan PGS berada di bawah penguasaan tim kurator dan masuk dalam mekanisme penyelesaian aset pailit.

Materi sumber menyebut aset tersebut selanjutnya dapat masuk proses lelang. Investor baru nantinya berpotensi menentukan arah pemanfaatan gedung tersebut.

Karena itu, penutupan PGS bukan sekadar kisah pasar yang semakin sepi.

E-commerce dan perubahan perilaku konsumen memang memberi tekanan pada perdagangan fisik. Namun, dalam kasus PGS, kepailitan pengelola menjadi titik yang mengubah tekanan bisnis menjadi penghentian operasional.

Selama lebih dari dua dekade, ribuan transaksi pernah terjadi di balik kios-kiosnya.

Kini pintunya berhenti menjadi tempat orang datang untuk berdagang.

Tetapi bagi para pedagang dan pekerja yang pernah menggantungkan penghasilan di sana, persoalannya belum selesai.

PGS boleh berhenti beroperasi. Orang-orang yang hidup dari ekosistemnya tetap harus mencari tempat untuk melanjutkan hidup. @waras

Tags: kepailitan pt putera griya sentosapedagang pgsperdagangan solopgs solopusat perdagangan solo

Kamu Melewatkan Ini

Satu Titik Belanja Tutup, Satu Ekosistem Ikut Goyang

Satu Titik Belanja Tutup, Satu Ekosistem Ikut Goyang

by Waras
Agustus 18, 2026

PGS Solo sudah berhenti beroperasi. Kios dibongkar, barang dipindahkan, dan pedagang mencari tempat baru. Namun, kerugian dari penutupan ini tidak...

PGS Gulung Tikar: Salah Model Bisnis?

PGS Gulung Tikar: Salah Model Bisnis?

by Waras
Agustus 16, 2026

PGS Solo tutup permanen. Sekilas, kita dengan mudah menuding penyebabnya adalah perubahan perilakubelanja dan maraknya marketplace. Namun, ketika jumlah tenant...

Rolling Door PGS Turun, Pekerjaan Ratusan Orang Ikut Hilang

Rolling Door PGS Turun, Pekerjaan Ratusan Orang Ikut Hilang

by Waras
Agustus 11, 2026

Manekin masuk kardus. Etalase dibongkar. Rolling door turun satu per satu. Namun, yang paling sulit dikemas bukan barang dagangan. Pekerjaan...

Next Post
Bukan Cuma Harga Beras Naik, Tapi Kecemasan Orang Tua Saat Belanja

Bukan Cuma Harga Beras Naik, Tapi Kecemasan Orang Tua Saat Belanja

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id