Bukan cuma soal motor, Bikers Iqro Solo Raya menjadikan komunitas sebagai ruang belajar Al-Qur’an, membangun persaudaraan, dan mencari arah hidup bersama.
Tabooo.id: Surakarta – Suara knalpot, deretan motor, jaket komunitas, dan kopi di atas meja sering menjadi gambaran pertama tentang dunia bikers. Banyak orang melihat komunitas motor sebagai tempat kumpul, touring, membahas kendaraan, lalu pulang. Namun, realitas di balik sebuah komunitas sering kali menawarkan cerita yang lebih dalam.
Di tengah perayaan 26th Anniversary Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Central Java di Taman Sriwedari, Solo, Sabtu (22/8/2026) malam, berbagai komunitas motor datang dengan identitas dan cerita masing-masing. Salah satunya Bikers Iqro Solo Raya, komunitas yang memadukan kecintaan terhadap motor dengan kegiatan belajar Al-Qur’an.
Motor Menjadi Titik Awal Pertemuan
Bikers Iqro Solo Raya berdiri pada 2019 dengan gagasan sederhana. Mereka mengajak teman-teman yang memiliki hobi motor untuk berkumpul sekaligus belajar membaca Al-Qur’an. Dari kesamaan hobi itu, mereka kemudian membangun ruang untuk belajar dan menjaga kebersamaan.
Tomi, salah satu anggota Bikers Iqro Solo Raya, mengatakan komunitas tersebut membuka kesempatan bagi teman-teman yang ingin belajar Al-Qur’an. Menurutnya, komunitas hadir untuk mewadahi para bikers yang ingin mengembangkan diri tanpa meninggalkan hobi mereka.
“Kami mewadahi teman-teman yang mau membaca Al-Qur’an,” kata Tomi.
Para anggota rutin belajar Al-Qur’an dua kali dalam sepekan. Mereka juga mengikuti kajian bersama KH Anis Maftuhin dari Pondok Pesantren Wali Salatiga. Rutinitas itu terus mereka jalani sambil menjaga suasana komunitas yang santai dan akrab.
Lima Tahun Menjaga Ngaji dan Kebersamaan
Perjalanan komunitas selama sekitar lima tahun tidak selalu hanya berisi kegiatan formal. Para anggota juga menikmati kebersamaan dengan mengobrol dan ngopi setelah bertemu. Bagi mereka, kegiatan sederhana itu justru membantu menjaga hubungan antaranggota.
“Sebagian perjalanan selama lima tahun ini kami jalani dengan istiqomah mengaji dan tetap kumpul-kumpul untuk ngopi,” ujar Tomi.
Kebersamaan menjadi bagian penting dalam perjalanan Bikers Iqro Solo Raya. Mereka datang karena memiliki hobi yang sama, lalu membangun hubungan melalui kegiatan yang mereka jalani bersama. Motor menjadi alasan untuk bertemu, tetapi persaudaraan memberi alasan untuk terus berkumpul.
Motor Apa Pun, yang Penting Mau Belajar
Bikers Iqro Solo Raya tidak menetapkan syarat khusus terkait jenis atau merek motor. Tomi mengatakan siapa saja bisa bergabung selama memiliki keinginan untuk berkumpul dan belajar Al-Qur’an. Komunitas ini tidak menjadikan kendaraan sebagai ukuran utama untuk menentukan seseorang bisa menjadi bagian dari mereka.
“Untuk motor bebas, yang penting mau kumpul untuk ngaji dan belajar Al-Qur’an,” katanya.
Prinsip itu membuat komunitas ini terbuka bagi berbagai kalangan. Motor besar atau kecil, baru atau lama, bukan persoalan utama. Mereka lebih mengutamakan kemauan untuk hadir, belajar, dan menjaga kebersamaan.
Di Balik Jaket Bikers, Ada Manusia yang Mencari Ruang
Publik sering melihat komunitas motor dari apa yang tampak di luar. Jaket, helm, konvoi, dan suara mesin menjadi identitas yang paling mudah terlihat. Padahal, di balik atribut tersebut, setiap anggota membawa cerita dan kebutuhan yang berbeda.
Ada yang mencari teman untuk berbagi hobi, ada yang ingin memperluas pergaulan dan keluar dari rutinitas sehari-hari dam ada pula yang membutuhkan lingkungan yang mendorongnya untuk belajar dan bertumbuh.
Bikers Iqro Solo Raya menunjukkan bahwa komunitas dapat memberi lebih dari sekadar teman touring. Mereka mencoba menciptakan ruang bagi anggotanya untuk saling bertemu dan belajar. Dari pertemuan rutin itu, mereka membangun hubungan yang tidak hanya berhenti di jalan raya.
Persaudaraan Tak Mengenal Merek Motor
Kehadiran Bikers Iqro Solo Raya dalam perayaan 26 tahun BBMC Central Java juga menjadi kesempatan untuk bertemu komunitas lain. Para bikers datang dari berbagai latar belakang, membawa motor yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu ruang kebersamaan.
Tomi mengapresiasi BBMC Central Java yang mengajak berbagai komunitas untuk hadir. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan dan persaudaraan antar-bikers.
“Saya berharap semua bikers yang datang bisa menjalin persaudaraan antar-bikers,” ujarnya.
Ia juga berharap komunitas motor ke depan dapat menghadirkan lebih banyak kegiatan yang memberi manfaat bagi anggotanya. Salah satunya melalui kegiatan pengajian yang bisa menjadi ruang belajar dan mencari ketenangan bersama.
“Saya berharap ke depannya ada pengajian untuk bikers agar hati adem dan nyaman,” kata Tomi.
Bukan Sekadar Gas dan Gaya
Dunia motor sering identik dengan kebebasan dan perjalanan. Banyak bikers menikmati sensasi melaju di jalan, menjelajahi tempat baru, dan bertemu teman seperjalanan. Namun, perjalanan hidup tidak selalu hanya membutuhkan tujuan yang jauh, tetapi juga arah yang jelas.
Bikers Iqro Solo Raya mencoba menemukan makna itu melalui komunitas. Mereka tidak meninggalkan motor, tetapi menggunakan hobi tersebut sebagai jalan untuk membangun pertemanan dan belajar bersama. Dari satu kesamaan hobi, mereka menciptakan ruang yang memberi arti lebih bagi anggotanya.
Ini bukan sekadar cerita tentang bikers yang mengaji. Ini juga menggambarkan bagaimana manusia mencari tempat untuk diterima, bertumbuh, dan menemukan arah hidup.
Pada akhirnya, orang mungkin masuk ke sebuah komunitas karena satu hobi. Namun, mereka sering bertahan karena menemukan sesuatu yang lebih besar: teman, persaudaraan, dan ruang untuk menjadi lebih baik.
Sebab, yang dicari di perjalanan tidak selalu hanya teman untuk melaju di atas aspal. Kadang, manusia juga membutuhkan teman yang membantu menjaga arah perjalanan hidupnya.@eko







