Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

by eko
Agustus 23, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Kraton Solo menggelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi di Sitinggil Lor sebagai bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Garebeg Mulud 2026.

Tabooo.id: Surakarta – Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar prosesi Jamasan Pusaka Nyai Setomi di Bangsal Witono, Sitinggil Lor, Rabu (22/9/2026) pagi. Kraton memasukkan ritual sakral tersebut dalam rangkaian Hajad Dalem Garebeg Mulud atau Sekaten.

Sekitar 50 abdi dalem mengikuti prosesi jamasan. Kelompok Semut Ireng, Bon Darat, dan jajaran abdi dalem putri menjalankan tugas masing-masing sesuai tata cara Kraton.

Pengangeng Kaputren GKR Alit memimpin kegiatan tersebut. GRAy Koes Rahmaniyah turut hadir mendampingi jalannya prosesi.

Jamasan Nyai Setomi menjadi bagian dari persiapan menjelang Garebeg Mulud Be 1960 atau tahun 2026. Kraton melalui ritual ini memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik dan lancar.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Jaga Tradisi Jelang Garebeg Mulud

Utusan Dalem Kraton Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Parno Adiningrat, mengatakan prosesi jamasan tahun ini berlangsung khidmat dan lancar.

Menurutnya, Kraton terus menjalankan jamasan untuk nguri-uri adat yang telah hidup secara turun-temurun.

“Jamasan Nyai Setomi ini untuk nguri-uri adat turun-temurun, dan jamasan ini memohon agar Garebeg Mulud Be 1960 atau tahun 2026 semuanya berjalan baik dan lancar,” ujar KP Parno Adiningrat.

Kraton menggelar Jamasan Nyai Setomi bukan hanya untuk merawat pusaka. Prosesi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi yang menyertai penyelenggaraan Garebeg Mulud.

Abdi Dalem Tertentu Jalankan Jamasan

KP Parno menjelaskan, Kraton menetapkan aturan khusus bagi abdi dalem yang menjalankan tugas jamasan di dalam.

Hanya abdi dalem yang telah menjalani Sumpah Raja yang dapat menjalankan tugas tersebut. Mereka juga harus memperoleh dhawuh atau lilah dari SISKS PB XIV.

“Untuk yang bertugas menjamasi Nyai Setomi di dalam harus mereka yang sudah mendapat dhawuh atau lilah dari SISKS PB XIV,” katanya.

Aturan tersebut menjaga setiap tahapan prosesi tetap mengikuti tata cara Kraton. Para abdi dalem menjalankan tugas sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Nyai Setomi Bawa Jejak Sejarah

Nyai Setomi merupakan meriam pusaka yang berkaitan dengan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Pusaka ini berpasangan dengan Kanjeng Kyai Setomo atau Si Jagur.

Kini, Museum Fatahillah di Jakarta menyimpan Si Jagur.

Keduanya memiliki nilai historis tinggi karena berkaitan dengan perjuangan Sultan Agung saat menyerang VOC di Batavia.

Nyai Setomi kini menjadi bagian dari pusaka yang Kraton Solo jaga. Melalui Jamasan, Kraton juga terus merawat hubungan antara warisan sejarah dan tradisi yang hidup hingga sekarang.

Wilujengan Awali Prosesi

Para abdi dalem mengawali prosesi dengan wilujengan. Kraton kemudian menyajikan sesaji berupa hasil bumi dan tumpeng sebagai bagian dari rangkaian ritual.

Selanjutnya, para abdi dalem membersihkan Krobongan Bale Manguneng, tempat Nyai Setomi berada. Mereka menjalankan setiap tahapan sesuai tata cara yang berlaku.

Setelah seluruh rangkaian selesai, para abdi dalem menutup prosesi dan mengunci pintu krobongan. Penutupan itu menandai berakhirnya Jamasan Pusaka Nyai Setomi.

Prosesi ini kembali menjadi salah satu bagian penting menjelang Garebeg Mulud. Kraton Solo melalui jamasan terus menjaga pusaka sekaligus meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.@eko

Tags: JamasanKraton SurakartaNyai SetomiPB XIVSolo

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

by teguh
September 25, 2026

Api kembali muncul di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis 24/9/2026. Petugas sebelumnya terus membasahi titik panas setelah kebakaran besar melanda...

Next Post
Nyai Setomi Tak Lagi Bertempur, Tapi Sejarahnya Masih Hidup

Nyai Setomi Tak Lagi Bertempur, Tapi Sejarahnya Masih Hidup

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id