Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hujan Rintik Warnai Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata

by dimas
Maret 2, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Rintik hujan turun sesaat saat prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026) siang. Langit kelabu menambah kesan haru saat pasukan TNI, keluarga, dan pelayat memberi penghormatan terakhir.

Meski hujan mengguyur, prosesi tetap berjalan lancar. Para pelayat mengikuti upacara dengan tertib, bernaung di bawah tenda-tenda yang dipasang di sekeliling makam. Dentuman salve dan suara marching band mengiringi jenazah yang dibalut bendera Merah Putih ke liang lahat.

Presiden Prabowo Pimpin Apel Persada

Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara meletakkan karangan bunga di pusara. Ia menyampaikan penghormatan atas nama negara dan TNI, memaparkan riwayat almarhum dari Panglima ABRI 1988-1993 hingga Wakil Presiden RI 1993-1998.

“Semoga jalan dharma bakti almarhum menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” ucap Presiden. Dentuman salve kembali terdengar sebagai penghormatan terakhir.

Keluarga dan Pelayat Memberi Hormat

Liang lahat Try Sutrisno berada di sisi makam Pramono Edhie Wibowo dan Ani Yudhoyono, berdekatan dengan pusara Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie dan istri, Hasri Ainun Besari. Sejak siang, prajurit TNI berjaga di sejumlah titik, sementara pelayat terus berdatangan memberi penghormatan.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Putra almarhum, Taufik Dwi Cahyono, menyebut kondisi ayahnya menurun karena faktor usia.

“Bapak sudah tua, kemampuan tubuh menurun. Tidak ada penyakit khusus,” ujar Taufik.

Try menjalani perawatan sejak 16 Februari 2026 karena penurunan nafsu makan. Tim dokter RSPAD dan tim kepresidenan memberikan penanganan maksimal.

Kehidupan dan Warisan Try Sutrisno

Try Sutrisno meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 06.58 WIB pada usia 90 tahun. Kehadiran tokoh militer dan pejabat negara, serta prosesi militer yang khidmat, menegaskan penghormatan tinggi terhadap almarhum.

Momen ini menjadi pengingat bahwa pengabdian pada negara tercatat tidak hanya dalam dokumen resmi, tapi juga di hati masyarakat dan pasukan yang menegakkan penghormatan terakhir, bahkan saat hujan rintik menambah khidmat suasana.ra tidak hanya tercatat dalam sejarah formal, tetapi juga di hati masyarakat dan pasukan yang menegakkan penghormatan terakhir, bahkan di bawah hujan rintik yang menambah khidmat suasana. @dimas

Tags: JakartaMiliterNasionalpemakaman

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

by teguh
Juni 2, 2026

Di tengah badai ekonomi, ketegangan politik, dan masa depan Indonesia yang penuh ketidakpastian pada pertengahan 1960-an, Presiden Soekarno mengambil langkah...

Next Post
Klenik, Kebodohan, dan Keberanian Berpikir

Klenik, Kebodohan, dan Keberanian Berpikir

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id