Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo Mahasiswa Kepung Jakarta, Jalanan Uji Kepercayaan Publik

by dimas
Juli 17, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Ratusan mahasiswa menggelar demonstrasi di Jakarta. Polisi mengerahkan 3.728 personel untuk mengamankan aksi di tengah upaya menjaga ketertiban dan kepercayaan publik dalam ruang demokrasi.

Tabooo.id: Jakarta – Ribuan aparat keamanan kembali bersiaga di Ibu Kota. Bukan karena ancaman bencana, melainkan untuk mengawal gelombang demonstrasi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat. Pada Jumat (17/7/2026), sekitar 500 hingga 750 orang dijadwalkan turun ke jalan di sejumlah titik di Jakarta. Polisi memperkirakan jumlah itu masih akan bertambah karena tidak semua peserta tercantum dalam surat pemberitahuan aksi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa demonstrasi masih menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk menyampaikan kegelisahan. Banyak warga memilih turun ke jalan ketika dialog dengan pemerintah belum memberi jawaban yang mereka harapkan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup peserta yang telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepolisian.

“Jumlah massa aksi ada 500 sampai dengan 750. Ini yang baru melaporkan, artinya baru memberikan informasi kepada kepolisian melalui surat pemberitahuan,” ujar Budi saat ditemui di kawasan Silang Monumen Nasional, Jumat.

Budi menilai jumlah peserta dapat meningkat. Sebagian masyarakat bisa bergabung secara spontan saat aksi berlangsung. Aktivitas warga di sekitar lokasi, termasuk pelaku UMKM, juga diperkirakan akan menambah kepadatan kawasan.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

“Selain peserta aksi, ada masyarakat yang melihat aksi, termasuk pelaku UMKM yang tetap beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi,” katanya.

Ribuan Personel Kawal Jalannya Aksi

Polda Metro Jaya mengerahkan 3.728 personel gabungan untuk mengamankan demonstrasi. Personel berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Kodam Jaya, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Aparat tidak hanya menjaga ketertiban peserta aksi. Mereka juga berupaya memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Polisi melarang massa menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Jalan MH Thamrin. Kawasan tersebut masuk kategori objek vital nasional dan menjadi jalur utama mobilitas warga.

Menurut kepolisian, konsentrasi massa di lokasi itu berisiko memicu kemacetan panjang. Dampaknya dapat menjalar ke Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan sejumlah ruas utama lain di Jakarta.

“Kalau terjadi kepadatan di wilayah tersebut, perputaran ekonomi dan aktivitas masyarakat bisa ikut terganggu,” kata Budi.

Karena itu, polisi akan menerapkan penyekatan secara situasional. Aparat juga mengarahkan massa menuju lokasi yang telah disiapkan, seperti kawasan Jalan Medan Merdeka dan sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Jalanan Kembali Menjadi Arena Demokrasi

Konstitusi menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, setiap aksi juga menuntut tanggung jawab agar keamanan, ketertiban, dan kepentingan publik tetap terjaga.

Kondisi tersebut menempatkan aparat pada posisi yang tidak mudah. Mereka harus melindungi hak masyarakat untuk berdemonstrasi. Pada saat yang sama, mereka juga wajib menjaga kelancaran transportasi, aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik.

Bagi warga Jakarta, demonstrasi hampir selalu membawa konsekuensi yang sama. Arus lalu lintas berubah, mobilitas terganggu, dan aktivitas harian sering melambat.

Namun, di balik rekayasa lalu lintas dan ribuan personel yang berjaga, demonstrasi menyampaikan pesan yang lebih besar. Jalanan tidak hanya menjadi ruang bagi kendaraan. Jalanan juga berubah menjadi ruang politik ketika warga merasa aspirasinya belum memperoleh jawaban melalui jalur formal.

Besarnya jumlah aparat maupun massa bukan menjadi ukuran utama keberhasilan pengamanan. Yang lebih penting adalah terciptanya demonstrasi yang damai, tersampaikannya aspirasi masyarakat, serta terlindunginya hak seluruh warga secara seimbang. Demokrasi tidak hanya diuji oleh banyaknya orang yang turun ke jalan, tetapi juga oleh kemampuan negara menjaga kebebasan sekaligus ketertiban publik. @dimas

Tags: aksi mahasiswaDemo MahasiswaDemokrasiJakartaKepercayaan PublikMahasiswa Bergerak

Kamu Melewatkan Ini

Kebijakan Publik Bukan Hadiah Negara, tetapi Hak Rakyat

Kebijakan Publik Bukan Hadiah Negara, tetapi Hak Rakyat

by dimas
Juli 15, 2026

Kebijakan publik seharusnya menjadi hak rakyat, bukan hadiah negara. Mengapa berbagai kebijakan memicu kritik dan menguji kepercayaan publik? Tabooo.id -...

Negara Meminta Percaya, Tapi Momentum Memilih Bertanya

Negara Meminta Percaya, Tapi Momentum Memilih Bertanya

by dimas
Juli 15, 2026

Negara meminta publik percaya, tetapi penghentian pendataan MBG di tengah kasus Febrie justru memunculkan tanda tanya baru. Tabooo.id - Ada...

Ketika Hukum Kehilangan Organ, Kebenaran Ikut Tenggelam

Ketika Hukum Kehilangan Organ, Kebenaran Ikut Tenggelam

by dimas
Juli 14, 2026

Ketika hukum kehilangan arah dan kepercayaan publik runtuh, kebenaran ikut tenggelam di tengah perebutan narasi serta krisis penegakan hukum di...

Next Post
Kerja? Nanti Dulu. Negara Tidak Kekurangan ASN. Yang Kurang Rasa Malu.

Negara Tidak Kekurangan ASN, Bagaimana Hasil Kerjanya?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id