Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan, atau mempertahankan harga lalu perlahan kehabisan keuntungan.

Tabooo.id – Di tengah harga pangan yang terus bergerak naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema yang makin berat:

menaikkan harga jual atau pelan-pelan kehilangan usaha mereka sendiri.

Masalahnya, pelanggan juga sedang kesulitan.

Akibatnya, banyak pedagang kecil sekarang hidup di antara dua tekanan sekaligus: modal yang terus naik dan daya beli masyarakat yang makin melemah.

Warung Kecil Sedang Menahan Beban Besar

Dayat Solihin (63), pemilik warung nasi di Majalaya, merasakan langsung tekanan itu. Harga gas Elpiji 12 kilogram sempat melonjak dari Rp140 ribu menjadi Rp210 ribu.

Ini Belum Selesai

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Demokrasi Kita?

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Namun Dayat tidak bisa sembarangan menaikkan harga makanan.

“Kalau saya naikkan harga, pelanggan bisa pergi. Tapi kalau tidak naik, saya yang habis,” kata Dayat.

Situasi pasar yang makin sepi membuat kondisinya semakin sulit. Kadang ia harus menunggu lama sampai dagangannya benar-benar habis.

Buat pedagang kecil seperti Dayat, kenaikan harga bukan cuma soal angka.

Itu soal bertahan hidup dari hari ke hari.

Pedagang Sayur Mulai Kehabisan Ruang

Tekanan serupa dirasakan Aman Sulaeman (48), pedagang sayuran di wilayah yang sama.

Menurut Aman, harga bumbu dapur dan sayuran sering tetap tinggi meski masa panen sudah lewat.

“Sekarang susah cari harga stabil. Modal naik terus, tapi pembeli maunya tetap murah,” ujarnya.

Karena itu, Aman harus terus memutar strategi agar dagangannya tetap laku tanpa membuat pelanggan kabur.

Namun masalahnya tidak berhenti di harga sayur.

Biaya operasional lain ikut naik, mulai dari transportasi sampai kebutuhan pendukung jualan sehari-hari.

Harga Beras dan Plastik Sama-sama Menekan

Di Bandung, tekanan datang dari arah berbeda.

Siti, seorang pedagang beras, mengatakan harga beras kini menyentuh Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Namun yang naik ternyata bukan cuma gabah.

Harga plastik kemasan lima kilogram juga ikut melonjak dan akhirnya mendorong harga jual beras kemasan.

“Sekarang bukan cuma beras yang mahal. Kemasannya juga ikut naik,” kata Siti.

Situasi itu membuat pedagang kecil semakin sulit menjaga harga tetap terjangkau.

Karena ketika biaya terus bertambah, keuntungan mereka justru makin menipis.

Pedagang Ayam Mulai Mengurangi Untung

Di Makassar, pedagang ayam potong bernama Haji Kulle juga menghadapi tekanan serupa.

“Belanja modal Rp150 ribu sekarang rasanya habis begitu saja,” katanya.

Menurut Haji Kulle, kenaikan harga ayam membuat keuntungan yang dulu masih terasa sekarang hampir hilang.

Hal yang sama terjadi pada banyak pedagang sembako lain. Harga kacang tanah, kedelai impor, hingga bahan kemasan ikut naik tajam.

Akibatnya, banyak pedagang mulai mengambil langkah bertahan:
mengurangi keuntungan, memperkecil porsi, atau menekan biaya sebisa mungkin.

Pedagang Kecil Sedang Bertahan, Bukan Berkembang

Kalimat “pelaku usaha harus kreatif” sering terdengar bagus di seminar bisnis.

Namun realitas di lapangan jauh lebih keras.

Pedagang kecil sekarang tidak sedang memikirkan ekspansi usaha.

Mereka sedang berusaha supaya warung tetap buka besok pagi.

Karena ketika harga terus naik sementara daya beli masyarakat melemah, yang paling dulu goyah biasanya bukan perusahaan besar.

Tapi warung kecil di pinggir jalan.

Yang Sedang Dipertaruhkan

Publik mungkin masih bisa melihat kenaikan harga sebagai angka.

Namun bagi pedagang kecil, itu adalah pertanyaan harian tentang apakah usaha mereka masih bisa bertahan minggu depan.

Dan mungkin itu yang paling mengkhawatirkan:

pedagang kecil sekarang bukan lagi mencari untung besar.

Mereka cuma berusaha supaya tidak tumbang lebih dulu. @jeje

Tags: Ekonomi RakyatHarga PanganIndonesia EmasInflasiNasional

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

by dimas
Mei 11, 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 disambut optimistis oleh pemerintah sebagai tanda pemulihan dan...

Harga Pangan Global Naik Serempak, Perang dan El Nino Jadi Pemicu Utama

Perang Timur Tengah dan Bayangan Kelaparan Global yang Mulai Nyata

by dimas
Mei 9, 2026

Isunya tidak hanya tentang kenaikan harga pangan dan pupuk global, tetapi juga bagaimana perang, kebijakan energi, dan krisis iklim perlahan...

Next Post
Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Culture

© 2026 Tabooo.id