Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter
Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan, atau mempertahankan harga lalu perlahan kehabisan keuntungan.

Tabooo.id – Di tengah harga pangan yang terus bergerak naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema yang makin berat:

menaikkan harga jual atau pelan-pelan kehilangan usaha mereka sendiri.

Masalahnya, pelanggan juga sedang kesulitan.

Akibatnya, banyak pedagang kecil sekarang hidup di antara dua tekanan sekaligus: modal yang terus naik dan daya beli masyarakat yang makin melemah.

Warung Kecil Sedang Menahan Beban Besar

Dayat Solihin (63), pemilik warung nasi di Majalaya, merasakan langsung tekanan itu. Harga gas Elpiji 12 kilogram sempat melonjak dari Rp140 ribu menjadi Rp210 ribu.

Ini Belum Selesai

Karhutla Terus Berulang, Mengapa Negara Tak Belajar?

Tradisi Tidak Cukup Dikenang, Siapa yang Akan Menjaganya?

Namun Dayat tidak bisa sembarangan menaikkan harga makanan.

“Kalau saya naikkan harga, pelanggan bisa pergi. Tapi kalau tidak naik, saya yang habis,” kata Dayat.

Situasi pasar yang makin sepi membuat kondisinya semakin sulit. Kadang ia harus menunggu lama sampai dagangannya benar-benar habis.

Buat pedagang kecil seperti Dayat, kenaikan harga bukan cuma soal angka.

Itu soal bertahan hidup dari hari ke hari.

Pedagang Sayur Mulai Kehabisan Ruang

Tekanan serupa dirasakan Aman Sulaeman (48), pedagang sayuran di wilayah yang sama.

Menurut Aman, harga bumbu dapur dan sayuran sering tetap tinggi meski masa panen sudah lewat.

“Sekarang susah cari harga stabil. Modal naik terus, tapi pembeli maunya tetap murah,” ujarnya.

Karena itu, Aman harus terus memutar strategi agar dagangannya tetap laku tanpa membuat pelanggan kabur.

Namun masalahnya tidak berhenti di harga sayur.

Biaya operasional lain ikut naik, mulai dari transportasi sampai kebutuhan pendukung jualan sehari-hari.

Harga Beras dan Plastik Sama-sama Menekan

Di Bandung, tekanan datang dari arah berbeda.

Siti, seorang pedagang beras, mengatakan harga beras kini menyentuh Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Namun yang naik ternyata bukan cuma gabah.

Harga plastik kemasan lima kilogram juga ikut melonjak dan akhirnya mendorong harga jual beras kemasan.

“Sekarang bukan cuma beras yang mahal. Kemasannya juga ikut naik,” kata Siti.

Situasi itu membuat pedagang kecil semakin sulit menjaga harga tetap terjangkau.

Karena ketika biaya terus bertambah, keuntungan mereka justru makin menipis.

Pedagang Ayam Mulai Mengurangi Untung

Di Makassar, pedagang ayam potong bernama Haji Kulle juga menghadapi tekanan serupa.

“Belanja modal Rp150 ribu sekarang rasanya habis begitu saja,” katanya.

Menurut Haji Kulle, kenaikan harga ayam membuat keuntungan yang dulu masih terasa sekarang hampir hilang.

Hal yang sama terjadi pada banyak pedagang sembako lain. Harga kacang tanah, kedelai impor, hingga bahan kemasan ikut naik tajam.

Akibatnya, banyak pedagang mulai mengambil langkah bertahan:
mengurangi keuntungan, memperkecil porsi, atau menekan biaya sebisa mungkin.

Pedagang Kecil Sedang Bertahan, Bukan Berkembang

Kalimat “pelaku usaha harus kreatif” sering terdengar bagus di seminar bisnis.

Namun realitas di lapangan jauh lebih keras.

Pedagang kecil sekarang tidak sedang memikirkan ekspansi usaha.

Mereka sedang berusaha supaya warung tetap buka besok pagi.

Karena ketika harga terus naik sementara daya beli masyarakat melemah, yang paling dulu goyah biasanya bukan perusahaan besar.

Tapi warung kecil di pinggir jalan.

Yang Sedang Dipertaruhkan

Publik mungkin masih bisa melihat kenaikan harga sebagai angka.

Namun bagi pedagang kecil, itu adalah pertanyaan harian tentang apakah usaha mereka masih bisa bertahan minggu depan.

Dan mungkin itu yang paling mengkhawatirkan:

pedagang kecil sekarang bukan lagi mencari untung besar.

Mereka cuma berusaha supaya tidak tumbang lebih dulu. @jeje

Tags: Ekonomi RakyatHarga PanganIndonesia EmasInflasiNasional

Kamu Melewatkan Ini

Ayam Tembus Rp42.000, Warga Sukoharjo Minta Harga Distabilkan

Ayam Tembus Rp42.000, Warga Sukoharjo Minta Harga Distabilkan

by dimas
Agustus 20, 2026

Harga daging ayam di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo tembus Rp42.000 per kg. Warga meminta pemerintah segera menstabilkan harga sembako. Tabooo.id:...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Next Post
Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id