Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ruang Rapat, Asbak, dan Game Online: Paket Lengkap Demokrasi?

by teguh
Mei 16, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Di ruang rapat membahas soal stunting mestinya menghadirkan kegelisahan bersama. Angka kematian ibu, kesehatan bayi, hingga campak jelas bukan bahan obrolan santai. Namun di Jember, perhatian publik justru bergeser ke video viral yang memperlihatkan seorang anggota DPRD diduga bermain game online sambil merokok ketika rapat berlangsung.

Tabooo.id – Alih-alih membahas solusi kesehatan, media sosial ramai memperdebatkan satu pertanyaan sederhana bagaimana mungkin ruang rapat berubah seperti ruang tunggu yang terlalu santai karena seorang anggota DPRD diduga bermain game online.

Video itu memancing kritik dari berbagai arah. Mahasiswa ikut bersuara. Warganet menyerbu kolom komentar. Sementara itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember memilih tetap berjalan di jalur prosedur.

Viral Belum Tentu Langsung Diproses

Anggota BK DPRD Jember, Muhammad Holil Asy’ari, menegaskan lembaganya belum dapat memeriksa anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi. Hingga kini, BK belum menerima laporan resmi dari pimpinan DPRD maupun masyarakat. Holil menjelaskan, BK tetap harus mengikuti mekanisme kode etik.

“Ketika ada pengaduan dan yang mengadukan itu juga menyertakan identitas, baik itu dari masyarakat umum maupun dari anggota DPRD, maka akan kita verifikasi. Setelah itu, kita lakukan penyelidikan. Setelah itu, pemeriksaan,” ujarnya.

Publik mungkin bertanya bukankah video viral sudah cukup jelas? Namun bagi BK, prosedur tetap menjadi pintu utama.

Ini Belum Selesai

Kapitalisme Fleksibel Lahirkan ‘Dangerous Class’?

Realita Program Chromebook Jadi Barang Bukti Politik

Sebelumnya, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim sempat menyampaikan bahwa kasus ini akan masuk ke BK karena menyangkut etika kelembagaan. Meski begitu, sampai sekarang BK masih menunggu langkah resmi dari pimpinan DPRD.

“Kami menunggu dari Ketua DPRD. Karena ketua DPRD sudah berjanji kemarin bahwa ini nanti akan ditindaklanjuti oleh BK,” kata Holil.

Bukan Soal Main Game, Tapi Soal Momentum

Mari luruskan satu hal: bermain game bukan masalah besar. Banyak orang menjadikannya hiburan setelah hari panjang atau bahkan sumber penghasilan. Namun konteks mengubah segalanya.

Rapat tersebut membahas stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi, hingga Universal Health Coverage (UHC). Saat isu sepenting itu hadir di meja pembahasan, publik tentu berharap perhatian penuh dari wakil rakyat. Di titik ini, masalahnya bukan sekadar game. Masalahnya terletak pada situasi.

Ketua DPC GMNI Jember, Faizin, menilai perilaku tersebut mencerminkan rendahnya sensitivitas terhadap persoalan publik.

Menurut dia, masyarakat membiayai rapat melalui pajak daerah. Dalam DPA-SKPD Kabupaten Jember 2026, anggaran koordinasi dan konsultasi SKPD mencapai Rp356 juta per tahun. Selain itu, fasilitas rapat menelan Rp44 juta dan konsumsi rapat mencapai Rp57 ribu per orang.

“Semua itu berasal dari pajak rakyat, tetapi fasilitas yang dibiayai publik justru dipertontonkan dengan perilaku bermain game,” ujarnya.

Faizin juga menyoroti ironi lain. Sosok yang tersorot justru berasal dari generasi muda.

“Namun yang terjadi justru sebaliknya. Perilaku tersebut malah memperkuat stigma negatif tentang budaya rebahan, mageran, dan kecanduan game tanpa mengenal situasi,” katanya.

Politik Kadang Terasa Seperti Meme yang Kebablasan

Kasus ini terasa absurd bukan karena ada game. Publik sering melihat hal lebih aneh di panggung politik. Namun kali ini, kontrasnya terlalu mencolok: rapat kesehatan rakyat bertemu dugaan sesi gaming pribadi.

Pengamat politik kerap mengingatkan bahwa krisis terbesar demokrasi lokal bukan cuma soal uang atau kekuasaan. Publik juga kehilangan kepercayaan ketika pejabat tampak tidak serius menjalankan perannya.

Meski begitu, satu hal tetap penting semua pihak perlu menunggu proses etik berjalan.

Holil kembali mengingatkan bahwa BK belum mengambil kesimpulan apa pun.

“Kita tidak bisa langsung men-justice bahwa ini nanti akan dikenai sanksi atau tidak,” tegasnya.

Namun publik tetap punya hak bertanya jika video viral belum cukup memantik evaluasi cepat, lalu standar kedaruratannya ada di level apa?

Ini Bukan Sekadar Dugaan Main Game

Kasus ini sebenarnya bukan cuma tentang layar ponsel, rokok, atau beberapa menit video.

Persoalan utamanya jauh lebih sederhana sekaligus lebih rumit bagaimana rakyat memandang keseriusan wakilnya sendiri.

Saat ruang rapat membahas kesehatan anak dan ibu, masyarakat ingin melihat kehadiran penuh, bukan perhatian yang terpecah.

Sebab dalam demokrasi, rasa kecewa sering muncul bukan karena keputusan buruk. Kadang, rasa itu hadir ketika pemimpin terlihat seperti sedang online, tapi pikirannya offline. @teguh

Tags: Badan Kehormatan DPRD JemberDemokrasiDPRD JemberEtika PejabatGMNIKrisis EmpatiOpini PublikPolitik IndonesiaStuntingTabooo TalkVideo ViralViral IndonesiaWakil Rakyat

Kamu Melewatkan Ini

Saat Inovator Mulai Menjauh dari Negara

Saat Inovator Mulai Menjauh dari Negara

by Naysa
Mei 16, 2026

Negara terus bilang butuh anak muda cerdas dan inovatif untuk memperbaiki birokrasi. Masalahnya, semakin banyak profesional muda justru mulai melihat...

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

by Jery
Mei 16, 2026

Perang paradigma Pada Reformasi 1998 tidak berhenti ketika Soeharto turun dari kursi kekuasaan. Ia terus hidup dalam benturan antara stabilitas...

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Next Post
Nyaris Berhenti Belajar, Kini Anak-anak Ini Punya Harapan Baru

Nyaris Berhenti Belajar, Kini Anak-anak Ini Punya Harapan Baru

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id