Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Realita Program Chromebook Jadi Barang Bukti Politik

by Naysa
Mei 16, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Dulu, laptop sekolah dipromosikan sebagai simbol masa depan pendidikan Indonesia. Tapi sekarang, Chromebook justru muncul di ruang sidang sebagai barang bukti kasus korupsi triliunan rupiah. Dari sini publik mulai melihat satu kenyataan pahit: di Indonesia, teknologi sering berubah menjadi arena politik, konflik kekuasaan, dan pertarungan kepentingan.

Tabooo.id – Dulu, laptop sekolah dijual sebagai simbol masa depan pendidikan Indonesia. Pemerintah membawa jargon transformasi digital, pemerataan akses belajar, dan kesiapan generasi muda menghadapi era teknologi.

Tapi sekarang, benda yang dulu dipromosikan sebagai alat belajar itu justru hadir di ruang sidang sebagai barang bukti politik.

Dari Alat Belajar Menjadi Simbol Kekuasaan

Kasus dugaan korupsi Chromebook membuat publik melihat satu kenyataan pahit di Indonesia, teknologi tidak pernah benar-benar netral. Ia selalu membawa kepentingan, kekuasaan, dan pertarungan narasi di belakangnya.

Dan ketika proyek pendidikan berubah menjadi perkara hukum triliunan rupiah, yang runtuh bukan cuma reputasi pejabat. Kepercayaan publik terhadap mimpi digitalisasi juga ikut retak.

Negara Terlalu Cepat Jatuh Cinta pada Teknologi

Masalah terbesar proyek Chromebook mungkin bukan laptopnya.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Masalahnya adalah cara negara memandang teknologi seperti mantra ajaib yang bisa menyelesaikan semuanya sekaligus.

Sekolah belum punya internet stabil. Daerah 3T masih kesulitan listrik. Guru banyak yang belum siap secara teknis.

Tapi negara tetap memaksa digitalisasi berjalan cepat demi membangun citra modern.

Akibatnya, laptop datang lebih dulu daripada kesiapan sistem.

Dan seperti banyak proyek besar lain di Indonesia, ambisi akhirnya bergerak lebih cepat daripada realitas lapangan.

Ketika Pendidikan Masuk ke Arena Politik

Lebih jauh lagi, kasus ini memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam: pendidikan di Indonesia tidak pernah benar-benar bebas dari kepentingan politik.

Setiap pergantian menteri selalu membawa jargon baru. Setiap kebijakan besar selalu berubah menjadi proyek citra. Dan setiap proyek bernilai besar selalu membuka ruang konflik kepentingan.

Chromebook akhirnya bukan lagi soal belajar mengajar. Ia berubah menjadi simbol pertarungan antara birokrasi, vendor teknologi, aparat hukum, dan opini publik.

Ironisnya, siswa yang seharusnya menjadi pusat kebijakan justru menghilang dari percakapan.

Publik sibuk menghitung triliunan rupiah. Sementara banyak sekolah masih sibuk mencari sinyal internet.

Birokrasi Indonesia Suka Modernisasi yang Instan

Indonesia punya kebiasaan unik, selalu ingin terlihat modern tanpa mau membangun fondasi panjang.

Kita suka membeli teknologi. Tapi sering malas membangun ekosistem.

Kita bangga meluncurkan aplikasi. Tapi lupa memperbaiki kualitas sumber daya manusia.

Kita suka berbicara tentang artificial intelligence, smart city, dan digitalisasi nasional.

Padahal banyak pelayanan publik dasar saja masih berantakan.

Kasus Chromebook membuka kenyataan itu secara telanjang. Teknologi akhirnya lebih sering menjadi alat pencitraan daripada solusi nyata.

Ketika Laptop Berubah Jadi Simbol Ketakutan Baru

Yang membuat kasus ini terasa berbeda adalah dampak psikologisnya. Banyak profesional muda mulai melihat birokrasi sebagai ruang yang berbahaya.

Mereka melihat bagaimana proyek inovasi bisa berubah menjadi tuntutan pidana puluhan tahun.

Mereka melihat bagaimana keputusan kebijakan bisa ditafsirkan sebagai niat jahat.

Dan perlahan muncul ketakutan baru, lebih aman menghindari negara daripada mencoba memperbaikinya.

Masalahnya, negara tetap membutuhkan orang-orang kompeten.

Tapi kalau sistem membuat semua orang takut mengambil risiko, birokrasi akhirnya hanya akan diisi orang-orang yang bermain aman.

Di Indonesia, Barang Bukti Sering Lebih Besar dari Barangnya

Pada dasarnya, laptop dalam kasus ini sebenarnya hanya benda biasa. Tapi di ruang publik Indonesia, ia berubah menjadi simbol yang jauh lebih besar.

Ia menjadi simbol kegagalan tata kelola. Kasus ini mencerminkan benturan antara kultur startup dan birokrasi negara. Selain itu, kasus ini juga memperlihatkan ambisi digital yang bergerak terlalu cepat sekaligus memperbesar ketidakpercayaan publik terhadap negara.

Lebih ironis lagi, kasus ini menunjukkan bahwa pendidikan masih terus menjadi arena perebutan kekuasaan.

Padahal di banyak daerah, siswa cuma butuh ruang kelas layak, guru yang hadir, dan koneksi internet stabil.

Ini Bukan Sekadar Kasus Laptop

Kasus Chromebook bukan cuma cerita tentang pengadaan barang. Ini cerita tentang cara negara bekerja.

Tentang bagaimana ambisi modernisasi sering berjalan tanpa kesiapan.

Tentang bagaimana birokrasi dan politik bisa mengubah alat pendidikan menjadi alat konflik.

Dan tentang bagaimana publik sekarang mulai kehilangan kemampuan membedakan inovasi, kesalahan, kebijakan, dan korupsi murni.

Di negeri ini, laptop ternyata bisa berubah menjadi barang bukti politik.

Dan mungkin itu lebih berbahaya daripada kerusakan perangkatnya sendiri. @naysa

Tags: birokrasi indonesiadigitalisasi pendidikankasus Chromebookkorupsi teknologipolitik pendidikan

Kamu Melewatkan Ini

Smart TV di Sekolah, Listrik Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

Smart TV di Sekolah, Listrik, Internet Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

by teguh
September 12, 2026

Layar interaktif kini masuk ke ruang kelas hingga pelosok Nusa Tenggara Timur dengan hadirnya bantuan Smart TV di sekolah melalui...

Program Digitalisasi Harus jalan, Smart TV untuk Sekolah Rusak, Listriknya?

Program Digitalisasi Harus jalan, Smart TV untuk Sekolah Rusak, Listriknya?

by teguh
September 12, 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan polemik bantuan program digitasasi perangkat digital untuk SD Negeri Mboeng, Manggarai...

SPMB 2026: Transformasi Pendidikan atau Kerumitan?

SPMB 2026: Transformasi Pendidikan atau Kerumitan?

by dimas
Juni 21, 2026

SPMB 2026 membawa semangat digitalisasi pendidikan. Namun, prosedur yang semakin kompleks memunculkan pertanyaan: transformasi layanan atau sekadar transformasi kerumitan? Tabooo.id...

Next Post
Kapitalisme Fleksibel Lahirkan 'Dangerous Class'?

Kapitalisme Fleksibel Lahirkan 'Dangerous Class'?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id