Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Chat WA Mas Menteri Core Jadi Bukti Sidang Chromebook

by dimas
Desember 24, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu lagi scroll WhatsApp, tiba-tiba muncul chat grup “Mas Menteri Core” yang penuh strategi digitalisasi pendidikan. Tapi tunggu dulu, ini bukan chat biasa percakapan itu bakal dibawa ke persidangan. Serius. Versi Indonesianya “Black Mirror” tapi pakai laptop Chromebook.

Selasa (23/12/2025), Penasihat Hukum Nadiem Makarim, Ari Yusuf, mengumumkan secara dramatis bahwa timnya akan menghadirkan seluruh isi chat grup WA, termasuk “Mas Menteri Core”, di persidangan mendatang.

“Semua grup yang Nadiem ikuti, kami punya chatnya lengkap dan akan ditampilkan di persidangan,” ujar Ari.

Ini bukan sekadar gossip kantor, melainkan bagian dari kisah digitalisasi pendidikan yang katanya revolusioner. Nadiem membuat chat grup itu sebelum resmi menjabat Mendikbudristek, sekitar Agustus 2019. Anggotanya? Teman-teman dekat dari Yayasan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), termasuk Jurist Tan, Najeela Shihab, dan Fiona Handayani. Mereka membahas rencana pengadaan laptop berbasis Chromebook yang kemudian memicu kontroversi publik.

Drama Grup WA yang Bisa Jadi Meme

Ide membawa chat grup WA ke persidangan memang absurd tapi lucu. Bayangkan hakim, jaksa, dan publik menatap layar menampilkan chat “Mas Menteri Core”, lengkap dengan stiker, emoji, dan typo lucu ala grup kantor. Sidang yang biasanya serius mendadak punya vibe seperti episode pertama serial Netflix.

Ini Belum Selesai

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Efek Domino Pertamax Naik: Dari SPBU Sampai ke Dapur Rakyat

Masalah muncul ketika chat yang semula produktif kini berubah menjadi alat bukti dugaan korupsi. Sebelumnya, jaksa telah membacakan dakwaan tiga terdakwa lain eks konsultan teknologi, direktur SMP, dan direktur SD dengan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun. Jadi, chat yang tadinya cuma “plan digitalisasi” kini menjadi kunci drama hukum.

Digitalisasi atau Serial Sitkom?

Absurditasnya tidak berhenti di chat grup. Publik menyaksikan teknologi yang seharusnya mempermudah pendidikan kini menjadi bahan cerita hukum. Laptop Chromebook, grup WA, stiker, dan emoji semua menjadi “plot twist” yang bikin masyarakat garuk-garuk kepala.

Akibatnya, kepercayaan publik terhadap digitalisasi pendidikan bisa turun, sementara drama internal kementerian malah menjadi tontonan yang menghibur sekaligus membingungkan. Sementara itu, siswa dan guru yang seharusnya menikmati fasilitas digital, tetap menunggu laptop yang entah kapan sampai.

Sidang WA: Ketika Chat Jadi Bukti

Jika Nadiem dan tim benar-benar membuka chat WA di persidangan, publik bakal belajar satu hal di Indonesia, bahkan grup WhatsApp pun bisa punya ending tragis. Ironis? Tentu. Tapi begitulah dunia digital-politik kita setiap klik, setiap chat, bisa tiba-tiba masuk ke ranah hukum.

Pesan paling pentingnya jangan sembarangan forward chat kantor, siapa tahu besok malah jadi bukti di persidangan. @dimas

Tags: digitalisasiSidang

Kamu Melewatkan Ini

Kuota Tak Pernah Habis? Atau Akses Yang Memang Dibatasi?

Kuota Tak Pernah Habis? Atau Akses Yang Memang Dibatasi?

by teguh
Mei 6, 2026

Kamu membeli kuota, lalu mengira itu sepenuhnya milikmu. Namun waktu diam-diam menentukan batasnya. Di titik ini, persoalannya tidak lagi sekadar...

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

by teguh
Mei 8, 2026

Kamu pasti pernah berharap kuota internet tidak hangus. Tanpa masa aktif. Bisa dipakai kapan saja. Kedengarannya ideal. Tapi operator seluler...

Kuota Tidak Hangus, Katanya Yang Hangus Perasaan Pelanggan

Kuota Tidak Hangus, Katanya Yang Hangus Perasaan Pelanggan

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Edge - Pernah beli paket data 50 GB, lalu sibuk beberapa hari, kemudian masa aktif habis dan kuota ikut...

Next Post
Konsep Otomatis

Nintendo 2026: Lebih dari 30 Game Baru Siap Mengguncang Switch

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id