Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Emil Dardak dan Bagus Panuntun Serukan Persaudaraan Pendekar

by dimas
Juni 28, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Emil Dardak dan F. Bagus Panuntun mengajak pendekar memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat guyub rukun dalam Suran Agung PSHWTM ke-123.

Tabooo.id – Ribuan pendekar memenuhi Lapangan Kelurahan Winongo, Kota Madiun, Minggu (28/6/2026). Mereka datang untuk menghadiri Suran Agung ke-123 Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM). Namun, agenda tahunan itu tidak hanya menghadirkan prosesi budaya. Kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengajak seluruh pendekar menjadikan ilmu pencak silat sebagai jalan pengabdian. Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Kepedulian Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Emil menilai tantangan zaman tidak hanya datang dari perubahan teknologi. Di sisi lain, sikap individualistis juga semakin terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengajak para pendekar membangun kepedulian mulai dari lingkungan terdekat.

“Harus membangun kepedulian kepada masyarakat. Jangan sampai menjadi pribadi yang individualistik. Mulailah dari lingkungan sekitar karena itulah pilar masyarakat, bangsa, dan negara yang kokoh,” ujarnya.

Menurut Emil, seorang pendekar tidak cukup menguasai bela diri. Sebaliknya, seorang pendekar juga harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Selain itu, ia juga harus menjaga persaudaraan tanpa membedakan latar belakang.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Karena itulah, Emil berharap nilai-nilai Setia Hati tidak berhenti di dalam padepokan. Sebaliknya, nilai tersebut harus hadir di rumah, lingkungan, hingga ruang-ruang sosial masyarakat.

Persaudaraan Tidak Berhenti di Arena

Senada dengan Emil, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengajak seluruh keluarga besar PSHWTM menjadikan pencak silat sebagai sarana memperkuat persatuan.

Menurut Bagus, Suran Agung bukan sekadar memperingati usia organisasi. Sebaliknya, kegiatan itu menjadi ruang untuk memperkuat kesetiaan, kedisiplinan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Momentum Suran Agung ini harus menjadi pengingat bahwa persaudaraan sejati mampu merangkul, menghormati perbedaan, serta mengedepankan semangat guyub-rukun untuk kemajuan bersama,” katanya.

Selain itu, Bagus menegaskan bahwa Kota Madiun memiliki identitas sebagai Kota Pendekar. Oleh sebab itu, seluruh perguruan pencak silat perlu menjaga citra tersebut melalui perilaku yang damai dan bermanfaat.

“Pencak silat harus menjadi sarana membangun karakter, mempererat persatuan, menjaga perdamaian, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menjaga Nama Baik Perguruan

Bagus juga mengapresiasi keluarga besar PSHWTM yang terus menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa perguruan silat mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga PSHWTM menjaga nama baik organisasi. Ia juga meminta seluruh anggota terus menjunjung tinggi nilai-nilai luhur perguruan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap seluruh warga PSHWTM terus menjadi energi positif bagi Kota Madiun yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” tuturnya.

Ketika Ilmu Menjadi Pengabdian

Suran Agung ke-123 mempertemukan ribuan warga PSHWTM dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Namun, makna terbesarnya tidak terletak pada jumlah peserta. Sebaliknya, makna itu lahir dari nilai yang mereka bawa pulang.

Persaudaraan, kepedulian, dan gotong royong menjadi pesan yang terus digaungkan sepanjang kegiatan. Nilai-nilai itu kemudian menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang pendekar tidak hanya terlihat saat berlatih. Lebih dari itu, kekuatan tersebut tampak ketika ia hadir membantu masyarakat, menjaga persatuan, dan memberi manfaat bagi sesama.

Karena pada akhirnya, Suran Agung bukan sekadar perayaan tradisi. Suran Agung mengingatkan bahwa ilmu pencak silat menemukan makna tertingginya ketika berubah menjadi pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara. @dimas

Tags: Bagus PanuntunEmil DardakKota PendekarmadiunPencak SilatPersaudaraanPSHWTMSuran Agung

Kamu Melewatkan Ini

Jalan Merak Memanas, Massa Diduga Pesilat Bentrok dengan Aparat

Madiun Memanas, Massa Diduga Pesilat Bentrok dengan Aparat Jelang Parluh

by dimas
September 22, 2026

Jalan Merak Madiun memanas. Massa diduga pesilat bentrok dengan aparat jelang Parluh 2026, akses warga dan lalu lintas ikut dibatasi....

Silat Panglipur: Sejarah, Filosofi dan Warisan Abah Aleh

Silat Panglipur: Sejarah, Filosofi dan Warisan Abah Aleh

by dimas
September 15, 2026

Silat Panglipur menyimpan sejarah panjang Abah Aleh, filosofi pencak silat, serta warisan budaya yang terus hidup lintas generasi hingga kini....

1.750 Pesilat Berlaga di Piala Panglima TNI Solo

1.750 Pesilat Berlaga di Piala Panglima TNI Solo

by eko
September 11, 2026

1.750 pesilat mengikuti Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI di Solo, lengkap dengan coaching clinic dan door prize sepeda...

Next Post
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id