• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Relawan Temui Kejanggalan Saat Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet

Januari 14, 2026
in News, Regional
A A
Relawan Temui Kejanggalan Saat Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet

Anggota SAR gabungan menyisir Gunung Slamet dalam pencarian pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang akhirnya ditemukan pada hari ke-16 pencarian, Rabu (14/1/2026). (Foto dok. Basarnas Semarang)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pencarian panjang di lereng Gunung Slamet berakhir dengan kabar duka. Tim SAR menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-17 pencarian, Rabu (14/1/2025).

Namun, penemuan itu justru memunculkan pertanyaan baru. Sejumlah relawan menilai proses pencarian menyisakan kejanggalan, terutama karena tim menemukan jasad Syafiq di lokasi yang sebelumnya telah berulang kali disisir oleh tim SAR gabungan sejak hari-hari awal.

Ditemukan Dekat Jalur yang Sudah Disisir

Tim SAR menemukan jasad Syafiq sekitar lima kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet. Padahal, sejak awal pencarian, tim menjadikan area tersebut sebagai titik prioritas berdasarkan keterangan terakhir rekan korban.

Syafiq mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui jalur Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025). Setelah Syafiq dinyatakan hilang, tim SAR gabungan, relawan resmi, dan relawan independen langsung menyisir berbagai titik di sepanjang jalur pendakian itu secara berulang.

Meski demikian, selama lebih dari dua pekan, seluruh tim pencari tidak menemukan jejak keberadaan Syafiq.

Relawan Menyoroti Proses Pencarian

Salah satu relawan independen, Amrul (20), warga Kabupaten Brebes, mengaku heran dengan waktu penemuan korban. Ia menyebut tim pencari telah beberapa kali melewati area tempat jasad Syafiq akhirnya ditemukan.

“Sejak hari kedua sampai hari ke-17, tim tidak menemukan apa pun, padahal kami sudah pernah melintasi lokasi itu,” ujarAmrul.

Selain soal waktu, Amrul juga menyoroti metode pencarian yang ia anggap tidak lazim. Dalam proses tersebut, tim pencari sempat melibatkan seorang anak indigo yang didatangkan dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Saya bersama relawan independen dan anak indigo ditempatkan di Pos 9, tetapi kami tidak diarahkan sampai ke titik lokasi penemuan jasad,” tambahnya.

Amrul menuturkan bahwa relawan independen bergantian membantu pencarian sejak hari pertama Syafiq dilaporkan hilang. Meski begitu, mereka tidak melihat tanda-tanda keberadaan korban di area yang sama. Bahkan, klaim metafisik sempat muncul dalam proses pencarian.

“Katanya almarhum tertutup alam gaib sehingga tidak terlihat,” pungkasnya.

Kondisi Lokasi dan Jasad Korban

Lokasi penemuan Syafiq berada di kawasan lereng berbatu dengan tanah tandus serta banyak aliran sungai kecil. Berdasarkan dokumentasi yang diterima, tim menemukan jasad korban di antara bebatuan dalam posisi tertelungkup.

Syafiq masih mengenakan jaket dan celana pendek. Namun, celana panjangnya terlepas separuh dari tubuhnya. Di sekitar lokasi, relawan juga menemukan sepatu, dompet, dan telepon genggam milik korban.

Temuan tersebut kembali memicu pertanyaan di kalangan relawan dan publik tentang apa yang sebenarnya terjadi selama 17 hari pencarian berlangsung.

Kronologi Perpisahan di Pos 5

Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq dan Himawan sempat beristirahat bersama di Pos 5 jalur Dipajaya. Di lokasi itu, Himawan mengalami kram kaki sehingga tidak mampu melanjutkan pendakian dengan lancar.

RelatedPosts

Sopir Diduga Mengantuk, Mikrobus Rombongan Wisata Kecelakaan di Banten

Penyiraman Aktivis KontraS, Empat Personel BAIS TNI Jalani Pemeriksaan

Melihat kondisi rekannya, Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Ia meminta Himawan tetap menunggu di Pos 5. Namun, setelah berpisah, Syafiq tidak pernah kembali.

Hingga malam hari, Himawan terus menunggu di pos tersebut. Ketika kontak dengan Syafiq terputus, ia memutuskan bergerak naik menuju Pos 9, yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut.

Dari Pos 9, jarak menuju puncak Gunung Slamet hanya sekitar 300 hingga 600 meter.

Himawan bertahan di Pos 9 hingga Selasa (30/12/2025) pagi. Tim relawan kemudian menemukan dan mengevakuasinya melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat. Sementara itu, tim SAR terus melanjutkan pencarian Syafiq hingga akhirnya menemukan jasadnya lebih dari dua pekan kemudian, di area yang tidak jauh dari lokasi Himawan bertahan.

Pertanyaan yang Tersisa

Kematian Syafiq tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar tentang standar pencarian dan penyelamatan di gunung-gunung populer Indonesia. Bagi relawan dan komunitas pendaki, kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa evaluasi prosedur, koordinasi lapangan, dan transparansi pencarian tidak boleh berhenti ketika korban sudah ditemukan.

Sebab, di balik setiap operasi SAR, taruhannya bukan sekadar waktu dan tenaga, melainkan nyawa manusia dan kepercayaan publik yang ikut dipertaruhkan. @dimas

Tags: AmrulDipajayaEvakuasiGunung SlametJawa TengahKeselamatanKramat UtaramagelangOperasi SARpendakiSyafiq AliTragedi
Next Post
Dari Kelas ke Lapangan hingga Jalanan: Perjuangan Bagas Chabib

Dari Kelas ke Lapangan hingga Jalanan: Perjuangan Bagas Chabib

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.