Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang, Ditemukan Tewas di Gunung Slamet

by dimas
Januari 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Tragedi pendakian kembali menelan korban jiwa. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet setelah dinyatakan hilang selama 17 hari. Jasad korban ditemukan pada Rabu (14/1/2026) di kawasan Pos 9 pendakian Gunung Malang, tepatnya di area Watu Langgar.

Lokasi penemuan Syafiq tidak jauh dari titik ditemukannya rekan seperjalanannya, Himawan (18), yang sebelumnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Temuan ini menutup rangkaian panjang pencarian yang melibatkan Basarnas Jawa Tengah dan puluhan relawan dari berbagai daerah.

Ditemukan Relawan, Evakuasi Masih Berlangsung

Komandan Tim Basarnas Jawa Tengah, Andika, menjelaskan bahwa jasad Syafiq pertama kali ditemukan oleh tim relawan yang menyisir jalur timur Gunung Slamet. Setelah laporan masuk, Basarnas segera menerjunkan personel tambahan untuk proses evakuasi.

“Basarnas Jawa Tengah mengerahkan enam personel, dibantu empat orang dari Pos Wonosobo. Lokasi penemuan korban tidak jauh dari tempat Himawan ditemukan sebelumnya,” jelas Andika di Basecamp Dipajaya.

Ia menegaskan bahwa Syafiq ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Hingga Rabu sore, tim gabungan masih melakukan evakuasi melalui jalur timur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang jalur yang dikenal memiliki medan terjal dan cuaca ekstrem.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Dugaan Hipotermia di Ketinggian Ekstrem

Berdasarkan kondisi jasad saat ditemukan, Basarnas menduga kuat Syafiq meninggal akibat hipotermia. Andika mengungkapkan bahwa korban mengalami kedinginan ekstrem di ketinggian gunung.

“Kondisi celana korban sudah terlepas dari tubuh saat ditemukan. Ini menguatkan dugaan hipotermia,” tambahnya.

Hipotermia kerap menjadi ancaman serius bagi pendaki, terutama di Gunung Slamet yang memiliki ketinggian lebih dari 3.400 mdpl dengan suhu malam yang bisa turun drastis dan angin kencang yang sulit diprediksi.

Perpisahan di Pos 5 Jadi Titik Awal Tragedi

Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq dan Himawan mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya pada 28 Desember 2025. Keduanya sempat beristirahat di Pos 5. Di titik ini, kondisi Himawan memburuk setelah kakinya mengalami kram, sehingga ia kesulitan melanjutkan perjalanan.

Melihat situasi tersebut, Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Ia meminta Himawan tetap menunggu di Pos 5. Keputusan itu menjadi perpisahan terakhir keduanya.

Syafiq tidak pernah kembali. Hingga malam hari, Himawan tetap menunggu sambil mencoba menghubungi rekannya, namun tidak mendapat respons. Ketika harapan kian menipis, Himawan memilih bergerak naik ke Pos 9 untuk bertahan.

Bertahan di Pos 9, Satu Selamat, Satu Tak Kembali

Himawan akhirnya mencapai Pos 9 yang berada di ketinggian sekitar 3.183 mdpl, hanya berjarak ratusan meter dari puncak Gunung Slamet. Ia bertahan di lokasi tersebut hingga Selasa (30/12/2025) pagi sebelum tim relawan menemukannya dan mengevakuasi melalui Basecamp Dipajaya.

Sementara itu, pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan selama lebih dari dua pekan di tengah medan berat dan cuaca yang berubah cepat. Harapan keluarga dan tim penyelamat akhirnya berujung duka ketika jasad Syafiq ditemukan tak jauh dari lokasi Himawan bertahan hidup.

Peringatan Keras bagi Pendaki Pemula

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko pendakian gunung, terutama bagi pendaki muda dan pemula. Gunung Slamet bukan sekadar jalur wisata alam, tetapi medan ekstrem yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta perlengkapan memadai.

Syafiq dan Himawan adalah wajah generasi muda yang mencintai alam. Namun tragedi ini mengingatkan bahwa satu keputusan di ketinggian bisa berujung hidup atau mati. Di gunung, alam tidak pernah bernegosiasi ia hanya menunggu siapa yang lengah. @dimas

Tags: BasarnasGunung SlametJawa TengahKeselamatanpendakipendakian

Kamu Melewatkan Ini

Laporan Ke Polisi Dicabut: Apa yang Sebenarnya Terjadi di SMPN 1 Blora?

Laporan Ke Polisi Dicabut: Apa yang Sebenarnya Terjadi di SMPN 1 Blora?

by teguh
Agustus 16, 2026

Kasus dugaan bullying di SMPN 1 Blora, Jawa Tengah memasuki, memasuki babak baru dimana laporan ke polisi dicabut. Korban berinisial...

23 Atlet, 21 Medali: Jateng Unjuk Taring di IMC 2026

23 Atlet, 21 Medali: Jateng Unjuk Taring di IMC 2026

by dimas
Agustus 12, 2026

23 atlet Jawa Tengah unjuk taring di IMC 2026 dengan meraih 21 medali, terdiri dari 6 emas, 9 perak, dan...

232 Tangki untuk 24.934 Warga: Ketika Air Bersih Jadi Barang Darurat

232 Tangki untuk 24.934 Warga: Ketika Air Bersih Jadi Barang Darurat

by teguh
Agustus 9, 2026

Suara mesin tangki air bisa menjadi kabar yang paling ditunggu ketika sumber air bersih mulai mengering. Jeriken keluar dari rumah....

Next Post
Konsep Otomatis

Prabowo ke IKN: Penegasan Arah dan Keberlanjutan Ibu Kota Baru

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id