Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang, Ditemukan Tewas di Gunung Slamet

by dimas
Januari 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Tragedi pendakian kembali menelan korban jiwa. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet setelah dinyatakan hilang selama 17 hari. Jasad korban ditemukan pada Rabu (14/1/2026) di kawasan Pos 9 pendakian Gunung Malang, tepatnya di area Watu Langgar.

Lokasi penemuan Syafiq tidak jauh dari titik ditemukannya rekan seperjalanannya, Himawan (18), yang sebelumnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Temuan ini menutup rangkaian panjang pencarian yang melibatkan Basarnas Jawa Tengah dan puluhan relawan dari berbagai daerah.

Ditemukan Relawan, Evakuasi Masih Berlangsung

Komandan Tim Basarnas Jawa Tengah, Andika, menjelaskan bahwa jasad Syafiq pertama kali ditemukan oleh tim relawan yang menyisir jalur timur Gunung Slamet. Setelah laporan masuk, Basarnas segera menerjunkan personel tambahan untuk proses evakuasi.

“Basarnas Jawa Tengah mengerahkan enam personel, dibantu empat orang dari Pos Wonosobo. Lokasi penemuan korban tidak jauh dari tempat Himawan ditemukan sebelumnya,” jelas Andika di Basecamp Dipajaya.

Ia menegaskan bahwa Syafiq ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Hingga Rabu sore, tim gabungan masih melakukan evakuasi melalui jalur timur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang jalur yang dikenal memiliki medan terjal dan cuaca ekstrem.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Dugaan Hipotermia di Ketinggian Ekstrem

Berdasarkan kondisi jasad saat ditemukan, Basarnas menduga kuat Syafiq meninggal akibat hipotermia. Andika mengungkapkan bahwa korban mengalami kedinginan ekstrem di ketinggian gunung.

“Kondisi celana korban sudah terlepas dari tubuh saat ditemukan. Ini menguatkan dugaan hipotermia,” tambahnya.

Hipotermia kerap menjadi ancaman serius bagi pendaki, terutama di Gunung Slamet yang memiliki ketinggian lebih dari 3.400 mdpl dengan suhu malam yang bisa turun drastis dan angin kencang yang sulit diprediksi.

Perpisahan di Pos 5 Jadi Titik Awal Tragedi

Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq dan Himawan mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya pada 28 Desember 2025. Keduanya sempat beristirahat di Pos 5. Di titik ini, kondisi Himawan memburuk setelah kakinya mengalami kram, sehingga ia kesulitan melanjutkan perjalanan.

Melihat situasi tersebut, Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Ia meminta Himawan tetap menunggu di Pos 5. Keputusan itu menjadi perpisahan terakhir keduanya.

Syafiq tidak pernah kembali. Hingga malam hari, Himawan tetap menunggu sambil mencoba menghubungi rekannya, namun tidak mendapat respons. Ketika harapan kian menipis, Himawan memilih bergerak naik ke Pos 9 untuk bertahan.

Bertahan di Pos 9, Satu Selamat, Satu Tak Kembali

Himawan akhirnya mencapai Pos 9 yang berada di ketinggian sekitar 3.183 mdpl, hanya berjarak ratusan meter dari puncak Gunung Slamet. Ia bertahan di lokasi tersebut hingga Selasa (30/12/2025) pagi sebelum tim relawan menemukannya dan mengevakuasi melalui Basecamp Dipajaya.

Sementara itu, pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan selama lebih dari dua pekan di tengah medan berat dan cuaca yang berubah cepat. Harapan keluarga dan tim penyelamat akhirnya berujung duka ketika jasad Syafiq ditemukan tak jauh dari lokasi Himawan bertahan hidup.

Peringatan Keras bagi Pendaki Pemula

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko pendakian gunung, terutama bagi pendaki muda dan pemula. Gunung Slamet bukan sekadar jalur wisata alam, tetapi medan ekstrem yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta perlengkapan memadai.

Syafiq dan Himawan adalah wajah generasi muda yang mencintai alam. Namun tragedi ini mengingatkan bahwa satu keputusan di ketinggian bisa berujung hidup atau mati. Di gunung, alam tidak pernah bernegosiasi ia hanya menunggu siapa yang lengah. @dimas

Tags: BasarnasGunung SlametJawa TengahKeselamatanpendakipendakian

Kamu Melewatkan Ini

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

by teguh
September 26, 2026

Pemalang kering tiga bulan tanpa kepastian air mengubah kemarau menjadi persoalan sehari-hari bagi ribuan keluarga di Pemalang, Jawa Tengah. Tabooo.id...

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang, 10.764 KK Kini Bergantung pada Kiriman Air

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang, 10.764 KK Kini Bergantung pada Kiriman Air

by teguh
September 26, 2026

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang masih berlansung dan air bersih yang biasanya tinggal membuka keran kini berubah menjadi barang yang...

Next Post
Konsep Otomatis

Prabowo ke IKN: Penegasan Arah dan Keberlanjutan Ibu Kota Baru

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id