Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Penyiraman Aktivis KontraS, Empat Personel BAIS TNI Jalani Pemeriksaan

by dimas
Maret 24, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengusut dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM dari KontraS, Andrie Yunus. Kasus ini langsung memicu sorotan publik karena menyentuh isu sensitif keamanan aktivis dan akuntabilitas aparat.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, memastikan penyidik terus memproses kasus ini. Ia menyebut penyidik dari Puspom TNI kini memeriksa empat personel yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. TNI juga menegaskan proses hukum berjalan dan belum berhenti.

Keterlibatan Aparat Picu Tekanan Publik

Empat prajurit yang terlibat berasal dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Mereka mencakup unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara dengan pangkat perwira pertama dan bintara.

Petugas langsung mengamankan dan menahan keempatnya di Pomdam Jaya. Langkah cepat ini menunjukkan TNI berupaya merespons kasus tanpa menunda.

Namun, dugaan keterlibatan aparat aktif langsung memicu tekanan publik. Masyarakat mempertanyakan profesionalisme institusi militer, terutama ketika kasus menyasar aktivis sipil. Sejumlah kelompok sipil juga mendesak transparansi penuh agar proses hukum tidak berhenti di tengah jalan.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Serangan Terjadi Cepat, Dampaknya Panjang

Pelaku menjalankan aksi penyiraman pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Serangan berlangsung singkat, tetapi meninggalkan dampak serius.

Serangan itu melukai Andrie Yunus di bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencatat luka bakar mencapai sekitar 24 persen dari total permukaan tubuh.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang. Korban tidak hanya menghadapi pemulihan fisik, tetapi juga tekanan psikologis yang berat.

Aktivis Kembali Jadi Pihak Paling Rentan

Kasus ini kembali menempatkan aktivis HAM dalam posisi rentan. Mereka aktif mengawal isu sensitif, tetapi sering menghadapi risiko tinggi di lapangan.

Pemerintah mulai mempertimbangkan pembentukan tim independen untuk menjaga kredibilitas proses hukum. Desakan ini muncul karena publik menuntut kejelasan dan keadilan tanpa intervensi.

Di tengah proses yang berjalan, satu realitas sulit dihindari ketika aparat yang seharusnya melindungi justru terseret dalam dugaan kekerasan, publik tidak hanya menunggu keadilan mereka juga mulai mengukur ulang kepercayaan. @dimas

Tags: AktivisAndrie YunusHAMKasuskekerasanKontraSKriminal & HukumNasionalPenegakanTNItransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

by dimas
Juni 8, 2026

Ketika kritik dibalas dengan kekerasan, yang terancam bukan hanya seorang aktivis. Kasus Andrie Yunus menguji batas demokrasi dan kebebasan berpendapat...

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

by teguh
Juni 3, 2026

Suara ledakan bom sisa perang dunia II itu mengakhiri ketenangan siang di pesisir Biak. Dalam hitungan detik, rumah-rumah berguncang, puing...

Next Post
Sopir Diduga Mengantuk, Mikrobus Rombongan Wisata Kecelakaan di Banten

Sopir Diduga Mengantuk, Mikrobus Rombongan Wisata Kecelakaan di Banten

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id