Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

by dimas
Februari 24, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Jalan menuju Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Selasa (24/2/2026) petang dipenuhi ratusan mahasiswa dan warga. Mereka meninggalkan kampus UPN dan berjalan kaki menuju Mapolda, bukan sekadar untuk berkumpul, tetapi untuk menyalurkan kemarahan yang menumpuk akibat tragedi di Maluku. Bahkan, mereka membawa poster dan spanduk sambil berteriak tuntutan keadilan agar aparat mendengar suara mereka.

Tragedi Maluku Memantik Kemarahan Publik

Di Kota Tual, anggota Brigade Mobil (Brimob), Bripda Mesias Siahaya, menghantam kepala seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), AT (14), hingga tewas. Berita kematian itu memicu gelombang kemarahan di Yogyakarta.

“Ini bentuk kemarahan masyarakat Jogja terkait apa yang terjadi di Maluku. Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, tiba-tiba dihantam helm kepalanya, terus tewas,” ujar peserta aksi berinisial UDE.

Akibat peristiwa ini, masyarakat menyadari bahwa sistem hukum gagal melindungi anak-anak. Oleh karena itu, aksi kali ini menjadi ekspresi spontan kemarahan publik yang ingin suaranya terdengar.

Aksi Tanpa Panggung dan Rundown

Sejak aksi terakhir pada Agustus tahun lalu, masyarakat menilai reformasi Polri tidak berjalan. Karena frustrasi, mereka bergerak tanpa panggung orasi, tanpa draf tuntutan, dan tanpa alur yang terencana. Massa mengekspresikan kekecewaan dengan mencoret pagar Mapolda menggunakan pylox dan merobohkan tembok di sisi timur. Dengan cara ini, setiap tindakan menjadi ekspresi spontan kemarahan publik.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Ketegangan di Halaman Mapolda

Ketegangan memuncak ketika massa merangsek ke halaman Mapolda. Petugas memasang kawat berduri dan menyiagakan kendaraan rantis, tetapi sebagian massa berhasil menembus penghalang tersebut. Teriakan dan langkah mereka bergema, menegaskan ketidakpercayaan publik terhadap institusi yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan menakutinya.

“Yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya. Aksi ini adalah upaya meluapkan kemarahan masyarakat Jogja,” tambahnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa yang terdampak bukan hanya keluarga korban di Maluku, tetapi seluruh masyarakat yang merasakan ketidakadilan dari lembaga yang seharusnya menegakkan hukum.

Permintaan Maaf Bripda Mesias, Namun Publik Masih Marah

Bripda Mesias meminta maaf atas kelalaiannya yang menyebabkan kematian AT, dan polisi langsung memecatnya. Namun, pengusiran satu anggota saja tidak mampu meredam amarah publik. Warga dan mahasiswa menilai tragedi ini sebagai pengingat pahit ketika institusi gagal menegakkan keadilan, masyarakat harus mengubah ruang publik menjadi arena tuntutan pertanggungjawaban.

Di tengah puing pagar yang roboh dan cat semprot yang menempel, tersimpan pesan jelas: warga yang terdampak langsung tidak bisa diabaikan. Dalam demokrasi, teriakan di jalan terkadang lebih efektif daripada surat resmi. Akhirnya, kemarahan masyarakat menjadi saksi bisu kegagalan reformasi yang katanya sudah lama dijalankan. @dimas

Tags: Breaking NewsDemoDemokrasiJalananJogjaKeadilanMahasiswaMalukuMassaPolda DIYPolriReformasiSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Demokrasi atau Ilusi Pilihan? Saat Popularitas Mengalahkan Pengetahuan

Demokrasi atau Ilusi Pilihan? Saat Popularitas Mengalahkan Pengetahuan

by dimas
Juni 5, 2026

Demokrasi menjanjikan kesetaraan, tetapi apakah suara terbanyak selalu melahirkan keputusan terbaik? Saat emosi mengalahkan pengetahuan, bencana bisa terjadi. Tabooo.id -...

Next Post
Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi?

Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id