Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polda DIY Didemo, Massa Soroti Kasus Penganiayaan di Tual

by eko
Februari 24, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aksi demonstrasi memanas di Markas Kepolisian Daerah DIY, Selasa (24/2) malam. Ratusan orang berjalan kaki dari arah timur sejak sekitar pukul 18.00 WIB lalu berkumpul di depan kantor polisi. Orasi yang semula berlangsung tertib berubah menjadi dorong-dorongan, blokade jalan, hingga perobohan pagar sisi timur.

Di pintu barat, massa mendorong water barrier dan menutup akses jalan. Di sisi timur, mereka memukul pagar besi berkali-kali sampai akhirnya pagar itu roboh. Teriakan menggema ketika pagar ambruk. Massa juga menyemprotkan cat ke pagar dan melempar sejumlah benda ke dalam halaman kantor.

Di dalam area, aparat berjaga penuh. Sejak siang, petugas memasang kawat berduri untuk memperkuat pengamanan. Hingga pukul 18.48 WIB, massa terus berdatangan dan memenuhi ruas jalan di depan Mapolda. Teriakan “Pembunuh!” berulang kali mereka suarakan dengan nada penuh amarah.

Pemicu: Kasus di Tual

Kemunculan massa di Yogyakarta berakar pada kemarahan publik atas kasus penganiayaan yang dilakukan Bripda Mesias Siahaya, oknum anggota Brimob dari Polda Maluku. Ia menganiaya AT (14), siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Tual, hingga korban meninggal dunia.

Polri memecat Mesias dari institusi. Namun sebagian masyarakat menilai langkah itu belum cukup. Mereka menuntut proses pidana berjalan terbuka dan aparat penegak hukum mengusut kasus ini tanpa kompromi. Publik juga mendesak pimpinan kepolisian mengevaluasi sistem pengawasan internal agar kasus serupa tidak terulang.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Siapa Paling Terdampak?

Pertama, keluarga korban. Mereka kehilangan anak sekaligus menghadapi sorotan nasional. Duka pribadi kini bercampur dengan tuntutan publik.

Kedua, pelajar dan orang tua. Banyak keluarga merasa cemas dan mempertanyakan rasa aman anak-anak mereka di ruang publik. Kasus ini mengguncang kepercayaan terhadap figur aparat yang seharusnya melindungi.

Ketiga, institusi kepolisian. Setiap pelanggaran yang dilakukan oknum langsung memukul citra lembaga. Kepercayaan publik menurun ketika masyarakat melihat kekerasan justru datang dari aparat.

Warga sekitar Mapolda DIY juga merasakan dampaknya. Blokade jalan menghambat aktivitas dan menambah ketegangan malam itu. Ketika emosi menguasai situasi, risiko bentrokan meningkat dan warga biasa ikut menanggung konsekuensinya.

Ujian Kepercayaan Publik

Kasus di Tual kini menguji komitmen reformasi di tubuh kepolisian. Publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif. Media sosial mempercepat arus solidaritas; peristiwa di Maluku memicu reaksi keras di Yogyakarta hanya dalam hitungan hari.

Aksi ini menunjukkan satu hal: rasa keadilan tidak mengenal batas wilayah. Ketika publik merasa hukum berjalan tebang pilih, jalanan menjadi panggung protes.

Kini bola ada di tangan penegak hukum. Mereka bisa memulihkan kepercayaan dengan transparansi dan ketegasan, atau membiarkan kemarahan terus membesar. Sebab pada akhirnya, pagar bisa dibangun kembali tetapi kepercayaan yang runtuh tak semudah itu ditegakkan. @eko

Tags: DemoPolda DIY

Kamu Melewatkan Ini

Kota Wisata, Tapi Sampah Masih Jadi Musuh Utama

Kota Wisata, Tapi Sampah Masih Jadi Musuh Utama

by Anisa
Juli 28, 2026

Kota wisata, tapi sampah masih jadi musuh utama, julukan itu kini terasa ironis bagi Yogyakarta. Di balik citranya sebagai kota...

Demo Ricuh di Balai Kota Yogya, HMI Soroti Krisis Sampah

Demo Ricuh di Balai Kota Yogyakarta, HMI Soroti Krisis Sampah

by dimas
Juli 28, 2026

Ratusan mahasiswa HMI menggelar aksi yang sempat ricuh di Balai Kota Yogyakarta untuk memprotes krisis sampah. Massa mendesak Pemkot menghadirkan...

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Next Post
Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id