Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polda DIY Didemo, Massa Soroti Kasus Penganiayaan di Tual

by eko
Februari 24, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aksi demonstrasi memanas di Markas Kepolisian Daerah DIY, Selasa (24/2) malam. Ratusan orang berjalan kaki dari arah timur sejak sekitar pukul 18.00 WIB lalu berkumpul di depan kantor polisi. Orasi yang semula berlangsung tertib berubah menjadi dorong-dorongan, blokade jalan, hingga perobohan pagar sisi timur.

Di pintu barat, massa mendorong water barrier dan menutup akses jalan. Di sisi timur, mereka memukul pagar besi berkali-kali sampai akhirnya pagar itu roboh. Teriakan menggema ketika pagar ambruk. Massa juga menyemprotkan cat ke pagar dan melempar sejumlah benda ke dalam halaman kantor.

Di dalam area, aparat berjaga penuh. Sejak siang, petugas memasang kawat berduri untuk memperkuat pengamanan. Hingga pukul 18.48 WIB, massa terus berdatangan dan memenuhi ruas jalan di depan Mapolda. Teriakan “Pembunuh!” berulang kali mereka suarakan dengan nada penuh amarah.

Pemicu: Kasus di Tual

Kemunculan massa di Yogyakarta berakar pada kemarahan publik atas kasus penganiayaan yang dilakukan Bripda Mesias Siahaya, oknum anggota Brimob dari Polda Maluku. Ia menganiaya AT (14), siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Tual, hingga korban meninggal dunia.

Polri memecat Mesias dari institusi. Namun sebagian masyarakat menilai langkah itu belum cukup. Mereka menuntut proses pidana berjalan terbuka dan aparat penegak hukum mengusut kasus ini tanpa kompromi. Publik juga mendesak pimpinan kepolisian mengevaluasi sistem pengawasan internal agar kasus serupa tidak terulang.

Ini Belum Selesai

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Siapa Paling Terdampak?

Pertama, keluarga korban. Mereka kehilangan anak sekaligus menghadapi sorotan nasional. Duka pribadi kini bercampur dengan tuntutan publik.

Kedua, pelajar dan orang tua. Banyak keluarga merasa cemas dan mempertanyakan rasa aman anak-anak mereka di ruang publik. Kasus ini mengguncang kepercayaan terhadap figur aparat yang seharusnya melindungi.

Ketiga, institusi kepolisian. Setiap pelanggaran yang dilakukan oknum langsung memukul citra lembaga. Kepercayaan publik menurun ketika masyarakat melihat kekerasan justru datang dari aparat.

Warga sekitar Mapolda DIY juga merasakan dampaknya. Blokade jalan menghambat aktivitas dan menambah ketegangan malam itu. Ketika emosi menguasai situasi, risiko bentrokan meningkat dan warga biasa ikut menanggung konsekuensinya.

Ujian Kepercayaan Publik

Kasus di Tual kini menguji komitmen reformasi di tubuh kepolisian. Publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif. Media sosial mempercepat arus solidaritas; peristiwa di Maluku memicu reaksi keras di Yogyakarta hanya dalam hitungan hari.

Aksi ini menunjukkan satu hal: rasa keadilan tidak mengenal batas wilayah. Ketika publik merasa hukum berjalan tebang pilih, jalanan menjadi panggung protes.

Kini bola ada di tangan penegak hukum. Mereka bisa memulihkan kepercayaan dengan transparansi dan ketegasan, atau membiarkan kemarahan terus membesar. Sebab pada akhirnya, pagar bisa dibangun kembali tetapi kepercayaan yang runtuh tak semudah itu ditegakkan. @eko

Tags: DemoPolda DIY

Kamu Melewatkan Ini

Hari Buruh: Perjuangan atau Rutinitas?

Hari Buruh: Perjuangan atau Rutinitas?

by teguh
April 26, 2026

Setiap 1 Mei, jalanan penuh spanduk, panggung orasi, dan janji lama. Namun pertanyaannya tetap sama apakah Hari Buruh masih menjadi...

MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pasal 256 KUHP Jadi “Level Boss” Demo

MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pasal 256 KUHP Jadi “Level Boss” Demo

by dimas
Maret 2, 2026

Tabooo.id: Edge - Bayangkan13 mahasiswa hukum, bersemangat, mengenakan jaket almamater neon, berkumpul di MK sambil membawa kopi panas dan dokumen...

Demo Solidaritas Tual Ricuh di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa Diamankan

Demo Solidaritas Tual Ricuh di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa Diamankan

by dimas
Februari 25, 2026

Tabooo.id: Regional - Aksi solidaritas untuk korban dugaan kekerasan aparat di Tual, Maluku, memanas di depan Markas Polda DIY pada...

Next Post
Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id