Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo Solidaritas Tual Ricuh di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa Diamankan

by dimas
Februari 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aksi solidaritas untuk korban dugaan kekerasan aparat di Tual, Maluku, memanas di depan Markas Polda DIY pada Selasa (24/2/2026) malam. Massa yang datang untuk menuntut keadilan terlibat bentrok dengan aparat ketika mereka mencoba menembus barikade kawat berduri di pintu gerbang.

Gelombang protes ini muncul setelah seorang anak di Tual meninggal dunia dan publik menduga seorang anggota Brimob Polri menghantamnya dengan helm saat pengamanan. Informasi tersebut menyebar cepat di media sosial dan memicu solidaritas di berbagai kota, termasuk Yogyakarta.

Solidaritas Berujung Ketegangan

Sejak sore, mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berkumpul sambil membawa poster dan menyampaikan orasi. Mereka mendesak kepolisian mengusut tuntas insiden di Tual serta mengevaluasi pola pengamanan yang dinilai represif.

Situasi berubah ketika sebagian massa bergerak mendekati pagar pembatas dan berusaha membuka akses masuk ke halaman Mapolda. Aparat langsung menghadang. Aksi saling dorong tak terhindarkan. Dalam ketegangan itu, massa merusak pagar sisi timur kompleks Mapolda. Aparat kemudian memukul mundur peserta aksi dari gerbang utama untuk mencegah kerusakan meluas.

Polisi Amankan Mahasiswa

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyesalkan kericuhan tersebut. Ia menegaskan jajarannya telah menjalankan prosedur pengamanan sesuai aturan.

Ini Belum Selesai

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda,” ujar Ihsan, Rabu (25/2/2026).

Ihsan memastikan petugas tidak membawa senjata api saat mengamankan aksi. Polisi mengamankan tiga mahasiswa untuk pemeriksaan dan kemudian memulangkan mereka setelah berkoordinasi dengan pihak kampus.

Pada Rabu pagi, aktivitas di sekitar Mapolda kembali normal. Petugas memperbaiki pagar yang rusak, sementara arus lalu lintas kembali berjalan lancar.

Dampak dan Ujian Kepercayaan Publik

Aksi di Yogyakarta menunjukkan bahwa insiden di Tual memicu kemarahan yang meluas. Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil menaruh perhatian serius pada dugaan kekerasan terhadap anak. Mereka menuntut transparansi penyelidikan dan akuntabilitas aparat yang terlibat.

Keluarga korban di Tual menjadi pihak yang paling terdampak secara langsung. Namun dampak sosialnya meluas hingga ke kota-kota lain. Setiap dugaan kekerasan aparat berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Bagi warga Yogyakarta, kericuhan tersebut memunculkan kekhawatiran baru. Pelaku usaha di sekitar lokasi mencemaskan potensi eskalasi jika aksi lanjutan kembali terjadi. Stabilitas keamanan kota pendidikan ini ikut dipertaruhkan.

Kini publik menunggu langkah tegas dalam penanganan kasus di Tual. Jika aparat bergerak cepat dan transparan, kepercayaan bisa pulih. Namun jika proses berjalan lambat dan tertutup, gelombang protes mungkin meluas. Di tengah tuntutan keadilan, negara kembali diuji: mendengar suara warganya atau membiarkan bara itu menyala lebih besar. @dimas

Tags: AparatBrimobDemoIsuJogjaKeadilankekerasankorbanMahasiswaMalukuNasionalPolriSolidaritas

Kamu Melewatkan Ini

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

by teguh
Mei 15, 2026

Malam itu kampus di Mataram belum benar-benar ramai. Mahasiswa baru menyiapkan layar ketika suasana berubah mendadak. Petugas keamanan mengawasi proyektor,...

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

by teguh
Mei 14, 2026

Pemerintah menyebut tidak ada pelarangan. Namun mahasiswa justru kehilangan ruang menonton. Film dokumenter Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita memicu...

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Next Post
Lelah Percaya Virzha Tuangkan Kepalsuan Lewat Lagu Baru

Lelah Percaya Virzha Tuangkan Kepalsuan Lewat Lagu Baru

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id