Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo Solidaritas Tual Ricuh di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa Diamankan

by dimas
Februari 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aksi solidaritas untuk korban dugaan kekerasan aparat di Tual, Maluku, memanas di depan Markas Polda DIY pada Selasa (24/2/2026) malam. Massa yang datang untuk menuntut keadilan terlibat bentrok dengan aparat ketika mereka mencoba menembus barikade kawat berduri di pintu gerbang.

Gelombang protes ini muncul setelah seorang anak di Tual meninggal dunia dan publik menduga seorang anggota Brimob Polri menghantamnya dengan helm saat pengamanan. Informasi tersebut menyebar cepat di media sosial dan memicu solidaritas di berbagai kota, termasuk Yogyakarta.

Solidaritas Berujung Ketegangan

Sejak sore, mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat berkumpul sambil membawa poster dan menyampaikan orasi. Mereka mendesak kepolisian mengusut tuntas insiden di Tual serta mengevaluasi pola pengamanan yang dinilai represif.

Situasi berubah ketika sebagian massa bergerak mendekati pagar pembatas dan berusaha membuka akses masuk ke halaman Mapolda. Aparat langsung menghadang. Aksi saling dorong tak terhindarkan. Dalam ketegangan itu, massa merusak pagar sisi timur kompleks Mapolda. Aparat kemudian memukul mundur peserta aksi dari gerbang utama untuk mencegah kerusakan meluas.

Polisi Amankan Mahasiswa

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyesalkan kericuhan tersebut. Ia menegaskan jajarannya telah menjalankan prosedur pengamanan sesuai aturan.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda,” ujar Ihsan, Rabu (25/2/2026).

Ihsan memastikan petugas tidak membawa senjata api saat mengamankan aksi. Polisi mengamankan tiga mahasiswa untuk pemeriksaan dan kemudian memulangkan mereka setelah berkoordinasi dengan pihak kampus.

Pada Rabu pagi, aktivitas di sekitar Mapolda kembali normal. Petugas memperbaiki pagar yang rusak, sementara arus lalu lintas kembali berjalan lancar.

Dampak dan Ujian Kepercayaan Publik

Aksi di Yogyakarta menunjukkan bahwa insiden di Tual memicu kemarahan yang meluas. Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil menaruh perhatian serius pada dugaan kekerasan terhadap anak. Mereka menuntut transparansi penyelidikan dan akuntabilitas aparat yang terlibat.

Keluarga korban di Tual menjadi pihak yang paling terdampak secara langsung. Namun dampak sosialnya meluas hingga ke kota-kota lain. Setiap dugaan kekerasan aparat berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Bagi warga Yogyakarta, kericuhan tersebut memunculkan kekhawatiran baru. Pelaku usaha di sekitar lokasi mencemaskan potensi eskalasi jika aksi lanjutan kembali terjadi. Stabilitas keamanan kota pendidikan ini ikut dipertaruhkan.

Kini publik menunggu langkah tegas dalam penanganan kasus di Tual. Jika aparat bergerak cepat dan transparan, kepercayaan bisa pulih. Namun jika proses berjalan lambat dan tertutup, gelombang protes mungkin meluas. Di tengah tuntutan keadilan, negara kembali diuji: mendengar suara warganya atau membiarkan bara itu menyala lebih besar. @dimas

Tags: AparatBrimobDemoIsuJogjaKeadilankekerasankorbanMahasiswaMalukuNasionalPolriSolidaritas

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Joko Anwar: Film Besar Lahir dari Kesadaran Diri, Bukan Tren Publik

Joko Anwar: Film Besar Lahir dari Kesadaran Diri, Bukan Tren Publik

by dimas
Juni 21, 2026

Joko Anwar menegaskan film besar lahir dari kesadaran diri, bukan tren publik. Pesan itu ia sampaikan kepada ratusan peserta LA...

LA Indie Movie Jogja Cetak Generasi Baru Sineas Muda

LA Indie Movie Jogja Cetak Generasi Baru Sineas Muda

by dimas
Juni 21, 2026

LA Indie Movie Jogja cetak generasi baru sineas Indonesia melalui workshop, pitching, dan dukungan produksi film. Antusiasme peserta hampir tembus...

Next Post
Lelah Percaya Virzha Tuangkan Kepalsuan Lewat Lagu Baru

Lelah Percaya Virzha Tuangkan Kepalsuan Lewat Lagu Baru

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id