• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

Februari 24, 2026
in News, Regional
A A
Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

Massa aksi menggeruduk markas Polda DI Yogyakarta, Selasa (24/2/2026) petang. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Jalan menuju Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Selasa (24/2/2026) petang dipenuhi ratusan mahasiswa dan warga. Mereka meninggalkan kampus UPN dan berjalan kaki menuju Mapolda, bukan sekadar untuk berkumpul, tetapi untuk menyalurkan kemarahan yang menumpuk akibat tragedi di Maluku. Bahkan, mereka membawa poster dan spanduk sambil berteriak tuntutan keadilan agar aparat mendengar suara mereka.

Tragedi Maluku Memantik Kemarahan Publik

Di Kota Tual, anggota Brigade Mobil (Brimob), Bripda Mesias Siahaya, menghantam kepala seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), AT (14), hingga tewas. Berita kematian itu memicu gelombang kemarahan di Yogyakarta.

“Ini bentuk kemarahan masyarakat Jogja terkait apa yang terjadi di Maluku. Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, tiba-tiba dihantam helm kepalanya, terus tewas,” ujar peserta aksi berinisial UDE.

Akibat peristiwa ini, masyarakat menyadari bahwa sistem hukum gagal melindungi anak-anak. Oleh karena itu, aksi kali ini menjadi ekspresi spontan kemarahan publik yang ingin suaranya terdengar.

Aksi Tanpa Panggung dan Rundown

Sejak aksi terakhir pada Agustus tahun lalu, masyarakat menilai reformasi Polri tidak berjalan. Karena frustrasi, mereka bergerak tanpa panggung orasi, tanpa draf tuntutan, dan tanpa alur yang terencana. Massa mengekspresikan kekecewaan dengan mencoret pagar Mapolda menggunakan pylox dan merobohkan tembok di sisi timur. Dengan cara ini, setiap tindakan menjadi ekspresi spontan kemarahan publik.

Ketegangan di Halaman Mapolda

Ketegangan memuncak ketika massa merangsek ke halaman Mapolda. Petugas memasang kawat berduri dan menyiagakan kendaraan rantis, tetapi sebagian massa berhasil menembus penghalang tersebut. Teriakan dan langkah mereka bergema, menegaskan ketidakpercayaan publik terhadap institusi yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan menakutinya.

“Yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya. Aksi ini adalah upaya meluapkan kemarahan masyarakat Jogja,” tambahnya.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

Pernyataan ini menegaskan bahwa yang terdampak bukan hanya keluarga korban di Maluku, tetapi seluruh masyarakat yang merasakan ketidakadilan dari lembaga yang seharusnya menegakkan hukum.

Permintaan Maaf Bripda Mesias, Namun Publik Masih Marah

Bripda Mesias meminta maaf atas kelalaiannya yang menyebabkan kematian AT, dan polisi langsung memecatnya. Namun, pengusiran satu anggota saja tidak mampu meredam amarah publik. Warga dan mahasiswa menilai tragedi ini sebagai pengingat pahit ketika institusi gagal menegakkan keadilan, masyarakat harus mengubah ruang publik menjadi arena tuntutan pertanggungjawaban.

Di tengah puing pagar yang roboh dan cat semprot yang menempel, tersimpan pesan jelas: warga yang terdampak langsung tidak bisa diabaikan. Dalam demokrasi, teriakan di jalan terkadang lebih efektif daripada surat resmi. Akhirnya, kemarahan masyarakat menjadi saksi bisu kegagalan reformasi yang katanya sudah lama dijalankan. @dimas

Tags: AksiBreaking NewsDemoDemokrasiJalananJogjaKeadilanKemarahanKerusuhanMahasiswaMalukuMapoldaMassaPagarPolda DIYPolriPublikRatusanReformasiSpontanTragediTuntut
Next Post
Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi?

Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi?

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pakoe Boewono XIV: Raja Gen Z yang Menyelamatkan Ingatan Kraton

    Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamen Jalanan: Korban Sistem atau Pilihan yang Dipelihara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah di Bali Butuh Lebih dari Sekadar Mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.