Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

by Tabooo
Mei 28, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kraton Surakarta Hadiningrat menggelar acara silaturahmi Idulfitri bertajuk Bersua Sang Raja bersama SISKS Pakoe Boewono XIV, yang akan berlangsung pada Kamis (26/3/2026) pukul 10.00 WIB.

Acara ini digelar di Palereman Dalem Sasana Narendra dan dinyatakan terbuka untuk umum. Momentum ini menjadi ruang langka bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan simbol budaya Jawa yang selama ini identik dengan jarak dan tata krama tinggi.

Namun, “terbuka” di sini tetap memiliki batas. Dikutip dari akun Instagram @kraton_solo, berikut sejumlah ketentuan berpakaian, yakni wajib berpakaian rapi dan sopan, dilarang memakai batik motif parang/lereng, dilarang menggunakan bahan beludru, tidak diperbolehkan mengenakan jeans dan kaos, perempuan wajib memakai kain atau rok panjang. Aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari sistem nilai yang dijaga secara turun-temurun di lingkungan keraton.

View this post on Instagram

A post shared by KARATON SURAKARTA HADININGRAT (@kraton_solo)

Menurut Wartonagoro, salah seorang Komisaris PT Tabooo Network Indonesia, aturan tersebut justru menjadi bagian penting dari pengalaman budaya itu sendiri.

“Kraton memang membuka ruang silaturahmi untuk masyarakat, tapi nilai dan tata krama tetap harus dijaga. Ini bukan pembatasan, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang sudah ada sejak lama,” ujar Komisaris PT Tabooo Network Indonesia tersebut.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempertemukan masyarakat dengan nilai-nilai keraton secara langsung.

“Bersua dengan Raja itu bukan hanya hadir secara fisik, tapi juga memahami etika, simbol, dan makna di baliknya,” tambahnya.

Tradisi yang Tidak Sepenuhnya Cair

Di era ketika semua terasa makin bebas, Kraton Surakarta justru menunjukkan hal berbeda bahwa tidak semua ruang berarti tanpa aturan.

Motif parang, misalnya, secara historis merupakan simbol kekuasaan yang tidak bisa digunakan sembarangan. Begitu juga dengan aturan busana lainnya, semuanya merefleksikan struktur sosial dan filosofi yang masih dijaga. Di sinilah letak tarik-menariknya, publik diundang masuk, tapi tetap harus mengikuti ritme tradisi.

Buat generasi sekarang, ini bukan cuma soal datang ke acara budaya. Melainkan lebih tentang bagaimana kita memahami batas antara akses dan penghormatan, bagaimana budaya lama bernegosiasi dengan cara hidup modern, dan apakah “terbuka untuk umum” benar-benar berarti bebas sepenuhnya Karena pada akhirnya, setiap ruang punya aturan, bahkan termasuk ruang yang disebut publik.


“Bersua Sang Raja” adalah undangan. Tapi juga pengingat: tidak semua undangan berarti tanpa syarat. Lalu, kalau kamu datang, kamu datang sebagai diri sendiri… atau sebagai bagian dari tradisi yang semestinya kamu hormati? @tabooo

Tags: Jawa TengahKraton SurakartaLebaran 2026NasionalNewsPB XIVRegionalSolo

Kamu Melewatkan Ini

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Next Post
Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id