Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 dengan nada emosional. Dari atas panggung Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026), Prabowo mengaku hatinya “bergetar” menyaksikan antusiasme para kepala daerah dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia.
Menurut Prabowo, energi yang terpancar dari para peserta bukan sekadar formalitas seremonial. Ia menilai semangat tersebut menjadi indikator penting bagi arah perjalanan bangsa ke depan.
“Hati saya bergetar melihat, mendengar, dan merasakan semangat saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo saat mengawali pidato.
Ia menegaskan, jika semangat itu benar-benar lahir dari ketulusan, maka Indonesia memiliki fondasi kuat untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
“Kalau semangat saudara sungguh-sungguh berasal dari kalbu yang paling dalam, masa depan bangsa kita saya yakin aman, dan saya yakin kita akan berhasil,” tegasnya.
Ribuan Kepala Daerah Berkumpul
Rakornas tahun ini dihadiri sekitar 4.487 peserta. Mereka berasal dari unsur pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta jajaran Forkopimda dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
Kehadiran ribuan pemangku kebijakan tersebut menjadikan Rakornas sebagai salah satu forum koordinasi terbesar pemerintahan di awal masa kepemimpinan Prabowo. Pemerintah pusat memanfaatkan momentum ini untuk menyamakan arah kebijakan sekaligus memperkuat garis komando antara pusat dan daerah.
Dalam konteks politik nasional, forum ini juga mencerminkan kebutuhan mendesak akan stabilitas dan soliditas pemerintahan, terutama di tengah tekanan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tuntutan publik terhadap pelayanan yang lebih cepat dan transparan.
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Kementerian Dalam Negeri mengusung tema Rakornas 2026 “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut menegaskan fokus pemerintah pada percepatan pelaksanaan agenda strategis nasional, mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan, menjelaskan Rakornas ini merupakan kelanjutan dari agenda serupa pada tahun sebelumnya sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Menurut Benni, pemerintah ingin memastikan kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat benar-benar sampai dan dijalankan secara efektif di daerah.
“Tema ini dimaksudkan untuk mempercepat implementasi program prioritas Presiden melalui sinergi pusat dan daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor terhadap isu strategis, serta menjembatani kebijakan dengan pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Siapa yang Paling Terdampak?
Di balik pidato dan tema besar, kelompok yang paling terdampak dari keberhasilan atau kegagalan sinergi ini adalah masyarakat bawah.
Petani menunggu kepastian akses pupuk dan irigasi. Nelayan berharap subsidi energi tepat sasaran. Buruh menginginkan lapangan kerja yang stabil. Sementara pelaku UMKM membutuhkan kemudahan permodalan dan pasar.
Bagi mereka, sinergi pusat dan daerah bukan jargon. Ia terukur dari harga bahan pokok, ketersediaan pekerjaan, dan kualitas layanan publik.
Jika koordinasi berjalan baik, manfaatnya langsung terasa. Jika tidak, masyarakat kembali menjadi penanggung biaya dari kebijakan yang tersendat.
Antara Optimisme dan Ujian Nyata
Pidato Prabowo di Sentul menyalakan optimisme. Namun, publik juga memahami bahwa tantangan terbesar bukan pada kata-kata, melainkan pada eksekusi.
Sejarah menunjukkan, semangat sering kali menguap di tengah tarik-menarik kepentingan dan birokrasi yang lamban.
Karena itu, Rakornas ini menjadi semacam janji terbuka. Janji bahwa pusat dan daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
Dan seperti biasa, rakyat akan menagihnya bukan melalui tepuk tangan, melainkan melalui perubahan nyata di meja makan mereka. @dimas







