Tabooo.id: Check – Sebuah unggahan dari akun Facebook “Puting Beliung” pada Selasa (27/1/2026) menyebarkan narasi bahwa PDIP siap mengusung Hasto Kristiyanto sebagai Presiden RI 2029. Penulis unggahan itu menuliskannya penuh keyakinan: “yakin kita pasti menang!!!”
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Hingga Senin (2/2/2026), postingan itu mengumpulkan sekitar 430 tanda suka, lebih dari 1.000 komentar, serta hampir 10 kali dibagikan ulang. Angkanya memang tidak besar, tetapi cukup memicu diskusi dan perdebatan di media sosial.
Pertanyaannya sederhana: benarkah ada deklarasi resmi?
Media Kredibel Tak Membenarkan
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim ini dengan memasukkan kata kunci “pdi perjuangan siap usung hasto presiden 2029” ke mesin pencari Google.
Hasil penelusuran tidak menemukan pemberitaan dari media kredibel maupun pernyataan resmi PDIP yang mendukung klaim tersebut. Tidak ada konferensi pers, rilis partai, atau dokumen resmi yang mengarah pada pencalonan Hasto sebagai calon presiden 2029.
Biasanya, jika sebuah partai besar benar-benar mengusung calon presiden, berbagai media nasional akan memberitakannya secara serentak. Namun dalam kasus ini, klaim hanya beredar di media sosial tanpa dukungan sumber yang bisa diverifikasi.
Dokumentasi Lama, Narasi Baru
Unggahan itu menampilkan foto Hasto Kristiyanto dengan pose formal yang tampak meyakinkan.
Pemeriksaan melalui Google Lens mengarahkan foto tersebut ke sebuah video di kanal YouTube Banjarmasin Post News Video berjudul “PDIP Bakal Kaji Usulan Agar Kepala Daerah Dipilih DPRD, Hasto: Cari Yang Bawa Manfaat Untuk Rakyat.”
Video tersebut tayang pada Minggu (7/12/2025). Dalam konteks aslinya, Hasto memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang PDIP di Bandung, Jawa Barat. Saat itu, ia membahas usulan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD bukan soal pencalonan presiden 2029.
Artinya, foto itu memang dokumentasi asli. Namun pembuat unggahan menempelkan narasi yang sama sekali tidak sesuai dengan peristiwa sebenarnya.
Potong Konteks, Tambah Sensasi
Kasus ini kembali menunjukkan pola klasik penyebaran hoaks di media sosial. Pelaku mengambil foto dari peristiwa nyata, lalu memasangkannya dengan narasi baru yang bombastis.
Karena visual terlihat autentik dan tokohnya dikenal publik, banyak orang langsung percaya tanpa mengecek sumber. Padahal, kebenaran informasi tidak bergantung pada tampilan, melainkan pada konteks dan verifikasi.
Isu politik juga sering memancing reaksi cepat. Saat membaca klaim sensasional, orang cenderung langsung berkomentar atau membagikan sebelum memastikan kebenarannya.
Masuk Kategori Konten Palsu
Sepanjang penelusuran, tidak ada informasi valid atau pemberitaan kredibel yang menguatkan klaim bahwa “PDIP siap mengusung Hasto di Pilpres 2029.” Unggahan tersebut masuk kategori konten palsu (fabricated content) karena menggabungkan dokumentasi asli dengan narasi yang tidak sesuai fakta.
Di era digital, satu kalimat bisa membentuk persepsi. Karena itu, jangan langsung percaya pada informasi tanpa sumber resmi.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital.@eko





