Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Programmer Mulai Tergeser AI, Tapi Guru Masih Aman, Kok Bisa?

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Di tengah hype kecerdasan buatan yang makin brutal, riset terbaru dari Anthropic justru menampar ekspektasi banyak orang. Bukan buruh kasar yang paling terancam. Bukan juga pekerjaan lapangan. Justru profesi “elit” seperti programmer mulai goyah.

Sementara itu? Guru yang sering diremehkan justru masih sulit disentuh AI.

Programmer Mulai Tergeser, Guru Masih Bertahan

Laporan Anthropic berjudul “Labor Market Impacts of AI” menunjukkan fakta yang agak bikin mikir AI makin jago mengambil alih tugas-tugas digital.

Coding, debugging, update software semua itu sekarang bisa dikerjakan AI dengan cepat dan presisi. Bahkan, chatbot seperti Claude sudah digunakan langsung oleh profesional untuk mengerjakan pekerjaan harian mereka. Sebaliknya, tugas guru di ruang kelas masih belum tergantikan.

AI memang bisa bantu nilai tugas. Bisa bantu bikin materi. Tapi saat bicara soal mengelola kelas, memahami emosi siswa, atau membaca situasi sosial AI masih “buta rasa”. Dan di situlah manusia menang.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

10 Profesi yang Mulai “Dijajah” AI

Ironisnya, pekerjaan yang paling dekat dengan layar justru paling rentan. Berikut daftar profesi dengan paparan AI tertinggi:

  • Programmer (74,5%)
  • Customer service (70,1%)
  • Data entry (67,1%)
  • Spesialis rekam medis (66,7%)
  • Analis riset pasar & pemasaran (64,8%)
  • Sales grosir & manufaktur (62,8%)
  • Analis keuangan & investasi (57,2%)
  • QA software tester (51,9%)
  • Analis keamanan informasi (48,6%)
  • Spesialis support komputer (46,8%)

Polanya jelas Semakin repetitif dan digital pekerjaannya, semakin mudah AI mengambil alih.

Yang “Kebal” Justru yang Humanis

Di sisi lain, ada profesi yang justru relatif aman. Bukan karena teknologinya belum sampai tapi karena pekerjaannya terlalu manusiawi. Beberapa di antaranya:

  • Guru dan tenaga pendidik
  • Perawat dan praktisi kesehatan
  • Pekerja lapangan (petani, mekanik, koki)
  • Profesi berbasis interaksi langsung

Kenapa? Karena pekerjaan ini butuh empati, improvisasi, dan kehadiran nyata hal-hal yang belum bisa direplikasi mesin. AI bisa pintar. Tapi belum bisa peduli.

Gaji Tinggi Belum Tentu Aman dari AI

Ini bagian paling “menampar”. Data menunjukkan pekerja yang paling terpapar AI justru berasal dari kalangan berpendidikan tinggi:

  • Lulusan sarjana: 37,1%
  • Pascasarjana: 17,4%

Rata-rata gaji mereka juga lebih tinggi (sekitar 32,69 USD/jam) dibanding pekerjaan yang tidak terpapar AI (22,23 USD/jam).

Artinya? Semakin “pintar” dan digital pekerjaanmu, justru makin dekat dengan risiko otomatisasi.

Tabooo Insight: Kita Terlalu Lama Mengukur Nilai dari Skill, Bukan Rasa

Selama ini, dunia kerja mengagungkan skill teknis. Coding. Data. Analisis.

Tapi AI datang dan berkata “Semua itu bisa saya pelajari.” Yang tidak bisa? Empati. Intuisi. Relasi manusia.

Guru bukan sekadar penyampai materi. Mereka membaca suasana, memahami karakter, dan membentuk manusia bukan sekadar output.

Dan mungkin, di era AI, itu justru jadi skill paling mahal.

Jadi, Harus Takut atau Adaptasi?

Riset ini bukan alarm kiamat. Tapi jelas jadi peringatan.

AI tidak akan menggantikan semua pekerjaan. Tapi akan mengubah cara kita bekerja. Pertanyaannya sekarang bukan “Apakah AI akan menggantikan kita?”

Tapi Apa yang kita punya yang AI tidak? Karena di dunia yang makin otomatis, jadi manusia sepenuhnya mungkin justru jadi keunggulan terakhir. @teguh

Tags: AmanAnthropicChatbotGajiguruHumanisManusiaProgrammerrisetSkill

Kamu Melewatkan Ini

PGRI Kritik RUU Sisdiknas: Guru Butuh Kepastian, Bukan Janji

PGRI Kritik RUU Sisdiknas: Guru Butuh Kepastian, Bukan Janji

by dimas
Agustus 11, 2026

PGRI mengkritik RUU Sisdiknas yang dinilai belum menjamin kesejahteraan, kepastian profesi, dan tata kelola guru secara jelas. Tabooo.id: Jakarta -...

Gaji Tak Cukup, Pulang Kerja Lanjut Narik

Gaji Tak Cukup, Pulang Kerja Lanjut Narik

by eko
Agustus 9, 2026

Arif, pekerja pabrik di Solo, menjalani pekerjaan kedua sebagai driver Gojek setelah pulang kerja. Ia mencari tambahan penghasilan karena gaji...

ASN Hadir Virtual, Negara Masuk Dimensi Metafisik?

ASN Hadir Virtual, Negara Masuk Dimensi Metafisik?

by teguh
Mei 8, 2026

Lampu kantor pemerintahan masih menyala. Fingerprint tetap hijau. Notifikasi “present” terus muncul. Masalahnya cuma satu orangnya tidak ada. Tabooo.id -...

Next Post
Poco X8 Pro: Ngebut Maksimal di Harga Rp 5 Jutaan, Worth It atau Cuma Hype?

Poco X8 Pro: Ngebut Maksimal di Harga Rp 5 Jutaan, Worth It atau Cuma Hype?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id