Tabooo.id: Global – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bad Ragaz, Swiss, Rabu waktu setempat, menjelang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos. Perwakilan pemerintah Indonesia dan diaspora menyambut langsung kedatangan Presiden di hotel tempatnya menginap.
Kehadiran Prabowo menandai kembalinya Indonesia ke forum ekonomi global tingkat tinggi setelah beberapa tahun absen dari kehadiran langsung kepala negara. Momentum ini menjadi sinyal politik dan ekonomi bahwa Indonesia kembali memainkan peran strategis di tengah dinamika global.
Penyambutan Pemerintah dan Diaspora
Beberapa pejabat hadir dalam penyambutan, termasuk Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa Y.M. Sidharto R. Suryodipuro, beberapa menteri Kabinet Merah Putih, Deputi Wakil Tetap II PTRI Jenewa/Duta Besar Nur Rakhman Setyoko, Atase Darat KBRI Paris Kolonel Arm Aji Nugroho, serta jajaran staf KBRI Bern dan PTRI Jenewa.
Diaspora Indonesia juga hadir, termasuk dua anak Indonesia, Tanaya Apriandi (7 tahun) dan Narendra Apriandi (12 tahun), yang berdiri di barisan depan menyambut Presiden.
Prabowo menyalami satu per satu perwakilan pemerintah dan diaspora. Ia menerima buket bunga dari masyarakat Indonesia di Swiss sambil berbincang singkat dalam suasana hangat namun formal.
Harapan Diaspora: Indonesia Lebih Terbuka dan Percaya Diri
Fadli, salah satu diaspora, menyatakan antusiasmenya atas kehadiran Presiden di WEF Davos. Menurutnya, kehadiran langsung kepala negara membawa arti strategis, terutama setelah beberapa tahun forum tidak dihadiri Presiden RI.
Ia menilai partisipasi Prabowo membuka peluang memperluas jejaring global, menarik investasi asing, dan memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional.
“Diaspora berharap, dengan Pak Prabowo sebagai RI-1, Indonesia bisa melangkah lebih jauh dan lebih percaya diri di panggung dunia,” ujarnya.
Agenda Prabowo di World Economic Forum
Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato khusus (special address) pada Kamis pukul 14.00–14.30 waktu setempat (CET). Ia akan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Borge Brende.
WEF 2026 juga menghadirkan sejumlah pemimpin dunia sebagai pembicara utama, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden AS Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Kehadiran para pemimpin menegaskan WEF sebagai ruang strategis untuk mempengaruhi arah kebijakan ekonomi dan geopolitik global.
WEF dan Taruhan Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
World Economic Forum rutin digelar sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini mempertemukan pemimpin negara, ekonom, akademisi, dan pelaku industri global untuk membahas tantangan ekonomi terkini dan proyeksi masa depan.
Bagi Indonesia, kehadiran Presiden bukan sekadar seremoni diplomatik. Pelaku usaha, pekerja, dan sektor investasi menaruh harapan pada hasil nyata dari diplomasi ekonomi yang dibangun di Davos.
Di tengah tekanan ekonomi global dan kompetisi antarnegara yang ketat, kehadiran Prabowo menjadi ujian apakah Indonesia datang hanya untuk didengar, atau siap bernegosiasi dan mengambil peluang. Di Davos, kata-kata pemimpin sering lebih mahal daripada sekadar janji domestik. @dimas




