Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Kursi VIP atau Drama Global?

by dimas
Januari 22, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan ini kamu lagi nongkrong di kafe, scroll X (dulu Twitter), tiba-tiba Kemenlu ngumumin, “Indonesia resmi gabung Dewan Perdamaian Gaza.” Absurdnya, Gaza-nya nggak kelihatan di piagam. Tapi santai, katanya kita bantu perdamaian. Caranya? Cukup bayar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,9 triliun. Uang segitu bisa bikin beberapa stadion sepak bola, tapi kali ini cuma buat duduk manis di dewan perdamaian ala Trump.

Trump Si Ketua Abadi dan Dewan Perdamaian Berbayar

Piagam baru menyebut Trump jadi ketua dewan sekaligus perwakilan AS. Semua keputusan tetap harus disetujui dia. Jadi, kalau negara anggota sepakat bikin kebijakan, Trump tinggal bilang, “Eh, tunggu dulu, gue setuju nggak nih? Voila, suara mayoritas negara lain bisa kena veto dadakan.

Transparansi dana? Jangan harap. Piagam cuma bilang “pendanaan sukarela.” Tapi sukarela versi siapa? Silakan tebak sendiri.

Negara Bergabung: Dari Gaza Sampai Uzbekistan

Sejauh ini, 35 negara sudah ikut gabung mulai dari Israel, Arab Saudi, Qatar, Turkiye, hingga Uzbekistan. Indonesia ikut daftar hadir, berharap kursi di Dewan Perdamaian bikin nama kita terdengar “damai” di kancah internasional. Sementara itu, Norwegia dan Swedia menolak dengan sopan: “Thanks, tapi kami nggak mau bayar 1 miliar.” Perancis? Di bully halus, ikut kena drama diplomasi ala reality show Trump.

Komite Eksekutif: Tony Blair, Kushner, Rubio, dan Drama Keluarga Trump

Komite eksekutif dewan bikin penasaran Marco Rubio, Jared Kushner, Steve Witkoff, dan Tony Blair duduk bareng, mengawasi tata kelola, diplomasi, dan rekonstruksi Gaza. Sementara rakyat Indonesia mikir, “Rp 16,9 triliun buat apa, ya” Anak menantu presiden dan mantan PM Inggris ngobrol soal perdamaian internasional sementara kita cuma bisa scrolling X.

Ini Belum Selesai

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabil atau Berbahaya?

Ironi Publik: Perdamaian atau Reality Show Global?

Logikanya begini Indonesia gabung, negara lain bayar mahal, Trump pegang kontrol penuh, Gaza cuma jadi nama glamor di piagam, tapi uang negara anggota terbang ke dewan internasional. Semua negara bisa keluar kapan saja, kecuali ketua bilang, “Eh, jangan dulu, gue veto.”

Di akhir hari, Dewan Perdamaian ala Trump lebih mirip reality show global dengan tiket VIP super mahal. Kita? Duduk manis, melihat drama diplomasi sambil berharap ada efek nyata buat perdamaian.

Ironi tetap terasa perdamaian internasional dijual mahal, tapi rakyat biasa cuma bisa scroll X sambil bilang, “Well, semoga semua lancar, ya” @dimas

Tags: DamaiDewan PerdamaiandiplomasidramaGazaInternasionalNasionalPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Tan Malaka vs Soekarno-Hatta: Pertarungan Kuasa di Awal Republik

Tan Malaka vs Soekarno-Hatta: Pertarungan Kuasa di Awal Republik

by Tabooo
Juni 8, 2026

Di awal berdirinya republik, Tan Malaka menuntut Merdeka 100%, sementara Soekarno-Hatta memilih jalan negara, pengakuan internasional, dan kalkulasi politik yang...

Next Post
Benarkah Tolak Angin Bisa Membuat Lambung Terbakar?

Benarkah Tolak Angin Bisa Membuat Lambung Terbakar?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id