Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Presiden Prabowo Disambut Diaspora Saat Tiba di Bad Ragaz, Swiss

by dimas
Januari 22, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bad Ragaz, Swiss, Rabu waktu setempat, menjelang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos. Perwakilan pemerintah Indonesia dan diaspora menyambut langsung kedatangan Presiden di hotel tempatnya menginap.

Kehadiran Prabowo menandai kembalinya Indonesia ke forum ekonomi global tingkat tinggi setelah beberapa tahun absen dari kehadiran langsung kepala negara. Momentum ini menjadi sinyal politik dan ekonomi bahwa Indonesia kembali memainkan peran strategis di tengah dinamika global.

Penyambutan Pemerintah dan Diaspora

Beberapa pejabat hadir dalam penyambutan, termasuk Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa Y.M. Sidharto R. Suryodipuro, beberapa menteri Kabinet Merah Putih, Deputi Wakil Tetap II PTRI Jenewa/Duta Besar Nur Rakhman Setyoko, Atase Darat KBRI Paris Kolonel Arm Aji Nugroho, serta jajaran staf KBRI Bern dan PTRI Jenewa.

Diaspora Indonesia juga hadir, termasuk dua anak Indonesia, Tanaya Apriandi (7 tahun) dan Narendra Apriandi (12 tahun), yang berdiri di barisan depan menyambut Presiden.

Prabowo menyalami satu per satu perwakilan pemerintah dan diaspora. Ia menerima buket bunga dari masyarakat Indonesia di Swiss sambil berbincang singkat dalam suasana hangat namun formal.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Harapan Diaspora: Indonesia Lebih Terbuka dan Percaya Diri

Fadli, salah satu diaspora, menyatakan antusiasmenya atas kehadiran Presiden di WEF Davos. Menurutnya, kehadiran langsung kepala negara membawa arti strategis, terutama setelah beberapa tahun forum tidak dihadiri Presiden RI.

Ia menilai partisipasi Prabowo membuka peluang memperluas jejaring global, menarik investasi asing, dan memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional.

“Diaspora berharap, dengan Pak Prabowo sebagai RI-1, Indonesia bisa melangkah lebih jauh dan lebih percaya diri di panggung dunia,” ujarnya.

Agenda Prabowo di World Economic Forum

Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato khusus (special address) pada Kamis pukul 14.00–14.30 waktu setempat (CET). Ia akan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Borge Brende.

WEF 2026 juga menghadirkan sejumlah pemimpin dunia sebagai pembicara utama, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden AS Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Kehadiran para pemimpin menegaskan WEF sebagai ruang strategis untuk mempengaruhi arah kebijakan ekonomi dan geopolitik global.

WEF dan Taruhan Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

World Economic Forum rutin digelar sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini mempertemukan pemimpin negara, ekonom, akademisi, dan pelaku industri global untuk membahas tantangan ekonomi terkini dan proyeksi masa depan.

Bagi Indonesia, kehadiran Presiden bukan sekadar seremoni diplomatik. Pelaku usaha, pekerja, dan sektor investasi menaruh harapan pada hasil nyata dari diplomasi ekonomi yang dibangun di Davos.

Di tengah tekanan ekonomi global dan kompetisi antarnegara yang ketat, kehadiran Prabowo menjadi ujian apakah Indonesia datang hanya untuk didengar, atau siap bernegosiasi dan mengambil peluang. Di Davos, kata-kata pemimpin sering lebih mahal daripada sekadar janji domestik. @dimas

Tags: DavosDiasporadiplomasiEkonomi IndonesiaForumInvestasiNasionalPolitik IndonesiaPrabowo SubiantopresidenSwiss

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Kursi VIP atau Drama Global?

Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Kursi VIP atau Drama Global?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id