• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Perancis, Jerman, dan Inggris Siap Ambil Langkah Defensif terhadap Iran

Maret 2, 2026
in Global, News
A A
Perancis, Jerman, dan Inggris Siap Ambil Langkah Defensif terhadap Iran

Ledakan intersepsi Iron Dome di langit Tel Aviv saat mencegat rudal balasan Iran, Sabtu (28/2/2026), menyusul serangan gabungan AS-Israel. (Foto: AFP/JACK GUEZ)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru. Tiga kekuatan utama Eropa Perancis, Jerman, dan Inggris menyatakan kesiapan mengambil langkah defensif terhadap Iran, Minggu (1/3/2026). Ketiganya bersiap melindungi kepentingan militer dan warganya di kawasan Teluk jika situasi terus memburuk.

Para pemimpin Eropa itu mengaku terkejut dengan serangan rudal Iran yang mereka nilai tidak proporsional dan menyasar berbagai titik tanpa pandang bulu. Mereka menilai Teheran telah melampaui batas dengan menyerang wilayah yang tidak terlibat langsung dalam operasi militer awal Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip AFP, mereka menegaskan bahwa serangan Iran telah mengancam sekutu dekat, personel militer, serta warga sipil Eropa di kawasan. Karena itu, Paris, Berlin, dan London sepakat meningkatkan koordinasi dengan Amerika Serikat dan para sekutunya di Timur Tengah.

Serangan Meluas, Pangkalan Multinasional Jadi Target

Iran melancarkan rangkaian serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk setelah menerima gempuran dari koalisi AS–Israel sejak Sabtu (28/2/2026). Garda Revolusi Iran mengklaim serangan itu sebagai respons langsung atas eskalasi militer yang mereka anggap sebagai agresi terbuka.

Rudal Iran menghantam pangkalan militer multinasional di dekat Arbil, Irak utara, serta kamp tentara Jerman di Yordania timur. Meski tidak menimbulkan korban jiwa di lokasi tersebut, insiden itu meningkatkan kewaspadaan militer Eropa.

Ledakan juga mengguncang Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, Yerusalem, dan Tel Aviv. Layanan penyelamatan Israel melaporkan sedikitnya sembilan orang tewas di Beit Shemesh. Eskalasi ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada dua atau tiga aktor utama, melainkan telah menyeret banyak negara ke pusaran ketegangan regional.

Respons Iran: Balas Dendam Tanpa Batas

Eskalasi meningkat tajam setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pemerintah Iran menyebut kematian tersebut sebagai “deklarasi perang terhadap umat Muslim”. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan negaranya memiliki hak sah untuk membalas para pelaku dan dalang serangan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan menyatakan Iran tidak menetapkan batas dalam membela rakyatnya. Pernyataan itu mempertegas sikap konfrontatif Teheran sekaligus memperbesar risiko konflik terbuka berskala luas.

Dampak Ekonomi dan Siapa yang Paling Terdampak

Konflik ini langsung mengguncang stabilitas kawasan Teluk, yang menjadi jalur vital energi dunia. Jika eskalasi terus berlanjut, harga minyak global berpotensi melonjak. Dampaknya akan terasa hingga Eropa dan Asia, termasuk Indonesia, melalui kenaikan biaya energi dan tekanan pada harga kebutuhan pokok.

RelatedPosts

Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

24 Nama Resmi Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Selain itu, warga sipil di negara-negara Teluk dan Israel menghadapi risiko keamanan langsung. Pekerja migran, pelaku usaha logistik, serta industri penerbangan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap gangguan operasional dan lonjakan biaya.

Sementara itu, Eropa menghadapi dilema strategis. Di satu sisi, mereka harus melindungi kepentingan militer dan ekonominya. Di sisi lain, keterlibatan lebih jauh dapat menyeret mereka ke konflik panjang yang mahal secara politik dan finansial.

Pada akhirnya, konflik ini bukan sekadar soal balas serangan. Ia menyentuh urat nadi ekonomi global dan keamanan regional. Ketika rudal saling meluncur, yang paling cepat terdampak bukan hanya pangkalan militer, tetapi juga dompet masyarakat dunia. @dimas

Tags: Abbas AraghchiAli KhameneiAmerika SerikateropaGeopolitikGlobalHargaInggrisIranJermanKonflikKrisisMasoud PezeshkianminyakPerancisTelukTimur Tengah
Next Post
IHSG Menguat di Tengah Redanya Isu AI dan Bayang-Bayang Tarif AS

IHSG Melemah di Awal Pekan, Pasar Tertekan Eskalasi Iran-AS

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.