Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ledakan Guncang 27 Pangkalan Militer AS, Iran Resmi Buka Operasi Balasan

by dimas
Maret 1, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Konflik Timur Tengah memasuki babak paling berbahaya. Ledakan mengguncang 27 pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk pada Minggu (1/3/2026) pagi, hanya sehari setelah Iran melancarkan serangan balasan atas operasi militer gabungan AS dan Israel.

Wartawan AFP melaporkan dentuman keras terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), lalu merambat ke Doha, Qatar, dan Manama, Bahrain. Otoritas setempat langsung mengaktifkan sirene peringatan di sejumlah wilayah. Ketegangan yang sebelumnya terasa jauh kini hadir di jantung kota-kota modern yang selama ini dikenal aman dan stabil.

Sehari sebelumnya, Iran lebih dulu menghantam Abu Dhabi dan sejumlah titik strategis lain di kawasan Teluk. Serangan itu menyasar pangkalan militer dan infrastruktur vital, termasuk bandara. Oman menjadi satu-satunya negara Teluk yang tidak terdampak langsung, mengingat perannya selama ini sebagai mediator regional.

Rudal dan Drone Hujani Kawasan Teluk

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke wilayah mereka. Serangan itu memicu kobaran api dan asap yang terlihat hingga kawasan ikonik seperti The Palm dan Burj Al Arab.

Otoritas bandara Dubai dan Abu Dhabi melaporkan insiden di area operasional. Setidaknya satu orang dilaporkan tewas. Bandara Kuwait juga masuk daftar sasaran, menandakan serangan ini tidak lagi bersifat simbolik, melainkan strategis dan terkoordinasi.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Dengan menargetkan fasilitas transportasi dan militer sekaligus, Iran mengirim pesan bahwa eskalasi tidak akan berhenti pada batas diplomasi.

Iran Klaim Operasi Terbesar dalam Sejarahnya

Media pemerintah Iran melaporkan Teheran kembali meluncurkan gelombang rudal dan drone pada hari yang sama. Serangan itu menargetkan Israel sebagai balasan atas operasi besar-besaran AS-Israel yang sebelumnya menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Televisi pemerintah Iran menyebut 27 pangkalan militer AS di kawasan, markas besar militer Israel, serta kompleks industri pertahanan di Tel Aviv sebagai target utama.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) kemudian mengumumkan dimulainya operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah Republik Islam Iran. Kantor berita Fars menerbitkan pernyataan tersebut pada Minggu pagi, beberapa jam setelah konfirmasi kematian Khamenei.

IRGC menegaskan operasi ini akan menyasar “wilayah pendudukan” dan pangkalan Amerika di Timur Tengah. Dalam pernyataan terpisah, Garda bersumpah akan menghukum pihak yang mereka sebut sebagai “para pembunuh” pemimpin berusia 86 tahun itu.

“Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat dan tegas tidak akan melepaskan mereka,” demikian bunyi pernyataan resmi.

Siapa yang Paling Terdampak?

Konflik ini tidak hanya mengguncang elite militer dan politik. Warga sipil di negara-negara Teluk kini menghadapi ketidakpastian keamanan. Bandara terganggu, aktivitas ekonomi melambat, dan pasar keuangan regional bergejolak.

Dampaknya meluas hingga pasar global. Harga minyak berpotensi melonjak tajam jika jalur distribusi energi di Teluk terganggu. Negara-negara importir energi, termasuk Indonesia, bisa merasakan tekanan inflasi dan pelemahan mata uang.

Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset aman seperti emas dan dolar AS. Artinya, masyarakat di berbagai negara mungkin akan menghadapi kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok dalam waktu dekat.

Kawasan yang Tak Lagi Kebal Konflik

Selama bertahun-tahun, kota-kota seperti Dubai dan Doha memasarkan diri sebagai oase stabilitas di tengah badai geopolitik Timur Tengah. Ledakan yang terdengar Minggu pagi mematahkan ilusi tersebut.

Ketika pangkalan militer berubah menjadi titik api dan bandara menjadi target, dunia harus mengakui satu hal konflik ini telah melampaui perang bayangan dan memasuki fase konfrontasi terbuka.

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang memulai, melainkan siapa yang mampu menghentikan. Karena ketika rudal sudah berbicara, diplomasi biasanya hanya kebagian sisa suaranya. @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaEnergiGeopolitikGlobalHargaIRGCIsraelKeamanan NegaraKonflik DuniaKrisis GlobalminyakperangPerang IranTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

by Anisa
Juni 14, 2026

Kaya di Atas Peta, tetapi tidak selalu terasa di kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki tanah yang subur, sumber daya alam yang...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 2026

Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 2026

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id