Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Melemah di Awal Pekan, Pasar Tertekan Eskalasi Iran-AS

by dimas
Maret 2, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin (3/2/2026) pagi dengan tekanan signifikan. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG turun 23,95 poin atau 0,29 persen ke level 8.211,31. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham unggulan ikut melemah 2,99 poin atau 0,36 persen ke posisi 834,90.

Pasar bergerak searah dengan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi tajam. Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mendorong investor global mengurangi risiko dan mengamankan likuiditas. Dalam situasi seperti ini, sentimen geopolitik langsung mengalahkan sentimen fundamental.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyarankan pelaku pasar untuk mengurangi eksposur portofolio dan memperbanyak sikap wait and see. Menurutnya, pekan ini pasar sepenuhnya digerakkan oleh risiko geopolitik. Investor kini memantau tiga faktor utama: durasi konflik, stabilitas Selat Hormuz, serta pergerakan harga minyak yang sudah mendekati kisaran 90-100 dolar AS per barel.

Energi dan Emas Jadi Pelarian

Dalam kondisi ketidakpastian tinggi, investor biasanya beralih ke sektor defensif. Liza menilai energi dan logam mulia berpotensi menjadi penopang karena harga komoditas cenderung naik saat konflik memanas. Sebaliknya, aset berisiko seperti saham teknologi dan emerging market menghadapi volatilitas yang lebih tajam.

Pengalaman Perang Rusia-Ukraina pada 2022 menunjukkan pasar Indonesia yang berbasis komoditas justru bisa memperoleh sentimen positif dari lonjakan harga global. Namun, manfaat itu tidak datang secara instan. Pasar tetap harus melewati fase tekanan awal akibat kepanikan global.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Bursa Global Serempak Terkoreksi

Tekanan tidak hanya terjadi di Jakarta. Bursa Asia kompak melemah. Indeks Nikkei Jepang anjlok lebih dari 1,5 persen, Hang Seng terkoreksi lebih dari 2 persen, dan Strait Times Singapura turun lebih dari 2 persen. Bursa Kuwait bahkan sempat menghentikan perdagangan, sementara Uni Emirat Arab menutup pasar sahamnya selama dua hari setelah serangan Iran.

Di Amerika Serikat, Wall Street sudah lebih dulu terkoreksi pada Jumat lalu. Indeks Dow Jones turun 1,05 persen, S&P 500 melemah 0,43 persen, dan Nasdaq terkoreksi 0,92 persen. Investor global jelas memilih menahan diri di tengah ketidakpastian.

Uni Eropa sendiri menyerukan “maximum restraint” dan meminta semua pihak mencegah eskalasi, terutama yang berpotensi mengganggu Selat Hormuz. Jalur ini memegang peran vital dalam distribusi minyak dunia. Jika distribusi terganggu, harga energi global dapat melonjak dan menekan inflasi di berbagai negara.

Dampak ke Dalam Negeri

Di dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Februari 2026 dan neraca perdagangan Januari 2026. Konsensus memperkirakan surplus perdagangan meningkat ke sekitar 2,76 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan impor dan ekspor yang masih terjaga.

Namun, jika harga minyak dunia melonjak terlalu tinggi, tekanan inflasi bisa meningkat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan kebijakan suku bunga. Kelompok yang paling terdampak adalah konsumen dan pelaku usaha yang sensitif terhadap biaya energi, termasuk sektor transportasi dan logistik.

Bagi investor ritel, volatilitas seperti ini bisa menggerus nilai portofolio dalam waktu singkat. Sementara bagi pemerintah, stabilitas pasar menjadi ujian kepercayaan di tengah gejolak global.

Pada akhirnya, pasar saham memang mencerminkan sentimen. Ketika rudal meluncur di Timur Tengah, grafik di layar perdagangan ikut bergetar. Pertanyaannya bukan lagi apakah pasar akan volatil, melainkan seberapa lama publik harus bersabar menunggu situasi kembali tenang. @dimas

Tags: Bursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaGeopolitikGlobalHargaIHSGInvestorKonflik DuniaminyakModalNasionalPasarPerang IranSahamSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

by Naysa
Oktober 8, 2026

Ada ironi dalam perjalanan Prabowo Subianto: orang yang dulu berdiri di luar pagar kekuasaan kini memegang kunci gerbangnya. Kritik terhadap...

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Next Post
Petugas Tewas Terjatuh ke Mesin Penggiling di TPA Putri Cempo

Petugas Tewas Terjatuh ke Mesin Penggiling di TPA Putri Cempo

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id