Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Tegaskan Haji 2026 Ramah Perempuan dan Lansia

by dimas
Januari 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah menetapkan arah baru penyelenggaraan ibadah haji 2026. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pelaksanaan haji tahun depan harus berpihak kepada kelompok rentan, terutama perempuan dan lansia. Pesan ini ia sampaikan saat membuka Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Di hadapan para calon petugas haji, Dahnil mengajak semua pihak meneladani pesan Rasulullah SAW dalam Haji Wada, haji terakhir Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, pesan tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan fondasi moral yang relevan dengan tantangan penyelenggaraan haji hari ini.

“Kalau kita membaca sejarah, salah satu pesan utama dalam Haji Wada adalah kepedulian. Rasulullah SAW menegaskan agar kita menjaga dan memuliakan perempuan-perempuan kita,” ujar Dahnil, Sabtu (24/1/2026).

Nilai Kemanusiaan sebagai Arah Kebijakan

Dahnil menilai Haji Wada sarat dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Nilai-nilai inilah yang kini menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan haji Indonesia 2026. Pemerintah ingin memastikan ibadah haji tidak hanya sah secara ritual, tetapi juga manusiawi dalam pelaksanaannya.

Ia menegaskan bahwa pesan Nabi tersebut telah menjadi landasan penting bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam merancang layanan yang lebih adil dan inklusif. Dalam konteks modern, keberpihakan itu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang sensitif terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial jemaah.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Mayoritas Jemaah adalah Perempuan dan Lansia

Data jemaah haji Indonesia menunjukkan fakta yang tidak bisa diabaikan. Lebih dari 55 persen jemaah haji merupakan perempuan. Sementara itu, sekitar 25 persen jemaah masuk kategori lansia, dan sebagian besar dari kelompok lansia tersebut juga perempuan.

Kondisi ini, menurut Dahnil, menuntut perubahan pendekatan dalam pelayanan. Negara tidak bisa lagi mengelola haji dengan pola seragam yang mengabaikan perbedaan kebutuhan jemaah.

Karena itu, selain program Haji Ramah Lansia, Kemenhaj juga mendorong tema Haji Ramah Perempuan sebagai bentuk afirmasi nyata dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Perintah Presiden dan Arah Politik Pelayanan Haji

Dahnil menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar penyelenggaraan haji tidak semata-mata administratif, tetapi juga berpihak kepada kelompok rentan.

“Tahun ini, atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri menegaskan bahwa haji harus menjadi haji yang afirmatif, berpihak kepada perempuan dan lansia,” tegasnya.

Arahan tersebut menandai arah politik pelayanan haji yang lebih sensitif dan protektif. Pemerintah ingin menghadirkan negara secara nyata di tengah jutaan jemaah yang menjalankan ibadah dengan keterbatasan fisik dan usia.

Perempuan dalam Barisan Terdepan Petugas Haji

Keberpihakan itu tidak berhenti pada konsep. Pemerintah menerjemahkannya dalam komposisi petugas haji 2026. Dahnil mengungkapkan bahwa 33 persen petugas haji tahun depan adalah perempuan, jumlah tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.

Angka ini, kata Dahnil, bukan sekadar simbol. Kehadiran petugas perempuan sangat penting untuk memastikan jemaah perempuan dan lansia mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat.

“Ini adalah yang tertinggi dalam sejarah. Kehadiran petugas perempuan menjadi kunci dalam memastikan pelayanan yang lebih manusiawi,” pungkasnya.

Pada akhirnya, haji 2026 tidak hanya berbicara tentang kuota dan logistik, tetapi tentang pilihan moral negara. Apakah ibadah ini hanya sekadar urusan ritual massal, atau benar-benar menjadi ruang di mana negara hadir untuk melindungi mereka yang paling lemah terutama perempuan dan lansia, yang selama ini justru menjadi mayoritas jemaah. @dimas

Tags: 2026HajiJemaahKebijakanLansiaNasionalperempuanPrabowo SubiantoSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

HUT RI ke-81 Jadi Festival Publik, Bukti Negara Makin Dekat dengan Rakyat?

HUT RI ke-81 Jadi Festival Publik, Bukti Negara Makin Dekat dengan Rakyat?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: HUT RI ke-81 tidak berhenti di Istana. Musik, UMKM, permainan, dan pesta rakyat membawa kemerdekaan ke ruang publik. Pertanyaannya,...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Next Post
Trump Ancam Tarif 100 Persen ke Kanada Jika Kerjasama Dengan China

Trump Ancam Tarif 100 Persen ke Kanada Jika Kerjasama Dengan China

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id