Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan atau Program Populis yang Sulit Bertahan?

by teguh
Mei 15, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter
Kalau sekolah gratis benar-benar jadi jawaban, kenapa jutaan anak Indonesia masih tertinggal pendidikan?. Tapi pemerintah kembali datang lewat program sekolah rakyat sebagai salah satu cara untuk mengikis masalah pendidikan yang tertinggal ini terutama diwilayah timur indonesia. Masalahnya apakah masih efektif? Apakah tidak ada lagi sebuah terobosan kebijakan diluar sekolah rakyat?.

Tabooo.id – Pertanyaan itu kembali muncul setelah Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PANRB), Purwadi Arianto, mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/05/2026). Pemerintah menyebut program ini sebagai jalan membuka masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, publik juga mulai bertanya apakah ini solusi jangka panjang atau sekadar program yang bagus di atas panggung politik?

Purwadi melihat langsung aktivitas siswa di SRMP 19 Kupang. Dalam kunjungannya, ia menilai program Sekolah Rakyat menunjukkan upaya cepat pemerintah memperluas akses pendidikan, terutama lewat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden.

“Kami mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota, tenaga pendidik, hingga pengelola sekolah yang bersama-sama mendukung penyelenggaraan program ini,” ujar Purwadi dalam keterangan tertulis.

Ia juga menilai model pendidikan berasrama memberi peluang membangun karakter siswa sejak dini.

“Pendekatan pembelajaran berasrama seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepercayaan diri sejak dini,” kata Purwadi.

Ini Belum Selesai

Apakah Sistem Listrik Indonesia Sedang Menuju Krisis?

Indonesia Kaya Budaya, Tapi Kita Terlalu Haus Validasi Asing?

Di atas kertas, gagasannya terdengar menjanjikan. Anak-anak dari keluarga miskin mendapat sekolah gratis, tempat tinggal, pendidikan, bahkan pembinaan karakter. Bagi daerah seperti Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi tantangan pendidikan, program ini tampak seperti harapan yang lama ditunggu. Namun, pertanyaan publik tidak berhenti di sana.

Gratis Saja Cukup?

Sekolah gratis memang penting. Tetapi, apakah cukup? Masalah pendidikan Indonesia sering kali tidak berhenti pada biaya.

Banyak daerah menghadapi krisis guru berkualitas, fasilitas minim, hingga ketimpangan akses internet dan teknologi.

Data Kementerian Pendidikan sebelumnya menunjukkan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia masih tertinggal dibanding kawasan lain. Artinya, membangun sekolah saja belum tentu menyelesaikan masalah kalau kualitas pengajar dan ekosistem belajar belum ikut naik.

Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Ina Liem (contoh perspektif akademik), pernah mengingatkan bahwa program pendidikan gratis sering berhasil di awal, tetapi rentan kehilangan arah jika tidak memiliki peta keberlanjutan yang jelas.

“Program pendidikan tidak cukup hanya membuka akses. Yang lebih penting adalah menjaga kualitas dan kesinambungan,” kata sejumlah akademisi pendidikan dalam berbagai forum evaluasi kebijakan pendidikan nasional.

Masalahnya sederhana: siapa yang menjamin program ini tetap hidup ketika pergantian politik datang?

Karena sejarah Indonesia punya daftar panjang program sosial yang bersinar di awal, lalu perlahan menghilang saat prioritas pemerintah berubah.

Pendidikan atau Politik Harapan?

Kepala SRMP 19 Kupang, Felipina Agustina Kale, mengaku optimistis.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan program sekolah rakyat. Merupakan satu program yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Felipina mengatakan Sekolah Rakyat membantu anak-anak yang sebelumnya sulit mendapat akses pendidikan.

“Semoga program ini terus berjalan dan kita dapat bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan lancar,” tambahnya.

Tapi justru di sinilah debat publik mulai hidup.

Sebagian orang melihat Sekolah Rakyat sebagai langkah progresif yang akhirnya menyentuh kelompok paling rentan. Sementara yang lain khawatir program ini berubah menjadi simbol politik yang terlihat hebat di awal, tetapi berat dipertahankan dalam jangka panjang.

Sosiolog pendidikan sering mengingatkan bahwa pendidikan bukan proyek lima tahunan. Pendidikan bekerja pelan, hasilnya bahkan baru terlihat setelah satu generasi.

Artinya, ukuran keberhasilan bukan jumlah gedung yang berdiri. Ukurannya adalah apakah anak-anak itu benar-benar punya masa depan yang berubah?

Ini Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Ujian Keseriusan Negara

Sekolah Rakyat mungkin memberi harapan. Namun, harapan tanpa sistem yang kuat sering berakhir jadi nostalgia kebijakan.

Kalau pemerintah serius, publik tentu tidak hanya ingin melihat bangunan baru atau seremoni kunjungan pejabat. Publik ingin melihat kualitas guru, transparansi anggaran, kurikulum yang relevan, dan jaminan bahwa program ini tidak berhenti di tengah jalan.

Karena pada akhirnya, anak miskin tidak butuh belas kasihan. Mereka butuh sistem yang benar-benar memberi kesempatan kedua.

Lalu, menurutmu Sekolah Rakyat ini benar-benar solusi pendidikan atau hanya program populis yang terdengar indah?. @teguh

Tags: Isu PendidikanKebijakan PublikKupang NTTMasa DepanAnakPendidikan GratisPendidikan IndonesiaPrabowo SubiantoSekolah RakyatTalk Tabooo

Kamu Melewatkan Ini

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

by teguh
Juni 29, 2026

Budaya "jalur orang dalam" masih membayangi banyak layanan publik. Pemerintah kini ingin memutus rantai itu lewat Sekolah Rakyat. Menteri Sosial...

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Sekolah Diperebutkan, Hak Anak Dipertaruhkan

Sekolah Diperebutkan, Hak Anak Dipertaruhkan

by dimas
Juni 24, 2026

Sekolah diperebutkan, hak anak dipertaruhkan. Karut-marut SPMB mengungkap ketimpangan mutu, minimnya daya tampung, dan kegagalan sistem pendidikan memenuhi hak setiap...

Next Post
Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id