Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pasar Kanjengan Terbakar, Miliaran Rupiah Lenyap: Siapa Menanggung Nasib Ratusan Pedagang?

by dimas
April 30, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Api mengamuk di Pasar Kanjengan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Dalam hitungan jam, ratusan lapak berubah menjadi arang dan miliaran rupiah lenyap bersama asap. Para pedagang hanya berdiri di depan puing dagangan mereka. Sementara itu, pemerintah kota datang membawa resep lama relokasi seolah cukup untuk menyalakan kembali pasar yang baru saja hangus.

Tabooo.id: Deep – Kebakaran yang melanda Pasar Kanjengan bukan hanya menghancurkan lapak pedagang. Peristiwa itu juga menyingkap kerentanan kawasan niaga lama di Kota Semarang yang sejak lama menjadi simpul perdagangan rakyat. Di tengah proses relokasi pedagang yang belum selesai, api justru datang lebih dulu dan meninggalkan ketidakpastian baru bagi ratusan pelaku usaha kecil.

Api di Tengah Kawasan Niaga Lama

Kobaran api mulai terlihat di kompleks Pasar Kanjengan pada malam hari. Api cepat merambat di antara deretan kios dan los pasar. Para pemilik toko berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan barang dagangan mereka.

Seorang pemilik toko emas terlihat bolak-balik memeriksa barang berharganya. Ia memastikan tidak ada yang tertinggal ketika api mulai merambat ke bangunan di sekitarnya.

Namun tidak semua pedagang memiliki kesempatan yang sama. Banyak pedagang sudah pulang ketika api muncul.

Siti Khalimah, pedagang buah, hanya bisa menyaksikan dari kejauhan saat lapaknya terbakar.

Ini Belum Selesai

SD Negeri Tanggirejo Grobogan: Ketika Sekolah Harus Viral Agar Negara Bergerak

Negara Kehabisan Rasa Aman? Ketika Warga Diajak Menangkap Begal

“Saya hanya bisa pasrah. Tidak sempat mengambil dagangan karena kejadiannya saat semua sudah pulang,” ujarnya.

Laporan awal menyebut sedikitnya sekitar 200 kios terbakar dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara menyebut api berasal dari tumpukan peti buah sebelum kemudian merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Pemadaman Terkendala Infrastruktur

Petugas pemadam kebakaran segera datang ke lokasi untuk mengendalikan api. Namun upaya pemadaman sempat terkendala terbatasnya pasokan air. Beberapa hidran di kawasan pasar dilaporkan tidak berfungsi.

Situasi itu memicu kepanikan di sekitar lokasi. Seorang pemilik toko emas bahkan mencoba menerobos area kebakaran untuk memastikan barang dagangannya tidak tercecer.

Puluhan petugas pemadam dengan sejumlah armada berjibaku mengendalikan api agar tidak menjalar ke deretan pertokoan di sekitar pasar.

Proses pemadaman berlangsung selama sekitar lima jam. Api akhirnya dapat dikendalikan menjelang dini hari.

Ratusan Pedagang Kehilangan Tempat Usaha

Pemerintah Kota Semarang mencatat sedikitnya 468 pedagang terdampak dalam kebakaran tersebut. Rinciannya meliputi sekitar 450 los pasar dan sejumlah ruko di Blok F.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

“Totalnya 468, yakni 450 los pasar, sisanya ruko Blok F,” ujarnya.

Pemerintah kota memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai Rp5 hingga Rp6 miliar.

Sebagai langkah awal, pemerintah kota menyiapkan relokasi sementara bagi pedagang terdampak. Lokasi yang disiapkan antara lain Pasar Kanjengan Baru serta ruang di lantai tiga dan empat gedung pasar.

Namun kapasitas lokasi tersebut baru mampu menampung sekitar 100 hingga 150 los. Pemerintah kota kini mencari lokasi tambahan untuk menampung seluruh pedagang.

Selain relokasi, pemerintah juga membahas kemungkinan relaksasi kredit bagi pedagang yang kehilangan modal usaha.

Pasar Kanjengan dan Jejak Perdagangan Lama

Bagi warga sekitar, kebakaran ini bukan sekadar insiden satu malam. Pasar Kanjengan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perdagangan di Kota Semarang.

Ketua Paguyuban Warga Kanjengan, Bambang Juono, mengatakan dirinya telah mengenal kawasan tersebut sejak sekitar lima dekade lalu.

Menurutnya, kawasan ini pernah menjadi salah satu simpul perdagangan penting di kota. Di sekitar pasar berdiri deretan toko emas, pasar tradisional, hingga gedung bioskop.

“Kebakaran ini terjadi bersamaan dengan rencana relokasi pedagang dari Blok C ke gedung baru,” katanya.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa sekitar tahun 1970 kawasan Pasar Kanjengan ditata ulang menjadi satu kesatuan dengan Pasar Johar dan Pasar Yaik. Pada masa itu kawasan tersebut dipandang sebagai salah satu pusat perdagangan modern di kota.

Namun perjalanan kawasan ini tidak selalu mulus. Penataan ulang pedagang, konflik kepemilikan lahan, hingga perubahan pola perdagangan kota membuat Pasar Kanjengan mengalami pasang surut.

Ketidakpastian Setelah Api Padam

Kini kebakaran meninggalkan lebih dari sekadar puing bangunan. Ratusan pedagang kehilangan tempat usaha dan sebagian kehilangan seluruh modal dagangan mereka.

Di tengah rencana relokasi yang belum sepenuhnya selesai, para pedagang menghadapi pertanyaan yang lebih besar: bagaimana memulai kembali usaha setelah kebakaran.

Bagi banyak pedagang kecil, pasar bukan hanya tempat berdagang. Pasar adalah ruang hidup yang menopang ekonomi keluarga.

Ketika api memadamkan ratusan lapak di Pasar Kanjengan, yang ikut terbakar bukan hanya bangunan. Sebagian jejak niaga lama Kota Semarang juga ikut memudar. @dimas

Tags: Ekonomi Rakyatkebakaran pasarpasar kanjenganPasar Tradisionalpedagang kecilrelokasi pedagangSemarang

Kamu Melewatkan Ini

Koperasi Modern, Regulasi Lama: Dilema Credit Union

Koperasi Modern, Regulasi Lama: Dilema Credit Union

by dimas
Juli 20, 2026

Pemerintah mendorong koperasi modern, tetapi regulasi lama justru membayangi inovasi Credit Union. Mengapa pembaruan aturan menjadi kunci masa depan koperasi...

30 Pendata Mundur, yang Gagal Bukan Sensusnya Tapi Komunikasinya

30 Pendata Mundur, yang Gagal Bukan Sensusnya Tapi Komunikasinya

by teguh
Juli 19, 2026

Tiga puluh petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang memilih mundur di tengah proses pendataan yang masih berlangsung. Angka itu...

30 Petugas Sensus Ekonomi Mundur, BPS Semarang Bantah Honor Macet

30 Petugas Sensus Ekonomi Mundur, BPS Semarang Bantah Honor Macet

by teguh
Juli 19, 2026

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang menghadapi sorotan setelah 30 petugas sensus mengundurkan diri. Di saat yang sama, muncul...

Next Post
Penjara Dan Keadilan Longgar: Skandal “Jual Sel” Blitar dan Sistem yang Bermain

Penjara Dan Keadilan Longgar: Skandal “Jual Sel” Blitar dan Sistem yang Bermain

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id