Api melalap Pasar Kanjengan di Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Dalam waktu singkat, ratusan lapak pedagang berubah menjadi arang. Asap masih menggantung di udara, sementara pedagang berdiri di depan puing lapak mereka. Kerugian mencapai miliaran rupiah. Di tengah situasi itu, pemerintah kota menjanjikan relokasi agar denyut perdagangan tidak berhenti.
Tabooo.id: Regional – Kebakaran di Pasar Kanjengan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, memukul sedikitnya 468 pedagang. Mereka kehilangan tempat usaha setelah api melahap area los pasar dan ruko. Pemerintah Kota Semarang memperkirakan kerugian mencapai Rp5 hingga Rp6 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Pemerintah kota menyiapkan relokasi ke Pasar Kanjengan Baru serta lantai tiga dan empat gedung pasar.
Ratusan Pedagang Kehilangan Lapak
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Pemerintah kota menunggu hasil penyelidikan tersebut.
Pria yang akrab disapa Bang Amoy itu menjelaskan jumlah pedagang terdampak mencapai 468 unit. Rinciannya meliputi 450 los pasar dan beberapa ruko di Blok F.
“Totalnya 468, yakni 450 los pasar, sisanya ruko Blok F,” ujarnya.
Ia juga menyebut kerugian ekonomi cukup besar.
“Kerugian kami perkirakan antara Rp5 sampai Rp6 miliar,” lanjutnya.
Relokasi Jadi Langkah Cepat
Dinas Perdagangan bersama Perkumpulan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang mulai menyiapkan relokasi sementara. Pemerintah kota mengarahkan pedagang ke Pasar Kanjengan Baru. Namun lokasi tersebut hanya mampu menampung sekitar 100 hingga 150 los.
Karena itu pemerintah kota menyiapkan ruang tambahan di gedung pasar.
“Hari ini kami juga mengundang ketua paguyuban. Pedagang akan kami tempatkan di Pasar Kanjengan lantai tiga dan empat,” jelasnya.
Pemerintah berharap langkah ini membuat pedagang cepat kembali berjualan.
“Pedagang terdampak harus segera berjualan lagi,” katanya.
Wacana Relaksasi Kredit
Pemerintah Kota Semarang juga membahas kemungkinan relaksasi kredit bagi pedagang terdampak. Namun pemerintah masih merumuskan skema kebijakan tersebut dan menunggu arahan wali kota.
Selain itu pemerintah kota berencana menata ulang area yang terbakar. Penataan ini menjadi bagian dari upaya memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Kanjengan.
Pedagang Bangun Lapak Secara Swadaya
Ketua PPJ Kota Semarang, Atmaji, mengatakan pihaknya sudah mendata pedagang terdampak. Data tersebut menjadi dasar proses relokasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan agar prosesnya lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan banyak pedagang membangun lapak secara swadaya. Nilai pembangunan tersebut mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
“Pedagang membangun lapak itu secara swadaya. Nilainya sekitar Rp1,8 miliar,” katanya.
PPJ berharap pemerintah kota memberi dukungan bagi pedagang yang kehilangan modal usaha.
“Harapan kami ada bantuan modal agar pedagang bisa bangkit kembali,” pungkasnya. @dimas





