• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Palestina: Trump Kecam Israel Rencana Aneksasi Tepi Barat

Februari 11, 2026
in Global, News
A A
Konsep Otomatis

Sebuah buldoser tentara Israel menggali jalan di kamp pengungsi Nur Shams di Tulkarem pada hari kedua operasi militer berskala besar di bagian utara Tepi Barat yang diduduki pada Kamis (29/8/2024). Jumlah korban tewas meningkat pada 29 Agustus ketika tentara Israel mengatakan telah menewaskan lima militan di Tulkarem, sehingga total jumlah korban tewas menjadi 14 orang sejak peluncuran operasi di Tepi Barat pada hari sebelumnya. (AFP/JAAFAR ASHTIYEH)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Washington memanas, Tel Aviv tetap ngotot. Gedung Putih secara terbuka menolak rencana Israel untuk memperluas kendali sekaligus menganeksasi wilayah Tepi Barat, Palestina. Penolakan ini muncul setelah pemerintah Israel merilis kebijakan baru yang membuka jalan bagi ekspansi permukiman Yahudi di wilayah pendudukan.

Langkah Israel itu langsung memicu reaksi dari Washington. Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump menentang rencana aneksasi tersebut. Menurutnya, stabilitas Tepi Barat justru lebih menguntungkan bagi keamanan Israel dan sejalan dengan agenda perdamaian AS di Timur Tengah.

“Stabilitas Tepi Barat menjaga keamanan Israel dan mendukung tujuan perdamaian kawasan,” ujar pejabat itu, dikutip dari The Guardian.


Israel Tancap Gas, AS Tarik Rem

Namun demikian, sikap AS berbanding terbalik dengan manuver Israel di lapangan. Pada Minggu (8/2/2026), kabinet keamanan Israel menyetujui aturan yang mengizinkan warga Yahudi Israel membeli tanah di Tepi Barat secara langsung. Selain itu, Israel juga berencana memperluas kontrol atas wilayah yang selama ini berada di bawah Otoritas Palestina.

Tak hanya itu, pemerintah Israel akan mencabut aturan warisan yurisdiksi Yordania sebelum 1967. Akibatnya, data registrasi tanah kini terbuka untuk publik. Dengan aturan baru ini, warga Yahudi makin mudah membeli tanah, sementara warga Palestina semakin tersisih.


Tujuan Terang-terangan: Kubur Negara Palestina

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich berbicara tanpa basa-basi. Bersama Menteri Pertahanan Israel Katz, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkuat keberadaan Israel di seluruh wilayah yang mereka klaim sebagai Tanah Israel.

Menurut Smotrich, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk “mengubur ide negara Palestina”. Pernyataan ini sekaligus menegaskan arah politik Israel yang semakin menjauh dari solusi dua negara.

RelatedPosts

Sopir Diduga Mengantuk, Mikrobus Rombongan Wisata Kecelakaan di Banten

Penyiraman Aktivis KontraS, Empat Personel BAIS TNI Jalani Pemeriksaan

Di sisi lain, reformasi ini menyasar sektor sensitif. Israel mengambil alih kewenangan izin bangunan di Hebron dari Otoritas Palestina. Israel juga meningkatkan kontrol atas dua situs religius utama di selatan Tepi Barat, yakni Makam Rahel dekat Bethlehem dan Gua Makpela di Hebron.


Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan?

Keuntungan terbesar jatuh ke tangan sekitar 500.000 pemukim Israel di Tepi Barat. Mereka kini mendapat kepastian hukum, ruang ekspansi, dan perlindungan negara.

Sebaliknya, hampir tiga juta warga Palestina harus menanggung dampaknya. Ruang hidup mereka menyempit, baik secara politik, ekonomi, maupun teritorial. Kepresidenan Palestina di Ramallah menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata untuk memperdalam aneksasi wilayah pendudukan.


Dunia Bereaksi Keras

Gelombang kecaman pun mengalir dari berbagai penjuru dunia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam. Ia menilai langkah Israel bersifat destabilisasi dan merusak peluang solusi dua negara.

Guterres juga mengingatkan bahwa Mahkamah Internasional telah menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal. Inggris turut bersuara. London menegaskan bahwa perubahan sepihak atas susunan geografis dan demografis Palestina bertentangan dengan hukum internasional.

Selain itu, blok negara Arab dan mayoritas Muslim termasuk Arab Saudi, UEA, Yordania, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turkiye secara kompak mengutuk langkah Israel.


Di tengah tekanan global ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Donald Trump di AS pada Rabu (11/2/2026).

Kini pertanyaannya tak lagi rumit. Saat Gedung Putih saja sudah berkata “cukup”, akankah Israel berhenti atau justru semakin keras menancapkan kuku? @esp

Tags: Amerika SerikataneksasiDonald TrumpGazaGedung PutihIsraelkecamPalestinapresidenTepi BarattrumpUnited statesusawashington
Next Post
Konsep Otomatis

Iran Pasang Spanduk Ancaman Rudal ke Israel Jelang Netanyahu Temui Trump

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.