Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nyawa Jadi Alarm: Prabowo Setujui Flyover Bekasi Setelah Tragedi Berdarah

by eko
April 28, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Tragedi datang lebih dulu, baru solusi menyusul. Tabrakan maut di Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang akhirnya mendorong keputusan besar: Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover sesuatu yang sebenarnya sudah lama diajukan.

Tabooo.id: Nasional – Setelah tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang menewaskan 14 orang, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menyetujui pembangunan flyover di wilayah tersebut.

Keputusan itu datang cepat. Tapi tragedinya datang lebih dulu.

Insiden pada Senin (27/4) malam langsung mengubah wajah transportasi yang sebelumnya terasa “biasa” menjadi ruang penuh risiko. Dalam hitungan detik, perjalanan rutin berubah jadi kabar duka.

Prabowo menyebut, Pemerintah Daerah Bekasi sebenarnya sudah lebih dulu mengajukan pembangunan flyover. Alasannya sederhana, tapi krusial: wilayah padat, mobilitas tinggi, dan jalur kereta yang menjadi nadi pergerakan warga.

“Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini padat dan kebutuhan kereta api sangat penting,” kata Prabowo saat menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Ia memastikan proyek tersebut tidak akan berlama-lama di atas kertas.

“Sudah saya setujui. Segera dibangun flyover dengan bantuan Presiden,” ujarnya.

Bekasi: Padat, Cepat, Tapi Rentan

Bekasi bukan sekadar kota penyangga. Ia adalah simpul mobilitas jutaan orang setiap hari.

Ribuan pekerja keluar-masuk kota ini lewat jalur rel. KRL dan kereta jarak jauh melintas tanpa henti. Tapi di balik itu, masih ada perlintasan sebidang yang mempertemukan rel dan jalan tanpa pengamanan maksimal.

Di titik-titik seperti inilah risiko selalu mengintai.

Selama ini, warga terbiasa menunggu kereta lewat. Terbiasa menebak waktu. Terbiasa mengambil risiko kecil yang ternyata bisa berujung besar.

Dan tragedi kemarin jadi pengingat paling keras.

Banyak Titik, Masalah Lama

Masalah ini ternyata jauh lebih luas.

Prabowo mengungkap, ada sekitar 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa yang menghadapi risiko serupa. Banyak di antaranya belum memiliki penjagaan memadai.

Artinya, Bekasi bukan kasus tunggal. Ia hanya satu dari banyak titik rawan yang selama ini berjalan di antara normal dan bahaya.

Prabowo bahkan menyebut akar masalah ini sudah sangat lama.

“Ini dari zaman Belanda. Sudah puluhan tahun. Sekarang kita harus selesaikan,” tegasnya.

Pernyataan itu membuka realita lain: kita sebenarnya sudah lama tahu masalahnya tapi belum cukup cepat menyelesaikannya.

Rp4 Triliun untuk Keselamatan

Untuk menutup celah risiko itu, pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun flyover, underpass, serta menambah pos jaga di titik-titik rawan.

Tujuannya jelas: mengurangi potensi kecelakaan dan memastikan transportasi publik berjalan lebih aman.

Namun, di tengah angka besar itu, muncul pertanyaan yang tidak kalah besar.

Kenapa langkah ini baru terasa mendesak setelah tragedi?

Waktu yang Selalu Datang Terlambat

Selama ini, usulan sudah ada. Risiko juga sudah terlihat. Data bahkan sudah tersedia.

Tapi keputusan sering datang belakangan.

Publik kini tidak hanya melihat rencana pembangunan. Mereka mulai melihat pola yang berulang: masalah dibiarkan, tragedi terjadi, lalu solusi dipercepat.@eko

Tags: flyover bekasiKecelakaan Keretakeselamatan transportasiPrabowo Subiantotabrakan kereta bekasi timur

Kamu Melewatkan Ini

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Next Post
Gunung Sampah, Bom Metana: Bantargebang Jadi Sorotan Dunia

Gunung Sampah, Bom Metana: Bantargebang Jadi Sorotan Dunia

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id