Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nyawa Jadi Alarm: Prabowo Setujui Flyover Bekasi Setelah Tragedi Berdarah

by eko
April 28, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Tragedi datang lebih dulu, baru solusi menyusul. Tabrakan maut di Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang akhirnya mendorong keputusan besar: Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover sesuatu yang sebenarnya sudah lama diajukan.

Tabooo.id: Nasional – Setelah tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang menewaskan 14 orang, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menyetujui pembangunan flyover di wilayah tersebut.

Keputusan itu datang cepat. Tapi tragedinya datang lebih dulu.

Insiden pada Senin (27/4) malam langsung mengubah wajah transportasi yang sebelumnya terasa “biasa” menjadi ruang penuh risiko. Dalam hitungan detik, perjalanan rutin berubah jadi kabar duka.

Prabowo menyebut, Pemerintah Daerah Bekasi sebenarnya sudah lebih dulu mengajukan pembangunan flyover. Alasannya sederhana, tapi krusial: wilayah padat, mobilitas tinggi, dan jalur kereta yang menjadi nadi pergerakan warga.

“Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini padat dan kebutuhan kereta api sangat penting,” kata Prabowo saat menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Ia memastikan proyek tersebut tidak akan berlama-lama di atas kertas.

“Sudah saya setujui. Segera dibangun flyover dengan bantuan Presiden,” ujarnya.

Bekasi: Padat, Cepat, Tapi Rentan

Bekasi bukan sekadar kota penyangga. Ia adalah simpul mobilitas jutaan orang setiap hari.

Ribuan pekerja keluar-masuk kota ini lewat jalur rel. KRL dan kereta jarak jauh melintas tanpa henti. Tapi di balik itu, masih ada perlintasan sebidang yang mempertemukan rel dan jalan tanpa pengamanan maksimal.

Di titik-titik seperti inilah risiko selalu mengintai.

Selama ini, warga terbiasa menunggu kereta lewat. Terbiasa menebak waktu. Terbiasa mengambil risiko kecil yang ternyata bisa berujung besar.

Dan tragedi kemarin jadi pengingat paling keras.

Banyak Titik, Masalah Lama

Masalah ini ternyata jauh lebih luas.

Prabowo mengungkap, ada sekitar 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa yang menghadapi risiko serupa. Banyak di antaranya belum memiliki penjagaan memadai.

Artinya, Bekasi bukan kasus tunggal. Ia hanya satu dari banyak titik rawan yang selama ini berjalan di antara normal dan bahaya.

Prabowo bahkan menyebut akar masalah ini sudah sangat lama.

“Ini dari zaman Belanda. Sudah puluhan tahun. Sekarang kita harus selesaikan,” tegasnya.

Pernyataan itu membuka realita lain: kita sebenarnya sudah lama tahu masalahnya tapi belum cukup cepat menyelesaikannya.

Rp4 Triliun untuk Keselamatan

Untuk menutup celah risiko itu, pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun flyover, underpass, serta menambah pos jaga di titik-titik rawan.

Tujuannya jelas: mengurangi potensi kecelakaan dan memastikan transportasi publik berjalan lebih aman.

Namun, di tengah angka besar itu, muncul pertanyaan yang tidak kalah besar.

Kenapa langkah ini baru terasa mendesak setelah tragedi?

Waktu yang Selalu Datang Terlambat

Selama ini, usulan sudah ada. Risiko juga sudah terlihat. Data bahkan sudah tersedia.

Tapi keputusan sering datang belakangan.

Publik kini tidak hanya melihat rencana pembangunan. Mereka mulai melihat pola yang berulang: masalah dibiarkan, tragedi terjadi, lalu solusi dipercepat.@eko

Tags: flyover bekasiKecelakaan Keretakeselamatan transportasiPrabowo Subiantotabrakan kereta bekasi timur

Kamu Melewatkan Ini

‘Jurnalis Bukan Londo Ireng’, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

by jeje
Juli 28, 2026

Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Solo Raya turun ke jalan, Selasa (28/7/2026). Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta...

URI Resmi Berdiri, Mampukah Cetak Pemimpin Berkualitas?

URI Resmi Berdiri, Mampukah Cetak Pemimpin Berkualitas?

by dimas
Juli 23, 2026

Presiden Prabowo meresmikan Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai sekolah kepemimpinan nasional. Mampukah URI mencetak pemimpin berkualitas dan menjawab tantangan regenerasi...

Istana Pastikan Belum Ada Reshuffle, Presiden Terus Evaluasi Kinerja Menteri

Istana Pastikan Belum Ada Reshuffle, Presiden Terus Evaluasi Kinerja Menteri

by teguh
Juli 21, 2026

Spekulasi perombakan kabinet atau Reshuffle kembali mencuat. Namun, Istana memastikan Presiden Prabowo Subianto belum mengambil langkah itu. Sebaliknya, Presiden memilih...

Next Post
Gunung Sampah, Bom Metana: Bantargebang Jadi Sorotan Dunia

Gunung Sampah, Bom Metana: Bantargebang Jadi Sorotan Dunia

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id