Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

by teguh
Mei 16, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on Facebook
Share on Twitter
Revanno Adrian Prasetyo pernah kehilangan arah. Saat SMP, semangat belajarnya meredup. Ia lebih sering diam, sulit percaya diri, dan memilih menjauh dari banyak hal. Namun hidupnya berubah pelan-pelan ketika ia masuk lingkungan yang memberinya ruang untuk tumbuh. Dan sekarang peluang Revanno magang ke jepang

Tabooo.id – Hari ini, siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) angkatan 2023–2026 keturunan Tionghoa beragama Katolik itu justru bersiap membuka jalan baru, Revanno magang ke Jepang.

SMK Muhammadiyah Pekalongan mencatat kisah yang jarang muncul. Revanno, siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) angkatan 2023–2024, berhasil meraih predikat lulusan terbaik kedua sekaligus memperoleh beasiswa magang ke Jepang. Sekolah mengumumkan pencapaian itu dalam acara pelepasan siswa kelas XII tahun ajaran 2025–2026 di Hotel Dafam Pekalongan, Selasa (12/05/2026).

Ini bukan sekadar kisah siswa berprestasi. Ini cerita tentang bagaimana rasa diterima bisa mengubah masa depan seseorang.

Dari Anak Pendiam Menjadi Penuh Semangat

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Muhammadiyah Pekalongan, Musthofa, melihat perubahan besar pada diri Revanno sejak awal masuk sekolah.

Orang tua Revanno sempat bercerita bahwa putranya kehilangan semangat belajar saat SMP. Namun setelah masuk SMK Muhammadiyah Pekalongan, Revanno mulai membuka diri. Ia pelan-pelan membangun pertemanan dan mulai nyaman dengan lingkungannya.

Ini Belum Selesai

Americano: Sehat atau Cuma Gaya?

Kebijakan Pemerintah Berubah, Kehidupan Warga Ikut Berubah?

“Setelah masuk di SMK Muhammadiyah Pekalongan, sedikit demi sedikit Revanno bisa berbaur dan bergaul dengan teman-temannya,” ujar Musthofa kepada Kompas.com, Jumat (15/05/2026).

Kepercayaan diri itu ikut mendorong prestasinya. Revanno menunjukkan nilai akademik yang kuat. Ia juga mengasah keterampilan praktik dengan serius.

“Bahkan keterampilan praktiknya pun baik,” kata Musthofa.

Perubahan itu terasa makin jelas ketika Revanno mulai menikmati proses belajar. Ia menaruh perhatian besar pada dunia otomotif, terutama modifikasi sepeda motor.

“Revanno nyaman dan tidak merasa adanya perbedaan dan semangat belajarnya sangat tinggi. Revanno hobi modifikasi sepeda motor,” lanjutnya.

Banyak remaja sebenarnya tidak kehilangan kemampuan. Mereka hanya kehilangan tempat yang membuat mereka percaya pada dirinya sendiri.

Ketika Sekolah Memilih Merangkul

Banyak orang masih memandang sekolah berbasis agama sebagai ruang yang tertutup bagi perbedaan. Namun pengalaman Revanno justru memperlihatkan cerita lain.

SMK Muhammadiyah Pekalongan memberi ruang bagi siswa non-Islam untuk tetap belajar sesuai keyakinannya. Sekolah tidak mewajibkan siswa non-Muslim mengikuti pelajaran agama Islam.

Sebagai gantinya, pihak sekolah mengatur jadwal khusus dan menghadirkan guru agama sesuai kebutuhan siswa. Revanno mengikuti pendidikan agama Katolik di SMAN 3 Pekalongan.

“Saat pembelajaran agama Islam, siswa dibebaskan atau tidak diwajibkan mengikuti pembelajaran. Dijadwalkan waktu dan guru khusus untuk mendapat pembelajaran agama yang dianutnya,” jelas Musthofa.

Sekolah juga mengajarkan toleransi melalui Pendidikan Pancasila dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Musthofa menegaskan bahwa sekolah menghargai semua siswa tanpa melihat latar belakang agama atau kondisi sosial.

“Jika memang anak tersebut berprestasi kita apresiasi, tanpa pandang bulu. Baru tahun ini ada siswa non-Islam yang sampai lulus dan menjadi salah satu siswa terbaik, serta mendapat beasiswa magang ke Jepang,” ujarnya.

Saat Penerimaan Mengubah Masa Depan

Sosiolog pendidikan dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, pernah menilai bahwa sekolah yang membuka ruang aman sering membantu remaja membangun rasa percaya diri. Ketika anak merasa diterima, mereka lebih berani berkembang.

Psikolog anak Seto Mulyadi juga kerap mengingatkan bahwa penerimaan sosial punya pengaruh besar terhadap motivasi belajar. Anak biasanya tumbuh lebih cepat ketika lingkungan berhenti memberi label atau rasa takut.

Cerita Revanno terasa lebih besar dari sekadar angka kelulusan. Ia tidak hanya mengejar nilai bagus. Ia berhasil menemukan keberanian untuk percaya pada dirinya sendiri.

Kadang, masa depan berubah bukan karena seseorang tiba-tiba hebat. Masa depan berubah ketika seseorang akhirnya menemukan tempat yang berkata “Kamu punya ruang untuk tumbuh di sini.” @teguh

Tags: Human InterestJepangPendidikanPendidikan IndonesiaRemajaRevanno Adrian PrasetyoSekolahSMK Muhammadiyah PekalonganTabooo LifeTeknik Sepeda MotorToleransi

Kamu Melewatkan Ini

Tinggal Kelas Bukan Obat Ajaib: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Mutu Pendidikan?

Tinggal Kelas Bukan Obat Ajaib: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Mutu Pendidikan?

by teguh
Oktober 13, 2026

Wacana tinggal kelas kembali membuka perdebatan tentang mutu pendidikan Indonesia. Sebelum meminta siswa mengulang pelajaran, pemerintah perlu memastikan sekolah mampu...

Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027? DPR Minta Kajian

Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027? DPR Minta Kajian

by teguh
Oktober 13, 2026

Wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 kembali memantik perdebatan tentang mutu pendidikan Indonesia. Wakil Ketua Komisi X DPR...

Sekolah Tempat Belajar, Bukan Tempat Anak Pulang Membawa Luka

Sekolah Tempat Belajar, Bukan Tempat Anak Pulang Membawa Luka

by dimas
Oktober 9, 2026

Sekolah seharusnya menjadi tempat belajar yang aman bagi anak. Dugaan perundungan terhadap bocah 7 tahun di Pemalang menjadi alarm bagi...

Next Post
NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id