Tabooo.id: Film – Pernah nggak sih kalian merasa hidup ini kayak film Men in Black? Banyak hal aneh di sekitar kita, tapi kita pura-pura nggak lihat aja. Bedanya, kita nggak punya alat penghapus memori, jadi semua kekacauan hidup tetap keingat sampai besok pagi.
Nah, Sony Pictures baru saja memutuskan kita butuh agen baru… atau agen lama… atau ya pokoknya film kelima Men in Black harus jalan.
Dan saga berburu alien ini resmi punya penulis baru Chris Bremmer, sang otak di balik dua film Bad Boys terakhir yang terbukti sukses bikin bioskop penuh dan telinga penonton bergetar.
Agen Hitam Balik Tugas? Belum Tentu.
Seperti diberitakan Variety, Chris Bremmer kini sedang menyusun naskah Men in Black 5.
Dan setiap kali nama Bremmer muncul, satu nama lain ikut bergetar Will Smith.
Logikanya sederhana:
Bremmer sukses di Bad Boys, Will Smith suka Bad Boys baru, Sony sangat ingin keuntungan, peluang Will Smith kembali? Lumayan ada harapan.
Tapi masalahnya, belum ada satu pun kepastian apakah Will Smith dan Tommy Lee Jones bakal kembali pakai jas hitam mereka.
Duo legendaris itu memang jadi icon MIB, tapi dunia nyata kadang lebih drama dari film sci-fi, apalagi sejak insiden tamparan Oscar 2022 yang bikin nama Will Smith adem-panas di publik.
Sony?
Bungkam.
No comment.
Seakan alien sudah menyegel mulut semua eksekutif studio.
Reboot Gagal dan Keuntungan yang Bikin Studio Sulit Move On
Sebelumnya, Sony sudah pernah mencoba move on dari Will Smith.
Hasilnya?
Men in Black International (2019) film dengan Chris Hemsworth dan Tessa Thompson tampil kece secara visual, tapi dompet studio tetap kedinginan.
Bujet: US$110 juta
Pendapatan: US$253,8 juta
Hasil Tidak buruk, tapi jelas tidak bikin studio terbang ke galaksi sebelah.
Bandingkan dengan tiga film pertama:
- Men in Black (1997): US$589,3 juta
- MIB II (2002): US$441,8 juta
- MIB III (2012): US$624 juta
Total pendapatan empat film? Hampir US$1,9 miliar.
Dengan angka segede itu, wajar kalau Sony masih melihat MIB sebagai sapi perah kosmik yang pantas diperah lagi.
Masalahnya: nostalgia nggak bisa jadi bahan bakar selamanya. Tapi Hollywood, ya begitu. Kalau bisa disambung, disambung terus meski ceritanya mungkin sudah capek nafas.
Analisis Tabooo: MIB dan Masalah Kepercayaan Publik
Men in Black itu sebenarnya besar bukan cuma karena alien.
Tapi karena chemistry.
Will Smith yang cerewet + Tommy Lee Jones yang dingin : formula kosmik yang susah ditiru.
Reboot 2019 membuktikan satu hal: ganteng doang nggak cukup.
Chemistry Hems-worth dan Thompson oke, tapi publik mau sesuatu yang lebih… familiar.
Lebih “ah ini MIB yang gue tahu”.
Dan ini ironi Hollywood modern:
Studio ingin “menyegarkan” IP tua, tapi takut banget kehilangan wajah-wajah lama.
Penonton ingin hal baru, tapi marah kalau terlalu berbeda.
MIB 5 akan berjalan di garis tipis antara nostalgia dan inovasi.
Pertanyaannya apakah penonton masih peduli?
Atau kita semua sebenarnya cuma butuh alat neuralyzer untuk melupakan betapa putus asanya Hollywood mencari ide baru?
Agen Penutup: Siap atau Tidak, Alien Akan Kembali
Men in Black 5 sedang ditulis. Itu pasti.
Siapa yang main? Masih misteri.
Apakah Will Smith comeback? Tergantung keberanian Sony dan mood publik global.
Yang jelas, saga ini masih hidup atau minimal, diupayakan tetap hidup.
Karena di balik jas hitam dan kacamata gelap itu, ada satu hal yang selalu bikin kita kembali:
fantasi bahwa ada kekacauan lebih besar dari hidup kita sendiri.
Dan jujur, kadang kita butuh hiburan semacam itu.
Kalau MIB 5 jadi kenyataan, kamu tim “Balikin Will Smith, please!” atau tim “Kasih agen baru yang benar-benar fresh”? @dimas





