Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pilkada Dipilih DPRD: Efisiensi atau Mundur dari Demokrasi?

by dimas
Desember 9, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan ruang tengah Indonesia seperti panggung sitcom keluarga besar yang ramai, rempong, tapi tetap ditonton satu negeri. Di satu sisi, rakyat jongkok di lantai sambil menghitung berapa hari lagi gaji cukup untuk beras, listrik, dan sedikit hiburan mental. Di sisi lain, TV menampilkan berita bencana, harga pangan, dan debat artis semuanya numpuk kayak cucian kotor habis hujan.

Tiba-tiba pintu ruang tamu kebuka. Masuklah para paman dan tante politik lengkap dengan jas, bros partai, dan senyum yang seperti sudah latihan 12 jam. Mereka saling sikut mencari tempat duduk, lalu salah satu dari mereka nyeletuk begitu santai seolah mau bahas menu arisan:

“Eh… gimana kalau pilkada… kita aja yang pilih, yaaa?”

Studio audience tertawa bingung, tepuk tangan tidak yakin.
Rakyat buka aplikasi Shopee PayLater sambil mikir, “Limit gue aman gak kalau negara ganti sistem lagi?”

Dan episode baru pun dimulai dengan judul besar, “Revisi Demokrasi Season Lanjut atau Spin-off DPRD?”

Ini Belum Selesai

Korupsi yang Tak Pernah Pergi: Reformasi Salah Jalan atau Setengah Jalan?

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

Wacana, Kutipan, dan Semua Balon Percobaan Politik

Wacana pilkada dipilih DPRD ini sebenarnya bukan tokoh baru. Dia sudah muncul sebagai cameo di HUT Golkar 2024 ketika Presiden Prabowo melempar ide ke udara seperti melempar balon helium. Setahun kemudian, di panggung ulang tahun Golkar 2025, balon itu ditarik turun lagi untuk dilihat-lihat:

Katanya lebih murah. Lebih efisien. Lebih anti-boros. Negara tetangga juga demikian.

“Sekali milih DPRD, ya mereka saja yang milih gubernur, bupati,” ujarnya tahun 2024.
Versi 2025 lebih simpel lagi “Langsung aja. Selesai.”

Dan akhirnya semua partai mulai berputar di orbit ide ini:

  1. Golkar, Gaskeun.
  2. PDIP, sedang buffering… 34%… 68%…
  3. PKS, kota langsung, kabupaten lewat DPRD macam paket kombo hemat.
  4. PKB, gubernur ditunjuk pusat, bupati & wali kota by DPRD mix and match edisi premium.
  5. Demokrat, “dibahas di RUU ya, sabar bos.”

Publik?
Lagi scroll TikTok dan bilang:
“Hah? Ini beneran hot take atau cuma uji pasar?”

Sementara Koalisi Kodifikasi Pemilu langsung menepuk jidat kolektif:
“Ini nggak nyambung sama masalah sebenarnya.”
Dalam bahasa Gen Z:
“Vibes-nya salah, bestie.”

Demokrasi, Paket Hemat, dan Logika Pengiritan Ekstrim

Mari ngomong blak-blakan. Argumen “hemat biaya” itu terdengar seperti jawaban klasik teman yang tiba-tiba ngajak makan tapi begitu lihat harga menu bilang:

“Eh tapi… aku lagi irit ya.”

Masalahnya, pilkada langsung bukan cuma pesta politik mahal. Itu cara rakyat memastikan bahwa siapapun yang duduk di kursi kekuasaan punya legitimasi real, bukan sekadar hasil rapat internal.

Kalau semua diserahkan ke DPRD, ya kita tahu bagaimana drama DPRD bisa kadang-kadang—ibarat grup WhatsApp keluarga: ributnya heboh, yang aktif cuma beberapa, tapi keputusan diambil cepat tanpa baca konteks.

Kalau biaya pilkada tinggi, apakah solusinya beneran:
hapus pilkada langsung beres?
Atau sebenarnya:
benahi manajemen pemilu baru hemat?

Tapi ya namanya politik pilihan mudah kadang lebih menarik daripada pekerjaan rumah yang rumit.

Lebih lucunya lagi, semua partai punya “edisi custom”:

  1. PKS, “kota langsung, kabupaten DPRD sesuai kondisi.”
  2. PKB, “gubernur ditunjuk pusat, lebih ringkas.”
  3. PDIP, “mengaji… mengkaji… mengkaji lagi…”
  4. Parpol lain, “Kita lihat 2026 ya, jangan spoiler dulu.”

Akhirnya publik bertanya:
“Ini mau bikin sistem pemilu atau bikin paket data TelKomcel varian baru?”

Demokrasi Kita Butuh Update… atau Factory Reset?

Kalau wacana ini betul-betul diundangkan, rakyat bisa bangun suatu pagi dan mendapati “aplikasi demokrasi” berubah tanpa notifikasi. Tampilan beda. Fitur hilang. Akses terbatas. Dan kita cuma bisa menatap layar dan ngomong:

“Lho… kok kayak gini?”

Pertanyaan sebenarnya bukan “Mau hemat atau tidak?”

Tapi, “Apakah ini bikin negara lebih baik… atau cuma bikin rakyat makin bingung?”

Karena pada akhirnya rakyat cuma butuh satu hal sederhana:

Pemimpin yang kerja, bukan sistem yang bikin pusing sampai migrain stadium akhir.

Jadi, masa depan pilkada kita akan jadi apa?
Langsung? DPRD? Kombinasi?
Atau… kita delegasikan ke AI? @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Bupati Aceh Terancam Sanksi Berat: Partai dan Inspektorat Bergerak

Bupati Aceh Terancam Sanksi Berat: Partai dan Inspektorat Bergerak

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id