Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Makan Bergizi Tersendat: Ribuan Dapur Gagal Penuhi Standar Dasar

by eko
April 1, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Program makan bergizi yang seharusnya melindungi masyarakat justru tersendat di lapangan. Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia Timur mulai Rabu (1/4/2026). Penyebabnya jelas: banyak unit belum memenuhi standar sanitasi dan pengelolaan limbah.

Banyak SPPG Belum Penuhi Syarat

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menyatakan pihaknya mengambil langkah tegas karena banyak SPPG belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“SPPG yang kami suspend mulai 1 April 2026 di wilayah III adalah yang belum memiliki SLHS dan IPAL,” ujar Rudi.

Ia menegaskan, setiap SPPG wajib memenuhi dua syarat tersebut. SLHS menjamin keamanan makanan, sementara IPAL menjaga lingkungan tetap bersih dari limbah.

Standar Bukan Formalitas

BGN ingin memastikan setiap dapur gizi benar-benar aman, bukan sekadar berjalan. Rudi menekankan bahwa standar ini melindungi langsung kesehatan penerima manfaat.

Ini Belum Selesai

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

“SLHS dan IPAL penting untuk menjamin keamanan pangan dan menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Namun di lapangan, banyak pengelola belum menyiapkan fasilitas dasar tersebut, meski program sudah berjalan.

Sudah Diberi Waktu, Tapi Tak Kunjung Lengkap

BGN sebenarnya sudah memberi kesempatan kepada pengelola SPPG untuk melengkapi syarat. Namun hingga batas waktu berakhir, banyak unit tetap belum mengurus SLHS atau membangun IPAL.

Kondisi itu mendorong BGN mengambil keputusan tegas: menghentikan operasional sementara.

BGN akan membuka kembali layanan bagi SPPG yang berhasil memenuhi seluruh ketentuan dan lolos verifikasi ulang. “SPPG yang sudah memenuhi syarat bisa kembali beroperasi,” kata Rudi.

Dampak Langsung ke Masyarakat

Penghentian ini langsung berdampak pada distribusi makanan bergizi. Penerima manfaat berisiko kehilangan akses sementara terhadap layanan tersebut.

Di sisi lain, kebijakan ini memperlihatkan masalah yang lebih besar: program berjalan cepat, tapi kesiapan di lapangan belum sejalan.

Penutup

Program gizi bukan sekadar soal distribusi makanan, tapi juga soal keamanan dan tanggung jawab. Ketika ribuan dapur harus berhenti karena belum siap, pertanyaannya jadi sederhana: kita ingin cepat, atau kita ingin benar? @eko

Tags: BGNMBG

Kamu Melewatkan Ini

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

by teguh
Oktober 21, 2026

Selasa (20/10/2026), Aliansi BEM Solo Raya mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran di Monumen Solo. Mahasiswa mengkritik prioritas MBG, menyoroti pendidikan...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Polemik Motor Listrik MBG: 21.801 di Dokumen, 2.117 Terealisasi

Polemik Motor Listrik MBG: 21.801 di Dokumen, 2.117 Terealisasi

by dimas
Oktober 4, 2026

Polemik pengadaan motor listrik MBG mencuat setelah 21.801 unit tercatat dalam dokumen, sementara realisasi hingga Maret 2026 baru mencapai 2.117...

Next Post
Isi BBM Maksimal 50 Liter: Kebijakan atau Sinyal Krisis?

Isi BBM Maksimal 50 Liter: Kebijakan atau Sinyal Krisis?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id