Tabooo.id: Regional – Tabooo Network Indonesia menggelar bakti sosial berupa santunan bagi anak yatim di Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Selasa (10/2/2026) sore. Kegiatan ini menargetkan anak-anak yang terdampak langsung tekanan ekonomi keluarga.
Lima anak yatim menerima bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih bagi kelompok rentan.
CEO Tabooo Network Indonesia, Jeje, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Plt Lurah Winongo Dian Puspita, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Wija Purwa Adhiguna, jajaran perangkat Kalurahan Winongo, serta tim Tabooo Network Indonesia juga ikut hadir.
Kehadiran mereka memperkuat semangat kolaborasi untuk membangun solidaritas sosial di tingkat lokal.
Tidak Ada yang Berjalan Sendiri
Jeje menyampaikan bahwa bakti sosial ini menjadi pengingat pentingnya saling menopang dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menambahkan, anak-anak yatim paling merasakan dampak keterbatasan ekonomi keluarga.
“Dalam kehidupan ini, tidak ada yang berjalan sendiri. Kita saling membutuhkan, saling menguatkan, dan saling berbagi, sekecil apa pun yang bisa kita berikan,” ujarnya.
Kepedulian Nyata bagi Warga
Plt Lurah Winongo Dian Puspita mengapresiasi inisiatif Tabooo Network Indonesia. Ia menilai kegiatan ini memberi dampak nyata bagi warga, khususnya anak-anak yatim.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan Tabooo Network Indonesia. Bantuan ini sangat berarti dan memberi manfaat nyata bagi anak-anak yatim di Desa Winongo,” kata Dian.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kalurahan Winongo, Wija Purwa Adhiguna, ia menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan. Ia menilai kehadiran Tabooo Network Indonesia membawa dampak sosial positif bagi anak-anak yatim.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tabooo Network Indonesia atas perhatian dan kepedulian yang diberikan,” ujar Wija.
Anak Yatim di Tengah Tekanan Biaya Hidup
Jeje mengakui nilai bantuan yang diberikan tidak besar, namun ia berharap bantuan tersebut meringankan kebutuhan dasar sekaligus memberi dorongan moral bagi anak-anak penerima.
Anak yatim kerap berada di posisi paling rentan. Biaya pendidikan dan kebutuhan hidup terus meningkat, sementara dukungan ekonomi keluarga terbatas.
Kegiatan ini menegaskan bahwa perlindungan kelompok rentan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran sektor swasta dan komunitas menjadi pelengkap penting untuk memperkuat jaring pengaman sosial, terutama di tingkat desa.
Kolaborasi semacam ini membuka ruang partisipasi lebih luas dalam pembangunan sosial.
Kesejahteraan Tidak Hanya Soal Angka
Tabooo Network Indonesia menyerahkan bantuan langsung kepada Rifdan Rahmadhani (15), Fransisco Arya Prasetya (12), Azha Zainal (7) dan Azahra (5). Bantuan mencakup dua unit sepeda untuk sekolah, perlengkapan tidur, dan kebutuhan dasar lainnya.
Penyaluran langsung memastikan bantuan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi anak-anak penerima.
Di tengah narasi besar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, kegiatan ini kembali mengingatkan bahwa perhatian terhadap kelompok paling rentan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Kesejahteraan tidak hanya soal angka, tetapi juga soal empati dan keberpihakan sosial. @dimas




