Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Bongkar Safe House, Sita Rp 5 Miliar Uang Korupsi Impor

by dimas
Februari 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan. Tim penyidik menemukan lima koper berisi uang tunai senilai Rp 5 miliar di sebuah safe house di Ciputat, Tangerang Selatan. Penggeledahan itu terkait dugaan korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan, “Penyidik mengamankan uang dalam koper saat giat penggeledahan di safe house. Kami akan mendalami temuan ini lebih lanjut.” jelasnya, Rabu (18/2/2026).

Uang tunai itu terdiri dari berbagai mata uang asing, termasuk Dollar AS, Dollar Singapura, Dollar Hongkong, hingga Ringgit Malaysia. Selain itu, tim juga mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik.

Safe House, Alat Pemufakatan Jahat

Kasus ini menyoroti pemufakatan antara pejabat DJBC dan pihak swasta. Para tersangka memanfaatkan safe house untuk menyimpan uang hasil kegiatan ilegal. Bahkan, KPK sudah menyita koper berisi uang pada Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian penyidikan yang dimulai sejak Oktober 2025.

Menurut keterangan KPK, tersangka dari PT Blueray berupaya supaya barang impor, termasuk barang palsu atau KW, lolos dari pemeriksaan. Mereka bekerja sama dengan pejabat DJBC untuk mengatur jalur importasi secara ilegal dan menghindari pengawasan.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Siapa Saja Tersangkanya?

KPK menetapkan enam tersangka. Dari pihak DJBC, ada Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiaksono, dan Kasi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan. Dari PT Blueray, tersangkanya adalah pemilik perusahaan John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi Andri, dan Manager Operasional Dedy Kurniawan.

Pola pemufakatan ini menunjukkan kolusi antara pihak swasta dan aparat pemerintah. KPK menegaskan, ketiga pejabat DJBC melanggar pasal UU Tipikor dan KUHP terkait penerimaan suap serta pemalsuan dokumen, sedangkan pihak PT Blueray disangkakan sebagai pemberi suap.

Dampak bagi Masyarakat

Kasus ini bukan sekadar drama pejabat dan importir. Praktik korupsi di DJBC meningkatkan biaya impor, merugikan negara, dan mengganggu persaingan usaha. Barang ilegal atau KW yang lolos dari pemeriksaan merusak pasar domestik, sementara masyarakat menanggung beban harga lebih tinggi.

Dengan kata lain, korupsi ini memengaruhi kas negara, harga barang, dan konsumen kecil yang mungkin tak menyangka mereka hidup di bayang-bayang praktik ilegal.

Refleksi dan Sindiran Ringan

Ironisnya, di balik koper-koper tebal itu, safe house tampak seperti hotel pribadi para koruptor. Sementara rakyat menunggu layanan publik yang bersih, beberapa pihak bermain-main dengan aturan dan uang negara. Kasus ini seolah mengingatkan di dunia impor, bukan barang yang paling cepat sampai, tetapi yang paling licik yang sering lolos. @dimas

Tags: Bea CukaibongkarKasusKorupsi di IndonesiaKPKPenyidikanSkandalUang

Kamu Melewatkan Ini

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

KPK menyita aset Rp5,47 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BNPB. Lima tersangka terseret dugaan suap dan konflik kepentingan. Tabooo.id...

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

by teguh
Oktober 16, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ke tahap penyidikan....

Next Post
Harga Minyakita Tembus HET Jelang Ramadan, Pemerintah Klaim Sudah Turun

Harga Minyakita Tembus HET Jelang Ramadan, Pemerintah Klaim Sudah Turun

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id