Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Minyakita Tembus HET Jelang Ramadan, Pemerintah Klaim Sudah Turun

by teguh
Februari 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menjelang Ramadan, satu komoditas kembali bikin gelisah: minyak goreng rakyat, Minyakita. Harga rata-rata nasionalnya masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang pemerintah tetapkan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui fakta itu. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional Minyakita saat ini menyentuh Rp16.020 per liter. Padahal pemerintah mematok HET di angka Rp15.700 per liter.

“Memang yang di atas HET, misalnya Minyakita, hari ini harganya Rp16.020. HET-nya Rp15.700,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (18/02/2026).

Selisihnya memang “hanya” Rp320 per liter. Namun menjelang Ramadan, setiap rupiah punya arti bagi jutaan rumah tangga.

Sudah Turun, Tapi Belum Sampai Target

Meski harga masih di atas HET, Budi menegaskan tren sudah membaik. Sebelum terbitnya Permendag Nomor 43 Tahun 2025, harga rata-rata Minyakita bahkan sempat menyentuh Rp16.800 per liter.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Regulasi itu mewajibkan produsen melalui BUMN pangan menyalurkan minimal 35 persen Domestic Market Obligation (DMO) untuk pasar dalam negeri. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap pasokan bertambah dan harga terkendali.

Saat ini, realisasi penyaluran DMO baru mencapai sekitar 30 persen. Artinya, pasokan memang bergerak naik, tetapi belum memenuhi batas minimal.

“Semua berproses. Dari sisi ketersediaan sudah hampir 30 persen, minimal 35 persen,” ujar Budi.

Namun bagi konsumen, proses tak selalu berarti harga turun cepat.

Tangerang Sudah Rp17.500 per Liter

Di lapangan, situasinya lebih panas. Di Kabupaten Tangerang, Banten, harga Minyakita bahkan melonjak ke Rp17.500 per liter. Angka ini jauh melampaui HET Rp15.700.

Neni, pedagang sembako di Pasar Tradisional Mauk, mengaku sudah menjual di harga tersebut sejak pertengahan Januari.

“Memang setiap mau Ramadan pasti naik. Dari distributor sudah naik sekitar Rp5 ribu per karton,” ujarnya.

Kenaikan ini bukan hanya soal momentum musiman. Distributor menaikkan harga lebih dulu, lalu pedagang menyesuaikan agar tetap mendapat margin.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyebut keterlambatan distribusi dari Bulog sebagai penyebab lonjakan.

“Hanya memang ada kenaikan Rp1.000 karena distribusinya telat datang dari Bulog,” katanya.

Di sinilah persoalan klasik muncul ketika distribusi tersendat, harga langsung melonjak.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?

Dalam situasi ini, produsen relatif diuntungkan karena permintaan naik menjelang Ramadan. Distributor pun memiliki ruang tawar lebih besar saat pasokan belum stabil.

Sebaliknya, masyarakat kecil menanggung beban paling besar. Minyak goreng bukan barang mewah. Hampir semua rumah tangga membutuhkannya setiap hari, apalagi saat Ramadan ketika aktivitas memasak meningkat.

Pedagang kecil juga terjepit. Mereka harus membeli lebih mahal dari distributor, tetapi tetap menghadapi tekanan pembeli yang menuntut harga sesuai HET.

Pemerintah berada di tengah. Regulasi sudah keluar, DMO sudah diwajibkan, namun implementasi belum sepenuhnya menutup celah distribusi.

Ramadan dan Ujian Stabilitas Harga

Lonjakan harga menjelang hari besar bukan cerita baru. Namun publik berharap pemerintah belajar dari pola berulang ini.

Jika rata-rata nasional saja masih di atas HET, maka potensi lonjakan di daerah jelas lebih besar. Apalagi ketika distribusi belum mencapai target 35 persen.

Ramadan seharusnya membawa ketenangan, bukan kecemasan soal harga kebutuhan pokok.

Kini pertanyaannya sederhana apakah kebijakan cukup kuat menekan harga, atau Minyakita akan kembali jadi ritual tahunan naik saat rakyat paling membutuhkannya?. @teguh

Tags: bumnHargaKlaimMinyakitapemerintahRamadhan

Kamu Melewatkan Ini

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

by teguh
Juni 28, 2026

Langit di Timur Tengah mungkin terasa sangat jauh dari kawasan industri di Indonesia. Namun setiap ledakan yang mengguncang wilayah itu...

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

by teguh
Juni 28, 2026

Pemerintah janji redam PHK tapi Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menekan sejumlah sektor industri nasional. Kenaikan biaya produksi membuat...

Jawa Gelap Bergilir: Cadangan Listrik Hilang, Publik yang Menanggung

Jawa Gelap Bergilir: Cadangan Listrik Hilang, Publik yang Menanggung

by teguh
Juni 21, 2026

Pemadaman listrik bergilir menjalar dari Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Gangguan ini bukan cuma...

Next Post
Ramadan dan Kenaikan Harga Pangan Jadi Tradisi Tahunan

Ramadan dan Kenaikan Harga Pangan Jadi Tradisi Tahunan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id